Juariah Juariah
Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERSEPSI ORANG DEWASA TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA AWAL (STUDI KASUS DI JALUR PANTAI UTARA, JAWA BARAT) Juariah Juariah
Kesmas Indonesia Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.289 KB) | DOI: 10.20884/1.ki.2019.11.2.1901

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi orang dewasa tentang kesehatan reproduksi remaja awal di daerah Pantai Utara Jawa Barat. Penelitian kualitatif ini dilaksanakan di Kecamatan Pusakajaya Kabupaten Subang pada Bulan Juli 2017. Informan ditetapkan secara purposif yaitu orangtua, guru dan tokoh masyarakat berjumlah 45 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan Diskusi Kelompok Terarah. Data yang terkumpul dianalisis dengan analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masalah utama kesehatan reproduksi remaja awal di daerah pantai utara adalah kehamilan yang tidak diinginkan untuk remaja putri dan merokok serta menggunakan NAPZA untuk remaja putra. Beberapa permasalahan yang berdampak terhadap kesehatan reproduksi remaja antara lain remaja menjadikan teman sebagai panutan, kesulitan orang dewasa berkomunikasi dengan remaja terkait kesehatan reproduksi, keterbatasan kurikulum, bahan dan alat bantu pengajaran kesehatan reproduksi di sekolah. Kemiskinan, lingkungan yang negatif dan kurangnya perhatian pemerintah setempat merupakan tantangan yang harus diselesaikan. Beberapa solusi yang ditawarkan adalah memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kapasitas sekolah dalam memberikan pendidikan kesehatan reproduksi serta menyadarkan seluruh lapisan masyarakat secara terus menerus dengan didukung kebijakan pemerintah. Mengeksplorasi persepsi orang dewasa mengenai kesehatan reproduksi remaja awal dilakukan sebagai bentuk pelibatan sejak tahapan awal desain program agar mereka dapat menjadi mitra yang efektif dalam menemukan dan memenuhi kebutuhan kesehatan reproduksi remaja.
PERAN DAN FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU GURU DALAM PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KABUPATEN SUBANG TAHUN 2019 Juariah Juariah; joko irianto irianto
Jurnal Kesehatan Reproduksi Vol 11 No 1 (2020): JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI VOLUME 11 NOMOR 1 TAHUN 2020
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/kespro.v11i1.3092

Abstract

Abstract Background: Teachers have an important role in providing reproductive health education for adolescents. Objective: To analyze the relationship of characteristics, training, knowledge, attitude, identities and school supports with teacher behavior in providing adolescent reproductive health education. Method: This study was an analytical research with cross-sectional design. The number of sampel were 71 schools that was determined by systematic random sampling. The number of respondents were 421 teachers. The independent variables were characteristics, training, knowledge, attitudes, identities and school supports. The dependent variable was teachers behavior in providing reproductive health education. Data were collected through interviews. The data were analyzed using Chi Square Test and multiple logistic regression. Result: Factors related to teacher behavior in providing adolescent reproductive health education were gender (OR: 1.64; 95% CI: 1.105-2.437), employment status (OR: 1.55 ; 95% CI: 1.03-2.34 ), training participation (OR:1.78; 95% CI: 1.210-2.623), knowledge (p: 0.000), attitude (OR: 5,81 ; 95% CI: 4.412-7.650), facilities (OR: 1749.52 ; 95% CI: 457.670-6688.005) and implementation (OR: 2008.95; 95% CI: 512.397-7876.487). The most dominant factors related to the teachers’ behavior in providing reproductive health education were facilities (OR: 110.49; 95% CI: 22.21-549.52) and implementation (OR: 139.28; 95% CI: 28.56- 679.30). Conclusion: Adequate support of learning facilites and aspects of implementation had major contribution to the behavior of teachers in providing reproductive health education. Keywords: teacher behavior, education, adolescent reproductive health Abstrak Latar belakang: Guru memiliki peranan penting dalam memberikan pendidikan kesehatan reproduksi pada remaja. Tujuan: Menganalisis hubungan karakteristik, pelatihan, pengetahuan, sikap, identitas dan dukungan sekolah dengan perilaku guru dalam memberikan pendidikan keehatan reproduksi remaja. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain potong lintang. Sampel ditetapkan dengan systematic random sampling berjumlah 71 sekolah. Responden berjumlah 421 orang guru. Variabel independen adalah karakteristik, pelatihan, pengetahuan, sikap, identitas dan dukungan sekolah. Variabel dependen adalah perilaku guru dalam memberikan pendidikan kesehatan reproduksi. Data dikumpulkan melalui wawancara. Data dianalisis dengan uji Chi-square dan regresi logistik ganda. Hasil: Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku guru dalam memberikan pendidikan kesehatan reproduksi remaja adalah jenis kelamin (OR:1,64; 95% CI: 1,105-2,437), status kepegawaian (OR: 1,55 ; 95% CI: 1,03-2,34 ), keikutsertaan pelatihan (OR:1,78; 95% CI: 1,210-2,623), pengetahuan (p: 0,000), sikap (OR: 5,81 ; 95% CI: 4,412-7,650), sarana (OR: 1749,52 ; 95% CI: 457,670-6688,005) dan pelaksanaan (OR: 2008,95; 95% CI: 512,397-7876,487). Faktor yang paling dominan berhubungan dengan perilaku guru dalam memberikan pendidikan kesehatan reproduksi adalah sarana (OR: 110,49; 95% CI: 22,21-549,52) dan pelaksanaan (OR: 139,28; 95% CI: 28,56- 679,30). Kesimpulan: Dukungan sarana pembelajaran yang memadai dan aspek pelaksanaan memiliki kontribusi utama terhadap perilaku guru dalam memberikan pendidikan kesehatan reproduksi. Kata kunci: perilaku guru, pendidikan, kesehatan reproduksi remaja
Adolescents' reproductive health in north coastal line West Java: perceptions of adults Juariah Juariah
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.066 KB) | DOI: 10.22146/bkm.37288

Abstract

PurposeThe aims of this study were to explore adults’ perceptions of issues related to adolescents reproductive health in North Coastal line of West Java, difficulty experiences of adults to help adolescents in dealing with their reproductive health problems and also perceptions of adults about solutions for adolescents reproductive health problems.MethodThis qualitative study was be done in Pusakajaya, Subang District, West Java Province. Number of informants were 45 adults people. They were teachers, parents and community leaders. Focus Group Discussion and Indepth Interview provided data for the content analysis. ResultsThis study showed that the mayor problems of adolescents reproductive health in this community were unintended pregnancy for the girls and smoking and substance misuse for the boys. The adults had some difficulties in interaction with adolescents. The teens preferred to make peers as their role models was an impediment. Troubles in adult-adolescent communication also accured. Teachers had diversity providing information on reproductive health due to the limitations of reference in the curriculum, materials and teaching aids. Poverty, residential environment of the adolescents, less attention from the local government were some barriers and challenges impacting adolescent reproductive health. Strengthening the family, increasing the schools capacity to give reproductive health information, continuous sensitization that supported by government regulation were identified by the informants as solutions in facing adolescent reproductive health problems. ConclusionInvolving adults to find the issues of adolescent reproductive health provide an overview of adolescent reproductive health, difficulty in dealing with adolescents and solutions that can be done to solve the problem of adolescent reproductive health