Fariza Nurlianna
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMETAAN STATUS EKONOMI DENGAN MALNUTRISI PADA BALITA BERUSIA 0-59 BULAN Fariza Nurlianna
Kesmas Indonesia Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2021.13.1.2809

Abstract

Berdasarkan Profil Kesehatan Kabupaten Sleman tahun 2018, sebaran prevalensi malnutrisi di wilayah kerja Puskesmas Kalasan semuanya melebihi renstra Kabupaten Sleman. Prevalensi balita gizi buruk tertinggi, prevalensi balita stunting berada pada urutan kedua tertinggi, dan prevalensi balita wasting pada urutan keempat tertinggi. Gizi buruk, kurus, dan stunting merupakan bentuk manifestasi dari adanya gangguan pada proses pertumbuhan. Tujuan penelitian adalah untuk meneliti heterogenitas ekonomi dan korelasinya dengan malnutrisi secara spasial serta memetakan wilayah-wilayah terkait malnutrisi. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan penentuan sample purposive clauster sampling, sebanyak 615 balita. Subyek dari penelitian adalah semua balita berusia 0-59 bulan di Desa Selomartani. Variabel bebas yaitu underweight, stunting dan wasting. Sedangkan variable terikat yaitu status ekonomi dengan kategori miskin dan tidak miskin. Analisis data menggunakan korelasi Spearman dilanjut dengan pemetaan menggunakan aplikasi ArcGIS. Prevalensi balita yang menderita underweight sebesar 13,7%, stunting sebesar 8,1% dan wasting sebesar 3,1%. Status ekonomi keluarga balita yang termasuk dalam keluarga miskin sebesar 7%. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan status ekonomi dengan underweight (r=0,039), tidak ada hubungan status ekonomi dengan stunting (r=0,012) dan tidak ada hubungan status ekonomi dengan wasting (r=0,025). Malnutrisi ada di semua strata status ekonomi baik itu pada keluarga miskin maupun pada keluarga tidak miskin.
PEMETAAN STATUS EKONOMI DENGAN MALNUTRISI PADA BALITA BERUSIA 0-59 BULAN Fariza Nurlianna
Kesmas Indonesia Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2021.13.1.2809

Abstract

Based on the Health Profile of Sleman Regency in 2018, the distribution of malnutrition prevalence in the working area of ​​the Kalasan Health Center all exceeded the Sleman District Strategic Plan. The prevalence of underweight is highest, the prevalence of stunting is the second highest, and the prevalence of wasting at the fourth highest. Underweight, wasting, and stunting are manifestations of a disturbance in the growth process. The research objective is to examine economic heterogeneity and its correlation with spatial malnutrition and to mapping areas related to malnutrition. The study used a cross sectional design with the determination of a sample of purposive cluster sampling, as many as 615 toddlers. The subjects of the study were all children aged 0-59 months in Selomartani Village. The independent variables are underweight, stunting and wasting. The dependent variable is the economic status. Data analysis using Spearman correlation was continued by mapping using the ArcGIS application. The prevalence of underweight 13.7%, stunting 8.1% and wasting 3.1%. The economic status included in poor families is 7%. The results showed no relationship between economic status and underweight (r = 0.039), no relationship between economic status and stunting (r = 0.012) and no relationship between economic status and wasting (r = 0.025). Malnutrition exists in all strata of economic status both in poor families and in non-poor families.