Stevanus Wisnu Wijaya
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Teoritis: Model E-Government Readiness Pemerintah Kabupaten/Kotamadya dan Keberhasilan E-Government Stevanus Wisnu Wijaya; Kridanto Surendro
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2006
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

E-government dapat dipahami sebagai upaya pemerintah untuk menyediakan layanan publik yang efisien dan efektif dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Untuk mencapai tujuan yang diharapkan maka diperlukan kondisi atau keadaan tertentu yang mendukung.Kondisi ini dapat diartikan sebagai kesiapan atau readiness. Terkait dengan e-government maka readiness merupakan kondisi atau keadaan kesiapan dari pemerintah dan masyarakat pengguna terkait dengan pelayanan berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Tingkat kesiapan yang dicapai memiliki korelasi positif dengan keberhasilan dalam mencapai tahap pengembangan e-government suatu kabupaten atau kotamadya. Makalah ini akan memaparkan kajian secara teoritis tentang model pendekatan e-government readiness sebuah kabupaten atau kotamadya di Indonesia.Kata kunci: Clustering, partitional, incremental, distance.
Budaya Organisasi dan Efektifitas Penerapan E-Government Stevanus Wisnu Wijaya
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2007
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari makalah adalah untuk mengkaji pentingnya keselarasan antara budaya organisasikepemerintahan dengan penerapan e-government. Kajian akan berangkat dari dugaan bahwa budayaorganisasi dalam lingkungan pemerintah mempengaruhi efektifitas penerapan e-government. Dalam kontekspenerapan e-government, model organisasi kepemerintahan adalah organisasi kepemerintahan yangberorientasi pada masyarakat. Konsep ini meletakkan masyarakat sebagai “konsumen” bagi organisasipemerintah yang memiliki “bisnis utama” pada pelayanan publik. Selain itu, juga memposisikan teknologiinformasi sebagai alat dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.Dalam hal ini maka teknologi informasidimanfaatkan berdasarkan kebutuhan layanan publik bukan pada kepentingan pemerintah menjadi kunciefektifitas penerapan e-government. Makalah ini akan menggunakan pendekatan competing values frameworkuntuk memodelkan budaya organisasi. Budaya organisasi dalam makalah ini meliputi budaya klan, hirarki,adhocracy dan market.Kata kunci: Budaya organisasi, keselarasan, e-government