Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENYEBAB PELARIAN ANAK DIDIK PEMASYARAKATAN DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KELAS I KUTOARJO Egitya Firdausyah
SUPREMASI : Jurnal Hukum Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/supremasi.v4i1.384

Abstract

Dalam Permenkumham Nomor 18 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pembinaan Khusus Anak selanjutnya disebut LPKA merupakan tempat bagi Anak Didik Pemasyarakatan (Andikpas) untuk menjalankan masa pidana. Kasus kejahatan yang banyak melibatkan anak menjadikan anak tersebut harus berada dalam LPKA sebagai bentuk pertanggungjawabannya. Melihat pada psikologi anak yang masih labil dan dihadapkan pada realita bahwa anak tersebut harus masuk kedalam LPKA tentu akan menimbulkan dampak negatif disisi dampak positif pemenjaraan bagi anak. Dampak negatif berupa timbulnya gangguan keamanan dan ketertiban yang berupa pelarian oleh Andikpas. Sehingga dalam penelitian ini akan membahas terkait faktor penyebab pelarian Andikpas di LPKA Kelas I Kutoarjo. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus baik dengan wawancara maupun merujuk pada bahan literatur dengan teknik analisis kualitatif. Hasil dari analisis penyebab pelarian Andikpas adalah berasal dari faktor internal yakni dari diri Andikpas sendiri dan faktor eksternal yakni berasal dari kondisi LPKA Kelas I Kutoarjo.
ANALISIS PRAKTIK PELAKSANAAN PROGRAM COMUNITY BASED CORRECTION DI NEGARA MAJU (CHINA, AUSTRALIA, DAN SELANDIA BARU) Egitya Firdausyah; Mitro Subroto
JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora Vol 9, No 6 (2022): JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.068 KB) | DOI: 10.31604/justitia.v9i6.3004-3013

Abstract

Community based corrections (CBC) diartikan sebagai variasi sanksi dan program pemidanaan noninstitusional dengan: 1) mengalihkan terdakwa dari sistem peradilan pidana, 2) hukuman dan program berupa pembatasan terhadap terpidana selama menjalani hukuman di masyarakat, dan 3) perancangan upaya transisi terpidana ke dalam masyarakat. Adapun hasil analisis terkait pelaksanaan CBC di negara maju diperoleh data bahwa bentuk CBC di Negara China yakni public surveillance, probation, parole, hukuman sementara di luar penjara, dan perampasan hak-hak politis. Di Australia, program CBC yakni probation atau supervised recognisance, pelayanan masyarakat, dan parole. Di Selandia Baru, berupa pidana bersyarat. Di China, karakteristik CBC adalah pendekatan personal dimana nilai, tingkah laku, dan perilaku narapidana dikontrol untuk membangun ulang pemikiran dan perilaku dengan menggunakan pendekatan sentimental. Di Australia, program supervisi tersebut memunculkan isu finansial dan SDM yang perlu ditingkatkan dan diperbaiki. Di Selandia Baru, petugas harus mampu bekerjasama sama dengan narapidana dan dapat memberikan motivasi kepada mereka.