Minggus Minarto Pranoto
Sekolah Tinggi Theologia Abdiel Ungaran

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pneumatologi Religionum dalam Pemikiran Stanley J. Samartha dan Amos Yong Minggus Minarto Pranoto
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol 5 No 1 (2021): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v5i1.239

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk mendialogkan pneumatologi religionum dari Stanley J. Samartha dan Amos Yong. Teolog pertama berasal dari konteks India dengan Hindu sebagai agama mayoritas dan termasuk dalam kelompok ekumenikal dan pluralisme. Samartha menekankan karya Roh Kudus tanpa menghubungkan dengan Yesus Kristus dalam hal keselamatan. Sedangkan teolog kedua berasal dari Malaysia tetapi ia lebih banyak melakukan teologi dalam konteks Amerika Utara dan tergabung dalam denominasi Pentakostal-Karismatik dalam kelompok teologi pembaharuan yang mengembangkan teologi Kristen dari dasar pneumatologi Trinitaris. Penulis menggunakan metode yang berfungsi untuk menggali pemikiran para teolog di atas dan mencari konvergensi dan divergensi dari sudut pandang kedua teolog tersebut. Kedua perspektif mengenai pneumatologi religionum tersebut akan didialogkan dan kemudian akan digunakan untuk mencapai beberapa kesimpulan yang pada akhirnya semakin memperkuat iman Kristen dan keterbukaan terhadap para pemeluk iman lain.
Menjadi Protestan Yang Injili Minggus Minarto Pranoto
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol 5 No 2 (2021): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v5i2.292

Abstract

Vaksinasi Melawan Pagebluk Covid-19: Tinjauan Teologi, Ilmu Pengetahuan Medis, dan Keutamaan Moral Minggus Minarto Pranoto
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol 6 No 1 (2022): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v6i1.369

Abstract

Tujuan dari tulisan ini adalah membicarakan dasar-dasar pemikiran teologi Kristen, khususnya pneumatologi yang dapat mendukung penemuan ilmu pengetahuan medis dan sikap keutamaan moral dalam konteks berhadapan dengan pandemi COVID-19. Bagaimana argumentasi fundamental pneumatologi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan medis yang terkait penemuan vaksin? Dan sikap keutamaan moral yang bagaimanakah yang semestinya dinyatakan dalam melawan pagebluk sekarang ini? Pernyataan tesisnya menekankan pentingnya pneumatologi yang mendasari pandangan tentang relasinya dengan ilmu pengetahuan medis serta perlunya sikap keutamaan moral seperti perbuatan baik, kearifan, dan keadilan agar dapat mendukung program vaksinasi melawan penyebaran COVID-19. Metode yang dipakai dalam tulisan ini adalah mengkaji relasi antara teologi dan ilmu pengetahuan medis dari sebuah perspektif teologi yang melihat Allah, diri, dan dunia dari pengalaman bersama Roh Kudus serta meletakkan keutamaan moral yang relevan terkait konteks pandemi COVID-19. Tujuannya berfokus pada pentingnya pneumatologi yang mendukung kemajuan ilmu pengetahuan medis sebagai hasil pemberian hikmat dari Roh Kudus dan kemudian berjuang dengan sikap keutamaan moral tertentu untuk mendukung vaksinasi.
Dasar Esensial dan Orientasi Pengalaman Mistik Pentakostal-Karismatik Minggus Minarto Pranoto
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol 6 No 2 (2022): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v6i2.437

Abstract

Gereja-gereja Pentakostal-Karismatik seringkali sulit untuk membedakan apakah pengalaman mistik mereka otentik atau palsu. Mereka butuh untuk membangun teologi mistik dan memiliki kemampuan untuk membedakan dan memverifikasi pengalaman mistik tersebut. Artikel ini menghubungkan pengalaman mistik yang dipercaya oleh gereja-gereja di atas dengan teologi mistik Gregorius dari Nyssa. Tiga cara pengalaman mistik yaitu jalan penyucian (purification/purgation atau via purgativa); jalan pencerahan (illumination atau via illuminativa); dan jalan kesatuan mistik orang percaya dengan Allah (mystical union atau via unitiva) dalam pemikiran Gregorius dari Nyssa akan disejajarkan dan dijadikan dasar esensial bagi pengalaman mistik dalam konteks gereja-gereja Pentakostal-Karismatik. Memperhatikan tiga jalan pengalaman mistik yang diteologikan oleh Gregorius dari Nyssa, teologi Pentakostal-Karismatik mungkin dapat memiliki standar teologi yang kuat untuk membedakan pengalaman mistik dengan benar. Penulis juga menambahkan bahwa hasil dari pengalaman mistik berorientasi mewartakan Injil, melakukan perbuatan baik dan kasih. Manifestasi tertinggi dari hasil pengalaman mistik terjadi dalam hidup martir untuk melakukan kehendak Tuhan dalam berbagai bidang kehidupan dan mendatangkan transformasi kehidupan.
Teologi Kristen Menghadapi Tantangan Zaman (Spiritualitas, Usaha Berteologi, dan Praksis dalam Konteks Sinode GIA) Minggus Minarto Pranoto; Rabono Rabono; Hudiman Waruwu
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol 7 No 1 (2023): Volume 7 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v7i1.530

Abstract

Tulisan ini merupakan sebuah contoh bagaimana sebuah gereja atau sinode menanggapi terhadap tantangan-tantangan zaman. Konteks yang diambil adalah konteks Sinode Gereja Isa Almasih(GIA), yang adalah gereja berdenominasi Pentakostal. Bagaimana GIA melalui spiritualitas, usaha berteologi, dan praksisnya menjawab tantangan-tantangan baik secara internal maupun secara eksternal, yaitu seperti membangun identitas GIA yang kuat dan pelayanan dalam konteks pandemi, pluralitas budaya kepercayaan, dan agama serta konteks masyarakat digital. Tujuan tulisan untuk mengajukan suatu usulan berisi pandangan teologi GIA yang didasari pada spiritualitas, teologi, dan praksisnya yang relevan dan fungsional yang mungkin dapat digunakan untuk menjawab tantangan baik secara internal maupun eksternal. Metode berteologinya didasari pada sebuah perspektif teologi yang melihat dan mengenal Allah, realitas dunia, hidup dan peristiwa manusia dari perspektif Roh Kudus (tanpa terpisah dari Bapa dan Putera atau disebut pneumatologi Trinitaris); dan juga melalui memperhatikan beberapa sumber berteologi GIA. Pernyataan tesisnya adalah GIA menyatakan tahun rahmat Tuhan melalui merefleksikan dan menyatakan spiritualitas, usaha berteologi, dan praksisnya untuk menjawab tantangan-tantangan zaman.