Hana Hana
STT Amanat Agung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

“LET HER ALONE!” KAJIAN PERANAN PEREMPUAN PADA YOHANES 12:1-8 MELALUI SISTEM NILAI HONOR AND SHAME Hana Hana
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol 4 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v4i1.104

Abstract

Isu gender dalam pelayanan gereja di zaman ini ternyata masih menjadi isu yang layak diperbincangkan. Kenyataan menunjukkan bahwa perempuan masih dibatasi peranannya untuk melayani di gereja maupun lembaga-lembaga Kristen yang ada. Padahal pelayanan bukan merupakan masalah gender, melainkan merupakan sebuah wujud kasih, penyembahan dan pengabdian kepada Tuhan, sekaligus merupakan sebuah panggilan dari Tuhan berdasarkan kemampuan dan talenta yang Tuhan berikan. Tidak seharusnya perempuan dilarang untuk melayani Tuhan di bidang apapun hanya karena gendernya. Perempuan seharusnya diberikan kesempatan yang sebesar-besarnya, seperti halnya laki-laki, untuk mewujudkan kasih, penyembahan dan pengabdiannya kepada Tuhan, berdasarkan panggilan dan kompetensi yang Tuhan berikan kepadanya. Pernyataan tesis ini akan dibuktikan dalam artikel ini melalui alasan-alasan yang menggunakan perspektif honor and shame dalam membaca teks Yohanes 12:1-8. Kisah Marta dan Maria dalam melayani Tuhan di Yohanes 12:1-8, yang apabila dibaca dari perspektif honor and shame, akan memperlihatkan respons Yesus yang menghargai dan memberikan posisi yang terhormat kepada perempuan, melalui pemberian makna terhadap pelayanan yang Maria lakukan. Dengan demikian, teguran “Let her alone!” dari Yesus kepada Yudas, menjadi teguran yang mengingatkan siapapun yang melarang perempuan melayani Tuhan hanya karena keberatan gender.