Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Kepadatan dan Kesesakan Dengan Stres Dan Intensi Proposal Pada Remaja Di Pemukiman Padat Lilih Cholidah; Djamuludin Ancok; Haryanto Haryanto
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 1 (1996)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitlan ini  bertujuan untuk melihat adanya hubungan antara ke· padatan dan kesesakan dengan stres  dan intensi prososlal pada remaja dipemukiman padat. Sebagai variabel bebas adalah kepadatan jumlah penghuni dan kesesakan sedangkan sebagai variabel tergantung adalah sires dan intensi prososlal.  Hipotesis da/am penelitian ini adalah: (1) Ada hubungan positif antara kepadatan dan  kesesakan dengan stres; (2) Ada  hubungan negatif antara kepadatan dan kesesakan dengan intensi prososia/. Subjek penelitian  adalah 80 remaja penghuni pe­ mukiman di Kelurahan Duri Utara, Kecamatan Tambora, Jakarta Baral. Penelitian ini menggunakan analisis kore/asi regresi ganda (multiple regression). Hasil ana/isis menunjukkan bahwa (1) ada hubungan positif antara kepadatan dan kesesakan dengan stres pada remaja, kepadatan dan  kesesakan  membenkan sumbangan secara bersama-sama ter­ hadap stres sebesar 17persen. (2) tidak ada hubungan antara kepada.tan dan kesesakan dengan intensi prososial pada remaja.
Hubungan Antara Jangka Waktu Pembinaan Dengan Penurunan Gejala-gejala Ketergantungan Narkotika Haryanto Haryanto; Siti Rahayu Harditono
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 2 No. 2 (1997)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol2.iss2.art5

Abstract

This study was intended to assess the effectiveness of religious in therapy rehabilitating drug addiction among adolescents in Inabah· 1, Pondok Pesantren Suryalaya. Tasikmalaya, West Java. The primary hypotheses was tested by calculating the correlation between durationof therapy and the decrease in drug addiction symptoms, which wasmeasured by "Physical Complaint Scales and Somatization Scales".Thirty five (35) adolescent drug abusers participated in this study. Pearson product moment correlation was used to analyze the relation­ship. The finding showed that duration of therapy was correlated withthe symptoms of drug addiction, was measured by physical complaint scales and was measured by somatization scales. It is suggested thatthe tonger the duration of the therapy, the shorter the symptoms ofdrugs addiction. Key words: drugs abused, religious therapy, Pondok PesantrenSuryataya
Pendayagunaan Kekuasaan Pemerintah Kota Banda Aceh Era Illiza Sa'aduddin Djamal Dalam Mewujudkan Kota Madani Reza Fahmi; Haryanto Haryanto
Journal of Governance and Social Policy Vol 1, No 2 (2020): DECEMBER 2020
Publisher : Department of Government Studies, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.616 KB) | DOI: 10.24815/gaspol.v1i2.18538

