Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PERANCANGAN MEJA KURSI PORTING DENGAN KONSEP ERGONOMI GUNA MEMPERBAIKI POSTUR KERJA Ockyta Pinandita Kusuma; Rahmatul Ahya; Darsini Darsini
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v1i2.1300

Abstract

Porting polish merupakan salah suatu faslitas dalam dunia otomotif yang menawarkan  bagi konsumen untuk merubah sistem pada mesin terutama pada sepeda motor untuk menambah tenaga dan memperlancar bahan bakar ke ruang bakar. Posisi kerja pada pemortingan yang kebanyakan mekanik lakukan dapat disebut kurang nyaman sehingga diperlukannya perancangan alat bantu kerja. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat bantu kerja berupa meja kursi porting dengan konsep ergonomi guna memperbaiki postur kerja yang  dilakukan di bengkel motor dengan fasilitas porting di Kabupaten Wonogiri, dengan subjek 25 bengkel motor serta 25 mekanik dan menganalisis tingkat kenyamanan kerja mekanik setelah menggunakan rancangan meja kursi porting. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan wawancara dan observasi, yang berupa pengukuran data antropometri dan kuesioner Nordic Body Map (NBM). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji keseragaman, uji kecukupan, perhitungan persentil, perhitungan nilai aspek kenyamanan. Hasil pengujian keseragaman dan kecukupan data antropometri menunjukan bahwa dat yang diperoleh seragam dan data sudah dianggap cukup. Hasil perhitungan persentil yang menggunakan persentil 95 adalah ada tinggi permukaan meja, sedangkan yang menggunakan persentil 50 adalah tinggi alas duduk, panjang alas duduk, panjang meja, lebar meja, sedangkan untuk persentil 5 adalah lebar alas duduk dan laci meja. Sedangkan hasil nilai aspek kenyamanan menggunakan tingkat keluhan dengan perbandingan hasil kuisioner NBM awal kerja dengan kuisioner NBM setelah ada alat bantu dan hasil didapatkan berupa skor dan tingkat resiko dari jumlah skor. Dimana keluhan mengalami penurunan signifikan dari yang resiko tinggi menjadi resiko rendah. Hasil didapatkan rata-rata mekanik setuju dengan adanya rancangan meja kursi porting dimana mengubah postur kerja yang sebelumnya kurang nyaman menjadi lebih nyaman dalam pengerjaan porting.
PENGARUH KECEPATAN SPINDEL DAN PANJANG PAHAT TERHADAP KEKASARAN BAJA LUNAK ST 40 Oktafianto Nugroho; Ainur Komariah; Darsini Darsini
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1106.204 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh kecepatan spindel dan panjang pahat terhadap kekasaran permukaan baja lunak ST 40. Benda kerja dibuat dengan variasi kecepatan spindel 450 rpm, 560 rpm dan 710 rpm. Variasi panjang pahat adalah 8mm, 12mm dan 16mm. Total terdapat 9 kelompok perlakuan. Tiap kelompok perlakuan dibuat 3 sampel, tiap sampel diukur tingkat kekasarannya sebanyak 5 kali. Total data adalah 135. Pengukuran kekasaran dilakukan dengan Surface test SJ – 201P dengan ketelitian 1 μ inch. Data dianalisis menggunakan analisis variansi satu arah dan dua arah dengan interaksi. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa kecepatan spindel, panjang pahat, dan interaksi di antara keduanya berpengaruh signifikan terhadap kekasaran permukaan benda kerja material ST 40.
ANALISIS KELUHAN MUSCULOSKELETAL PADA AKTIVITAS PEKERJA KULI PANGGUL Darsini Darsini; Indra Wahyu Budiyanto
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN 2019 BUKU I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.5754

Abstract

Keluhan Musculoskeletal Disorder (MsDs) merupakan salah satu penyakit akibat kerja. Bekerja dengan memanggul barang dagangan melebihi batas kuli panggul akan mengakibatkan meningkatnya resiko penyakit akibat kerja. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat pengaruh berat beban yang di bawa kuli panggul terhadap beban kerja dilihat dari aspek keluhan musculoskeletal disorders di pasar Legi Surakarta, dengan menggunakan metode Standard Nordic Questionnaire (SNQ), Rapid Entire Body Assissment (REBA) dan Ovako Working Analysis System (OWAS), sedangkan analisis data dilakukan dengan menggunakan metode REBA dan OWASkepada pekerja kuli panggul yang berumur antara 20-50 tahun. Dengan menggunakan metode SNQ untuk beban 50 kg menunjukan bagian tubuh pekerja yang dikeluhkan pada pinggang, punggung, lengan dan tangan; sedang dengan beban 75 kg, pekerja tubuh yang dikeluhkan pada pinggang, punggung, betis dan tangan, hal ini bahwa ada pengaruh secara nyata antara beban kerja 50 kg dan 75 kg terhadap keluhan musculoskeletal. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan metode OWAS terhadap penilaian postur kerja pada pekerja kuli panggul diperoleh nilai 3 dan 4 yang artinya termasuk kategori berbahaya dan perlu perbaikan segera mungkin. Sedangkan metode REBA diperoleh nilai 8 dan 9 yang artinya tingkat level resiko tinggi dan perlu perbaikan segera mungkin.
Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Depresi Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisa (Studi Korelasi Di Rumah Sakit Gatoel Mojokerto) Darsini Darsini
coba Vol 4 No 2 (2016): Mei 2016
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.681 KB) | DOI: 10.32831/jik.v4i2.83

