Mata pelajaran matematika memiliki karateristik tersendiri, dimana materinya tidak dapat dikuasai tanpa pemahaman dan penghayatan. Untuk dapat memahami materi yang disampaikan oleh guru, siswa harus memiliki minat dalam setiap pembelajaran. Selama ini, siswa acuh tak acuh terhadap pembelajaran yang disampaikan oleh guru, dikarenakan pembelajaran berlangsung secara konvensional. Untuk mengatasi masalah tersebut peneliti memberikan solusi berupa pemberian tindakan terhadap proses pembelajaran dalam bentuk penelitian tindakan kelas dengan menerapkan model pembelajaran Talking Stick. Penelitian ini terdiri dari dua siklus dimana untuk setiap siklus dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Model pembelajaran Talking Stick adalah suatu model pembelajaran yang mengutamakan adanya kelompok-kelompok dan juga permainan yang mengandalkan tongkat sebagai media belajar. Yang menjadi tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa dengan menerapkan Model Pembelajaran Talking Stick dan mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Talking Stick dalam proses pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus s.d September 2021 di Kelas V-A SDN 071014 Dima dengan jumlah siswa 25 orang, laki-laki 10 orang dan perempuan 15 orang. Adapun hasil dari penelitian ini adalah hasil belajar siswa pada pelajaran matematika meningkat dengan penerapan model pembelajaran Talking Stick, pada akhir siklus rata-rata hasil belajar siswa 83,76 dengan persentase ketuntasan 92% dan rata – rata hasil refleksi pelaksanaan proses pembelajaran diakhir siklus mencapai 86,21 % . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika di Kelas V-A SDN 071014 Dima meningkat dengan penerapan model pembelajaran Talking Stick dan Proses pembelajaran matematika di Kelas V-A SDN 071014 Dima terperbaiki dengan penerapan model pembelajaran Talking Stick