Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP POLA TIDUR BAYI USIA 0-6 BULAN Happy Marthalena Simanungkalit
MMJ (Mahakam Midwifery Journal) Vol 4 No 2 (2019): Volume 4 No. 2 November 2019
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.154 KB) | DOI: 10.35963/midwifery.v4i2.128

Abstract

Based on WHO 2012 data included in the journal Pediatrics, there were around 33% of infants experiencing sleep problems. One of the causes of sleep problems is in fact a parent's mistake in putting the child to sleep. Healthy sleep habits should be implanted from infancy. Objective of this research to determine the effect of massage on the sleep patterns of infants aged 0-6 months. This study used atype study Quasi Experiment with adesign non equilaventwith control group design. The research was conducted from January to March 2018. The population of this study was balyi aged 0-6 months in the work area of ​​Terwan Health Center. The sample is 11 respondents. Data analysis using Chi Square. Based on the results of a statistical test, it was shown that 9 respondents (81.8%) had a massage, sleep patterns were not disturbed. Infants who were not massaged were 3 respondents (27.3%), sleep patterns were not disturbed. Chi square statistic test shows the value of P-Value 0.032 (P-Value<α 0.05) which means there are significant differences. Keywords: massaage, sleep patterns.
Baby Massage Terhadap Peningkatan Berat Badan Pada Bayi Premature Happy Marthalena Simanungkalit
Jurnal Kesehatan Vol 15 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/juke.v15i1.374

Abstract

Latar belakang: Artikel diawali dengan Judul Artikel, Nama Penulis, Alamat Afiliasi Penulis, Bayi prematur adalah bayi lahir dengan masa kehamilan < 37 minggu atau bayi kurang bulan. Bayi prematur sering mengalami masalah akibat berat badan rendah. Penanganan untuk mengoptimalkan pertumbuhan bayi prematur yaitu baby massage.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh baby massage terhadap peningkatan berat badan bayi prematur.Metode: Metode yang digunakan adalah metode quasi eksperimen dengan rancangan the non-equivalent control group. Sampel penelitian berjumlah 22 bayi prematur. Variabel independen pada penelitian ini adalah baby massage. Variabel dependen yang diukur adalah berat badan bayi menggunakan timbangan bayi. Analisis statistik menggunakan uji dependent t-test Hasil: Ada pengaruh yang signifikan baby massage terhadap peningkatan berat badan bayi prematur pada kelompok intervensi dan kontrol (p value 0,002). Kesimpulan: Adanya pengaruh Baby massage terhadap peningkatan berat badan pada bayi prematur.  
PERAWATAN TALI PUSAT DENGAN TOPIKAL ASI TERHADAPLAMA PELEPASAN TALI PUSAT Happy Marthalena Simanungkalit; Yeni Sintya
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v5i4.1552

Abstract

Latar Belakang: Tetanus Neonatorum merupakan salah satu penyebab kematian  neonatus sebesar 14% di kota Palangka Raya tahun 2017, dan dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa. Tetanus neonatorum dapat dicegah dengan perawatan tali pusat yang benarsalah satunya menggunakan perawatan tali pusat dengan topikal ASIkarena mengandung zat-zat bioaktif, anti infeksi dan anti inflamasi yang dapat mencegah infeksi dan mempercepat pelepasan tali pusat.Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perawatan tali pusat dengan topikal ASI terhadap lama pelepasan tali pusat bayi baru lahir di PMB N Palangka Raya.Metode: Penelitian ini menggunakan quasy eksperimentdengan rancangan  post test-only non equivalent control group design.Teknik sampling menggunakan purposive sampling, sampel penelitian ini adalah 30 bayi baru lahir yang lahir pada bulan Februari-April 2019.Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa pada kelompok intervensi pelepasan tali pusat cepat sebanyak 13 bayi (86,7%) dan normal sebanyak 2 bayi (13,3%), pada kelompok kontrol pelepasan tali pusat cepat sebanyak 6 bayi (40%) dan normal sebanyak 9 bayi (60%).  Hasil analisis Uji Chi-square menunjukkan ada pengaruh perawatan tali pusat dengan topikal ASI terhadap lama pelepasan tali pusat dengan ρ value = 0,023.Kesimpulan: Ada pengaruh perawatan tali pusat dengan topikal ASI terhadap lama pelepasan tali pusat pada bayi baru lahir di PMB N Palangka Raya.Kata Kunci: Perawatan Tali Pusat, Topikal ASI, Lama Pelepasan Tali Pusat
Status Pekerjaan Dan Pengetahuan Ibu Menyusui Terhadap Pemberian ASI Eksklusif Happy Marthalena Simanungkalit
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 16 No 2 (2018): Jurnal Info Kesehatan
Publisher : Research and Community Service Unit, Politeknik Kesehatan Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol16.Iss2.222

Abstract

Latar Belakang : Air Susu Ibu (ASI) selain merupakan makanan paling baik untuk bayi, juga terbukti dapat mencegah penyakit pada bayi dan memberi manfaat bagi ibu, keluarga, dan masyarakat. Memberikan ASI selama 6 bulan dapat menyelamatkan 1,3 juta jiwa di seluruh dunia. Tahun 2016 capaian pemberian ASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Jekan Raya masih rendah. Tujuan Penelitian: Penelitian ini merupakan crosssectional study yang bersifat analitik Populasinya adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia 6-12 bulan. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan penelitian observasional analitik dengan metode Cross Sectional. Jumlah sampel yaitu sebanyak 79 responden. Adapun cara pengumpulan data dengan wawancara. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi-square (X2) dan Fisher Exact Test. Hasil penelitian: Variabel yang memiliki hubungan dengan pemberian ASI eksklusif yaitu pengetahuan (p=0,000). Sedangkan untuk variabel lainnya, yaitu umur (Fisher Exact Test = 0,120), pendidikan (p = 0,075) dan pekerjaan (p = 0,976) tidak menunjukkan adanya hubungan dengan pemberian ASI eksklusif. Kesimpulan: Variabel pengetahuan menunjukkan hubungan yang bermakna dengan pemberian ASI eksklusif. Variabel umur, pendidikan dan pekerjaan menunjukkan hubungan yang tidak bermakna dengan pemberian ASI eksklusif.