Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Fly Ash Untuk Penanganan Limbah Cair Amonia Slamet Slamet; Karina Kalmapuspita Imas
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 39 No. 2 Oktober 2017
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v39i2.3144

Abstract

Komposit abu terbang/TiO2 berhasil dibuat menggunakan TiO2 P25, abu terbang dari PT Pupuk Kaltim, dan surfaktan kationik hexadecyltrimethylamonium bromide (HTAB). Komposit dikarakterisasi Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive X-Ray Analysis (SEM-EDX) serta diuji coba untuk mendegradasi amonia dalam fotoreaktor. Perbandingan massa abu terbang dan TiO2 yang optimum adalah 2:1 (1 g/250 mL limbah cair amonia) dan dapat mengeliminasi amonia cair sebesar 79 % dalam 180 menit. pH optimum untuk mendegradasi amonia adalah pH 11. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa abu terbang dapat dimanfaatkan untuk mendegradasi amonia cair di lingkungan dengan bantuan fotokatalis TiO2. Pada penelitian ini juga dibahas kinetika reaksi degradasi amonia yang mengikuti model kinetika Langmuir-Hinshelwood.
Pemanfaatan Limbah Fly Ash Untuk Penanganan Limbah Cair Amonia Slamet Slamet; Karina Kalmapuspita Imas
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 39 No. 2 Oktober 2017
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.921 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v39i2.3144

Abstract

Komposit abu terbang/TiO2 berhasil dibuat menggunakan TiO2 P25, abu terbang dari PT Pupuk Kaltim, dan surfaktan kationik hexadecyltrimethylamonium bromide (HTAB). Komposit dikarakterisasi Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive X-Ray Analysis (SEM-EDX) serta diuji coba untuk mendegradasi amonia dalam fotoreaktor. Perbandingan massa abu terbang dan TiO2 yang optimum adalah 2:1 (1 g/250 mL limbah cair amonia) dan dapat mengeliminasi amonia cair sebesar 79 % dalam 180 menit. pH optimum untuk mendegradasi amonia adalah pH 11. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa abu terbang dapat dimanfaatkan untuk mendegradasi amonia cair di lingkungan dengan bantuan fotokatalis TiO2. Pada penelitian ini juga dibahas kinetika reaksi degradasi amonia yang mengikuti model kinetika Langmuir-Hinshelwood.
Analysis of Gas Sweetening Unit for Natural Gas Using Membrane and aMDEA Technology with High CO2 Concentration > 60 % in XYZ Field Zenda Christian Adhiatama; slamet slamet
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 20, No 1 (2025): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2025)
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v20i1.39423

Abstract

The XYZ field in Jatibarang, West Java, processes 19 MMSCFD of gas with CO2 content over 60%, which does not meet the 8% CO2 limit required by the gas sales agreement. Traditional absorption technologies, while effective, have high energy demands. This study aims to optimize CO2 removal by combining membrane technology with aMDEA solvent-based absorption. Aspen Hysys software was used to simulate this combined approach, with aMDEA solvent chosen for its low corrosivity and high CO2 absorption rate. The membrane technology reduces CO2 levels initially, while the aMDEA solvent further lowers them to below 8%. Simulation results show that the combined system can reduce CO2 levels to 7.949% with a sweet gas flow rate of 7.108 MMSCFD. The process requires a membrane area of 4,611 m and 172,960 lb/hr of solvent. This approach offers an effective solution for gas sweetening in fields with high CO2 concentrations, providing a more energy-efficient alternative to traditional methods.