Fitriani Fitriani
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MEMBANGUN BINA DAMAI MELALUI SISTEM KEKERABATAN (DALIHAN NA TOLU DAN RAKUT SITELU) DI KABANJAHE KABUPATEN TANAH KARO Fitriani Fitriani
Studia Sosia Religia Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ssr.v1i2.6479

Abstract

AbstrakKeragaman orang di Indonesia, yang terdiri dari berbagai macam suku, agama, ras dan budaya, adalah salah satu keunikan untuk bangsa ini. Begitu juga dengan kerukunan masyarakat yang didukung oleh sistem kekerabatan dalam bentuk nilai atau norma yang terkandung dalam agama dan budaya yang nantinya akan mampu membangun perdamaian dan menjaga kerukunan dalam kehidupan beragama. Penelitian kualitatif antropologis ini bertujuan untuk mengungkap kehidupan orang-orang yang secara budaya penting dapat dilihat sebagai perilaku keagamaan dalam kehidupan orang Batak di Kabanjahe yang terkait dengan pembangunan perdamaian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal digunakan sebagai alat pemersatu, harmonisasi di tengah pluralitas masyarakat karo multikultural.Kata kunci: Bina Damai, Sistem Kekerabatan; Dalihan na tolu dan Rakut SiteluAbstractThe diversity of people in Indonesia, which consists of various kinds of tribes, religions, races and cultures, is unique for this nation. Likewise with the harmony of the community which is supported by a kinship system in the form of values or norms contained in religion and culture which will later be able to build up peace and maintain harmony in religious life. This anthropological qualitative study aims to reveal the lives of people who are culturally essential can be seen as religious behavior in the lives of Batak people in Kabanjahe associated with peace-building. The research findings show that local wisdom is used as a unifying tool, harmonization in the midst of a plurality of multicultural karo societies.Keywords: Dalihan na tolu, Kinship System; Peace Building, Rakut Sitelu