Peningkatan produktivitas padi terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduk. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan pengembangan teknologi jajar legowo super dengan skala yang diperluas. Tujuan kegiatan ini adalah: 1). melakukan bimbingan teknologi Jajar Legowo Super (JS), 2). implementasi budi daya padi dengan teknologi Jajar legowo super, 3). melakukan pangawalan teknologi dari persiapan sampai panen dan pasca panen. Kegiatan ini dilakukan tahun 2017 di empat kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan yaitu: Kabupaten MURA, OKU Selatan, OKU Timur, Kota Lubuk Linggau. Di masing-masing Kabupaten/kota ini diadakan demfarm seluas 250 ha. Lokasi kecamatan dan desa dalam kabupaten dipilih secara purposive yang dianggap representatif yaitu mewakili keragaan JS dan relatif mudah diakses. Responden di desa diambil secara acak dari petani pelaksana JS. Analisis data dilakukan secara deskriptif, menampilkan nilai rata-rata, persentase dan senjang hasil. Keunggulan budidaya padi jarwo super diketahui dengan menghitung efisiensi (B/C). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa: 1). produktivitas padi JS untuk yang tertinggi (Top) 10% di Sumsel sebesar 8,27 t GKG/Ha, 2). Produktivitas GKG rata-rata melalui JS, non JS dan di tingkat kabupaten/kota berturut-turut sebesar 7,17 t/ha, 4,92 t/ha dan 5,03 t/ha. Dengan demikian terjadi peningkatan produktivitas GKG sebesar 2,25 t/ha jika petani menerapkan JS dibanding tidak menerapkan. Produktivitas GKG dengan menerapkaan JS lebih tinggi 2,14 t/ha dibanding produktivitas rata-rata di tingkat kabupaten/kota. Dari kegiatan ini dihasilkan benih sebanyak 3.369 t. Bimbingan teknologi dan pengawalan kegiatan telah dilakukan oleh BPTP Sumsel sesuai target, dibuktikan dengan terjadinya peningkatan produktivitas.