Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS STIGMA SOSIAL TERHADAP PENYINTAS COVID – 19 DI KABUPATEN KLATEN Veronica Anggun Prastika; Abdul Rahman; Yosafat Hermawan
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 24 No 1 (2022): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v24i1.246

Abstract

Penelitian stigma sosial terhadap penyintas Covid-19 di Kabupaten Klaten bertujuan untuk mengkaji perkembangan stigma dan dampak stigma sosial yang dialami oleh penyintas Covid-19. Dengan pendekatan studi kasus dan metode kualitatif, data dikumpulkan dengan wawancara mendalam dan melibatkan 20 informan yang dipilih secara purposive sampling. Teori stigma Erving Goffman digunakan sebagai pisau analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para penyintas Covid-19 dan keluarganya mengalami variasi bentuk stigma sosial. Pertama, setelah dinyatakan positif covid-19, mereka dilabeli sebagai penyebar dan penular virus Covid-19. Kedua, muncul massive stereotype yang menghakimi mereka sebagai individu berbahaya, menakutkan, dan terus menularkan virus. Ketiga, mereka telah dikucilkan secara terencana dan terpisahkan dalam interaksi sosial. Keempat, berkembang juga tindakan diskriminatif dalam kegiatan sosial dan pekerjaan dalam kehidupan sehari-hari. Kelima, stigma sosial telah menjadi penyebab utama para penyintas Covid-19 telah mengidap stress, cemas, khawatir, sakit hati, emosi tinggi, dan trauma. Tindakan stigma sosial kepada penyintas Covid-19 dan dampaknya perlu segera dihentikan agar masyarakat bangkit menjalani kehidupan keluarga yang harmonis dan interaksi sosial yang normal. Kata Kunci: Stigma Sosial, Penyintas Covid-19, Dampak, Erving Goffman
Eksistensi sedekah bumi di era modern: Desa wisata Plesungan Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar Nabila Masruroh; Abdul Rahman; Yosafat Hermawan
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 5 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v5i2.17209

Abstract

Masyarakat Jawa tidak lepas dengan budaya juga tradisi yang menjadi ciri khas daerahnya. Salah satunya tradisi sedekah bumi di Jawa menjadi manifestasi bentuk rasa syukur. Warga Plesungan masih menjaga tradisi ini meskipun mayoritas bukan petani dan tergolong masyarakat urban. Tujuan penelitian ini melihat sejarah tradisi sedekah bumi di era modern, makna yang terkandung pada tradisi sedekah bumi, proses tradisi dan dinamika untuk menyimpulkan eksistentesinya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk menggambarkan fakta tentang tradisi sedekah bumi.  Sumber data penelitian adalah informan dan fenomena tradisi sedekah bumi. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan menggunakan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi sedekah bumi telah dilaksanakan turun-temurun sejak nenek moyang, masyarakat melihat tradisi ini wajib dilaksanakan dan dilestarikan karena banyak menanamkan nilai-nilai luhur yang baik seperti gotong royong juga silaturahmi dengan adanya perubahan tersebut masyarakat Desa Plesungan mengambil sisi baik sebagai pengenalan tradisi sedekah bumi kepada generasi penerus agar tidak hilang ditelan zaman.                                 Javanese society cannot be separated from the culture and traditions that characterize the region. One of them is the earth alms tradition in Java which is a manifestation of gratitude. The people of Plesungan still maintain this tradition even though the majority are not farmers and belong to the urban community. The purpose of this study is to look at the history of the earth alms tradition in the modern era, the meaning contained in the earth alms tradition, the traditional process and the dynamics to conclude its existence. The research method used is descriptive qualitative to describe facts about the earth alms tradition. Sources of research data are informants and the phenomenon of the earth alms tradition. Data collection techniques by observation, interviews, and documentation. The data analysis technique uses three stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. This study concludes that the earth alms tradition has been carried out from generation to generation since the ancestors, the community sees this tradition as obligatory to be implemented and preserved because it instills many good noble values ​​such as mutual cooperation and friendship. the tradition of giving the earth alms to the next generation so that it is not lost in time.