Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DINAMIKA SOSIAL DAN BUDAYA DALAM PERENCANAAN ARSITEKTUR PADA MASSA PANDEMI Dini Hardilla; Kelik Hendro Basuki; Nugroho Ifadianto; Dona Jhonnata
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 23 No 2 (2021): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v23i2.142

Abstract

Perubahan yang terjadi di masyarakat akibat adanya dinamika perkembangan zaman dan terjadinya pandemic, secara garis besar menimbulkan terjadinya perubahan dalam kontek social dan budaya di masyarakat. Perubahan-perubahan ini yang kemudian dimanifestasikan dalam perilaku masyakarakat dalam berbagai hal di kehidupan sehari-hari, tidak terkecuali dalam kegiatan perancangan dan pembangunan arsitektural. Arsitektur yang seyogyanya merupakan hasil pemahaman dan pemikiran manusia yang dituangkan dalam sebuah tatanan fisik dan diwujudkan melalui keberagaman budaya. Arsitektur memberikan pemahaman tentang bagaimana identitas social, baik dalam bermasyarakat maupun lingkungannya, sebagai pertanda bahwa dinamika budaya telah mengalami perkembangannya secara pesat. Kajian dinamika social dana budaya dibutuhkan untuk menghasilkan desain arsitektur yang kreatif dan inovatif. Kajian ini akan melihat bagaimana perubahan social dan budaya masyarakat, baik yang dipengaruhi oleh kondisi pandemic ataupun bukan, dapat mempengaruhi sebuah desain dan perkembangannya. Penelitian ini dapat menjadi dasar bagi arsitektur dalam merancang sebuah desain, dengan menggunakan metode rasionalisme dan etnografi pada masa mendatang.
KOMPARASI ALAT PENILAIAN SERTIFIKASI BANGUNAN HIJAU GREENSHIP DAN LEED (STUDI KASUS GEDUNG KULIAH B FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS, UNIVERSITAS LAMPUNG) Rizqi Stiowati; Nugroho Ifadianto
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2025.v15i2.006

Abstract

Isu pemanasan global dan tingginya konsumsi energi pada sektor konstruksi mendorong pentingnya penerapan konsep green building, khususnya pada bangunan pendidikan. Gedung Kuliah B Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung yang baru dibangun menjadi objek yang relevan untuk dianalisis keberlanjutannya berdasarkan alat penilaian sertifikasi bangunan hijau. Analisis ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam perancangan kampus yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan alat penilaian sertifikasi bangunan hijau antara GREENSHIP untuk Gedung Terbangun Versi 1.1 (Existing Building/EB) dari Indonesia dan LEED for Building Design and Construction (LEED BD+C) dari Amerika Serikat, serta mengevaluasi penerapannya pada Gedung Kuliah B. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif komparatif dengan desain studi kasus kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan pengelola gedung, dan studi literatur terhadap dokumen serta standar terkait. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, yang kemudian divalidasi menggunakan triangulasi sumber dan metode. Fokus utama penelitian ini adalah membandingkan aspek teknis dalam kedua alat penilaian, meliputi efisiensi energi, konservasi air, kualitas udara dalam ruangan, penggunaan material, serta manajemen lingkungan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gedung B telah memenuhi beberapa aspek dasar keberlanjutan seperti pencahayaan alami, area hijau, dan pengelolaan sampah. Namun, terdapat kekurangan pada konservasi air, energi terbarukan, dan pengendalian iklim mikro. GREENSHIP lebih menitikberatkan pada efisiensi lokal dan manajemen tapak, sedangkan LEED menekankan inovasi dan isu lingkungan global.