Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Optimasi Ukuran KKG Sebagai Kemasan Transpor Triyanto Hadisoemarto
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. XXI NO. 1 APRIL 1999
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4012.334 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.5157

Abstract

Redesign of the existing transport corrugated box from its initial dimension of 504x404x202 mm consisting (5x4) primary packages of 1 liter liquid product, has been carried out to minimize the use of raw material, to maximize the pallet efficiency, and to improve its ability to withstand the laboratory scale of transportation simulation tests.The results indicate that all of those three purposes can already be achieved mainly by changing the formation of the primary packages in the box, i.e. from one stack (5x4) into two stacks 2(5x2). However, the best result is shown by the two stacks 2(4x2) of primary packages within the box having dimension of 404x205x395 mm.
Asesmen Siklus Keberadaan(Life Cycle assesment) Dalam Industri Kemasan Triyanto Hadisoemarto
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 3 DESEMBER 1997
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3298.335 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.5111

Abstract

Based on its breadth approach of the study, the life cycle assessment (LCA) concept can be used as a reliable management tool to develop a better understanding of the environmental aspects of the activities. The concept of LCA has been applied to a variety of products, processes and services for a number of reasons, such as organisation policy development, product improvement and waste management. This paper provides the basic concept of life cycle assessment and illustrates its application in the packaging industry.
Penyerap Oksigen Dan Aplikasinya Dalam Sistem Pengemasan Untuk Memperpanjang Umur Simpan Produk Pangan Yang Dikemas Triyanto Hadisoemarto
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. 25 NO. 2 AGUSTUS 2003
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.4693

Abstract

Oksigen dikenal sebagai salah satu unsur penyebab berbagai jenis kernsakan produk pangan dalam kemasan.diantaranya pertumbuhan mikroba, denaturasi vitamin, kerusakan pigmen, proses pencoklatan ensimatik, berkurangnya aroma, serta oksidasi lemak yang berakibat produk pangan menjadi tengik. Laju dan kelangsungan reaksi sangat tergantung pada konsentrasi oksigen yang tersedia dalam ruang seputar produk. Penyerap oksigen merupakan  sarana yang tersedia secara komersial dan paling efektip dalam mengurangi atau bahkan menghilangkan oksigen yang ada di ruang kosong dalam kemasan. Penyerap oksigen berbasis serbuk besi adalah yang paling umum digunakan, terdiri atas serbuk besi dan berbagai jenis katalisator untuk mengawali reaksi dengan oksigen yang terdapat di dalam kemasan, yang akan mencegah terjadinya oksidasi komponen produk pangan yang dikemas. Terdapat pula beberapa jenis penyerap oksigen berdasarkan sistem oksidasi lainnya, dengan berbagai kelebihan dan kekurangan, namun masih belum banyak diterima pasar.
Daur Ulang Koran Bekas Triyanto Hadisoemarto
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. 23 NO. 1 JUNI 2001
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.4782

Abstract

Old newspaper (ONP) is a potential secondary fibre resource, especially for newsprint production, which can be used either in combine with virgin pulp or 100% recycled furnish.Though there are a number of factors that must be considered in recycling ONP, but it offers significant cost advantages compared with virgin pulp production. It's unfortunate that methods for evaluating de inking performance are not well defined.
Kemasan Untuk Aplikasi Microwave Triyanto Hadisoemarto
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. 25 NO. 1 APRIL 2003
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.4732

Abstract

Pemicu-panas merupakan bagian dari kemasan microwave yang paling penting, berfungsi untuk memicu terjadinya proses pemanasan dan pencoklatan, serta terbentuknya kerak yang garing pada produk pangan yang dipanaskan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa gelombang mikro tidak memiliki pengaruh yang terukur terhadap migrasi komponen kemasan, namun pengaruh suhu masih sangat relevan; sehingga dapat disimpulkan bahwa uji migrasi bagi kemasan microwave dapat dilakukan pada alat pemanas (oven) biasa.Disarankan agar kemasan untuk aplikasi microwave sebaiknya terdiri atas tiga lapisan, dengan lapisan terluar harus memiliki sifat yang tahan terhadap suhu tinggi.
Botol Pet, Kemasan Tara-Pangan Pengganti Botol Gelas Triyanto Hadisoemarto; Wiwik Pudjiastuti
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 3 DESEMBER 1998
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3421.469 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.5148

Abstract

Due to is unique characteristics, PET bottle can now be used replacing the glass bottle to pack a variety of foodstuffs, and in certain circumtances can be both reused and recycled.The principal positive features of PET bottle are being reviewed.
Daya Lindung Kemasan Plastik Terhadap Produk Pangan Yang Dikemas Triyanto Hadisoemarto
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. 24 NO. 2 DESEMBER 2002
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3079.301 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.4758

Abstract

Interaksi kimiawi antara produk pangan dan kemasan dapat didefinisikan sebagai reaksi kimia yang timbul antara produk pangan, kemasan yang digunakan, dan lingkungan di luar kemasan yang berakibat berubahnya komposisi, mutu, serta sifat produk pangan yang dikemas dan/atau kemasannya. Secara umum interaksi tersebut dapat dibagi menjadi tiga tipe, yaitu permeation, scalping, dan migrasi.Daya lindung kemasan plastik terhadap produk pangan yang dikemas sangat tergantung pada sifat kedap dari bahan kemasan yang digunakan, antara lain kedap terhadap uap air, cahaya, gas, aroma dan bahan pelarut.
Penyerap Oksigen Dan Aplikasinya Dalam Sistem Pengemasan Untuk Memperpanjang Umur Simpan Produk Pangan Yang Dikemas Triyanto Hadisoemarto
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. 25 NO. 2 AGUSTUS 2003
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.4693

Abstract

Oksigen dikenal sebagai salah satu unsur penyebab berbagai jenis kernsakan produk pangan dalam kemasan.diantaranya pertumbuhan mikroba, denaturasi vitamin, kerusakan pigmen, proses pencoklatan ensimatik, berkurangnya aroma, serta oksidasi lemak yang berakibat produk pangan menjadi tengik. Laju dan kelangsungan reaksi sangat tergantung pada konsentrasi oksigen yang tersedia dalam ruang seputar produk. Penyerap oksigen merupakan  sarana yang tersedia secara komersial dan paling efektip dalam mengurangi atau bahkan menghilangkan oksigen yang ada di ruang kosong dalam kemasan. Penyerap oksigen berbasis serbuk besi adalah yang paling umum digunakan, terdiri atas serbuk besi dan berbagai jenis katalisator untuk mengawali reaksi dengan oksigen yang terdapat di dalam kemasan, yang akan mencegah terjadinya oksidasi komponen produk pangan yang dikemas. Terdapat pula beberapa jenis penyerap oksigen berdasarkan sistem oksidasi lainnya, dengan berbagai kelebihan dan kekurangan, namun masih belum banyak diterima pasar.