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana upaya-upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh era Illiza Sa’aduddin Djamal dalam mewujudkan kota madani. Untuk menjawab hal tersebut, penulis menggunakan konsep sumber daya kekuasaan dari Charles F. Andrain untuk melihat seberapa besar sumber daya kekuasaan yang dimiliki dan bagaimana sumber daya kekuasaan tersebut dimanfaatkan. Metode penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Aktor-aktor yang terlibat langsung dalam pelaksanaan syariat Islam di kota Banda Aceh terutama dari unsur pemerintah menjadi sumber data utama dalam penelitian ini. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sumber daya kekuasaan yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Banda Aceh cukup besar. Walaupun demikian, refleksi atas upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh dalam mewujudkan kota madani menunjukkan bahwa sumber daya yang dimiliki masih belum dapat dimaksimalkan, sehingga hal ini berimbas pada hasil akhir yang dapat dicapai. Sekalipun upaya untuk mewujudkan kota madani belum bisa terwujud sepenuhnya, pada dasarnya dapat dimaknai bahwa Pemerintah Kota sedang membangun tatanan sumber daya yang lebih kuat, dukungan yang lebih memadai lewat partisipasi masyarakat untuk ikut andil bersama meningkatkan pelaksanaan syariat Islam guna mewujudkan Banda Aceh menjadi kota madani. This study aims to explain how the efforts made by the Banda Aceh City Government in the era of Illiza Sa'aduddin Djamal in realizing a civilized city. To answer this, the author uses the concept of power resources from Charles F. Andrain to see how much power resources are owned and how these power resources are utilized. The research method is qualitative with a case study approach. The data collection technique was carried out by the interview. Actors who are directly involved in the implementation of Islamic law in the city of Banda Aceh, especially from government elements, are the main data sources in this study. The results showed that the power resources owned by the Banda Aceh City Government were quite large. However, reflections on the efforts that have been made by the Banda Aceh City Government in realizing a civilian city show that the resources they have are still not maximized, so this has an impact on the final results that can be achieved. Even though the effort to realize a civil city has not yet been fully realized, it can basically be interpreted that the City Government is building a stronger resource structure, more adequate support through community participation to take part in increasing the implementation of Islamic law in order to make Banda Aceh a civil city.
Pendayagunaan Kekuasaan Pemerintah Kota Banda Aceh Era Illiza Sa'aduddin Djamal Dalam Mewujudkan Kota Madani Reza Fahmi; Haryanto Haryanto
Journal of Governance and Social Policy Vol 1, No 2 (2020): DECEMBER 2020
Publisher : Department of Government Studies, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/gaspol.v1i2.18538

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana upaya-upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh era Illiza Saaduddin Djamal dalam mewujudkan kota madani. Untuk menjawab hal tersebut, penulis menggunakan konsep sumber daya kekuasaan dari Charles F. Andrain untuk melihat seberapa besar sumber daya kekuasaan yang dimiliki dan bagaimana sumber daya kekuasaan tersebut dimanfaatkan. Metode penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Aktor-aktor yang terlibat langsung dalam pelaksanaan syariat Islam di kota Banda Aceh terutama dari unsur pemerintah menjadi sumber data utama dalam penelitian ini. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sumber daya kekuasaan yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Banda Aceh cukup besar. Walaupun demikian, refleksi atas upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh dalam mewujudkan kota madani menunjukkan bahwa sumber daya yang dimiliki masih belum dapat dimaksimalkan, sehingga hal ini berimbas pada hasil akhir yang dapat dicapai. Sekalipun upaya untuk mewujudkan kota madani belum bisa terwujud sepenuhnya, pada dasarnya dapat dimaknai bahwa Pemerintah Kota sedang membangun tatanan sumber daya yang lebih kuat, dukungan yang lebih memadai lewat partisipasi masyarakat untuk ikut andil bersama meningkatkan pelaksanaan syariat Islam guna mewujudkan Banda Aceh menjadi kota madani.This study aims to explain how the efforts made by the Banda Aceh City Government in the era of Illiza Sa'aduddin Djamal in realizing a civilized city. To answer this, the author uses the concept of power resources from Charles F. Andrain to see how much power resources are owned and how these power resources are utilized. The research method is qualitative with a case study approach. The data collection technique was carried out by the interview. Actors who are directly involved in the implementation of Islamic law in the city of Banda Aceh, especially from government elements, are the main data sources in this study. The results showed that the power resources owned by the Banda Aceh City Government were quite large. However, reflections on the efforts that have been made by the Banda Aceh City Government in realizing a civilian city show that the resources they have are still not maximized, so this has an impact on the final results that can be achieved. Even though the effort to realize a civil city has not yet been fully realized, it can basically be interpreted that the City Government is building a stronger resource structure, more adequate support through community participation to take part in increasing the implementation of Islamic law in order to make Banda Aceh a civil city.