Abstract

Depression is a psychological effect that is common in patients with chronic health problems such as ESRD (End Stage Renal Disease). Depression is often associated with increased morbidity of the disease. The results of preliminary studies that the researchers did found that 85% of patients with chronic renal failure undergoing regular hemodialysis at Gatoel Hospital Mojokerto depressed. Strong support system can speed up recovery of depressive episodes. The purpose of this study to determine the relationship of family support with levels of depression chronic renal failure patients undergoing hemodialysis. The research is to the type of research corellation. The population in this study were patients with chronic renal failure undergoing hemodialysis at Gatoel Hospital Mojokerto by the number of samples taken by 30 respondents with technique thst is consecutive sampling. The results showed that the majority (90%) patients with chronic renal failure undergoing hemodialysis were depressed with the largest proportion is mild and moderate depression (40%). Judging from the absence of family support is known that most of the 53% get enaugh family support. Spearman Rank Test results of the analysis results obtained p = 0,020 < α = 0,05, so Ha is received it means there is a relationships of family support with levels of depression chronic renal failure patients undergoing hemodialysis at Gatoel Hospital Mojokerto. Family support is an important form of support system for patients who are depressed. Family support appropriate and as required improved the lives an improve quality of live. Families can always be expected to provide support so that patients can develop coping mechanism and problem solving are effective. Keywords : Family Support, Depression, GGK, Hemodialysis
PENGENDALIAN KUALITAS PROSES PRODUKSI BETON BANTALAN JALAN REL DI PT. ABC Darsini Darsini; Ekopramuda Triwardana
METRIK SERIAL TEKNOLOGI DAN SAINS (E) ISSN: 2774-2989 Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Konsorsium Cendekiawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. ABC tercatat di Bursa Efek dengan kode emiten WTON. Tujuan dari penelitian ini adanah menganalisis produk hasil produksi, supaya memenuhi standar produksi yang ditentukan. Karena Kualitas produk yang dihasilkan harus memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan dalam segi mutu produk maupun dari segi visual PT. ABC, telah menetapkan batas produk cacat yang masih dapat ditolelir oleh perusahaan yaitu sebesar 0,5%, maka perlu dilakukan tindakan preventif untuk dapat meminimalkan produk cacat yang dihasilkaMetode yang digunakan adanak dengan peta kendali control (Control Chart) yang kemudian di analisis dengan menggunakan diagram fishbhone, Tujuannya adalah menguraikan permasalahan yang menjadi penyebab produk cacat dan dapat dilakukan tindakan perbaikannya. Hasil dari penelitian ini adalah, dengan dilakukannya improvement dan peningkatan konsistensi pengendalian kualitas, dapat menekan jumlah produk cacat yang awalnya nilai produk cacat diangka 0,05% pada tahun 2018 menjadi 0,00% atau hampir menjadi tidak ada produk cacat yang timbul di tahun 2019.
Effectiveness of Trans Jateng Bus Rapid Transit (BRT) services for customers with disabilities in Surakarta city Yunita Primasanti; Erna Indriastiningsih; Darsini Darsini
International Journal of Educational Research Vol. 1 No. 3 (2024): September : International Journal of Educational Research
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijer.v1i3.51

Abstract

BRT Trans Jateng is a government mode of transportation that cannot be separated from the principle of good and quality public services for customers with disabilities. The aim of this research is to measure the effectiveness of Trans Jateng BRT services for customers with disabilities, especially in the city of Surakarta. The design of this research is to use the Fuzzy SERVQUAL method to measure the level of satisfaction of disabled customers with BRT Trans Jateng services. The sampling technique used was purposive sampling using 30 samples of disabled customers in the city of Surakarta. Here it can be seen that all of the five dimensions measured require improvement. Improvements are carried out based on the priority of the largest gap value. From the results of data processing, the first rank is the tangible dimension with a gap value of -2.0167, then the second rank is the empathy dimension with a gap value of -1.9583, the third rank is the responsiveness dimension with a gap value of -1.95, in the fourth rank is the assurance dimension with a gap value of -1.92, and the fifth rank of the reliability dimension with a gap value of -1.89