Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Analisa Perkembangan Kawasan Industri Tallasa City Di Kota Makassar Ilham Idrus; Hakim Hakim
JURNAL ILTEK Vol 13, No 01 (2018): ILTEK : Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.287 KB) | DOI: 10.47398/iltek.v13i01.56

Abstract

Pengusaha (investor) baik yang berasal dari Makassar maupun luar Makassar di dalam membangun industrinya cendrung memilih lokasi kawasan industri Tallasa City. Hal ini tentu saja menjadi pertanyaan bagi Pemerintah dan juga masyarakat Kota Makassar. Selain itu perkembangan kawasan industri yang pesat dan tidak direncanakan dapat menimbulkan masalah yang tidak diperkirakan sebelumnya, baik masalah spasial, sosial maupun ekonomi. Berpijak pada fenomena tersebut, perlu diteliti keterkaitan hubungan antara perkembangan kawasan industri Tallasa City dan KIMA di Kota Makassar, yang selanjutnya dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan pengembangan Kawasan industri sejenis bagi Pemerintah Daerah lainnya. Penelitian ini mencoba untuk mengungkapkan proses perkembangan kawasan industri Tallasa City dan KIMA serta mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan dan manfaat-manfaat apa yang diperoleh dari perkembangan tersebut. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan komparasi hasil penelitian menunjukkan dari tahun 2000 – 2017 terjadinya perkembangan kawasan industri Tallasa City yang pesat dan perkembangan kawasan industri Makassar sangat lambat. Faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan industri yang ada di kawasan Tallasa City dan KIMA dipengaruhi faktor internal (suplay air, tenaga kerja, kebijakan Pemerintah dan sumber energi) dan faktor eksternal (bahan baku dan aksesibilitas). Pemilihan lokasi kegiatan didasarkan teori lokasi optimum yang memperhatikan (faktor ekonomi) biaya pemindahan barang dari satu jenis angkutan ke jenis angkutan lain. Perkembangan kawasan industri Makassar lambat disebabkan kebijaksanaan dan Policy Pemerintah yang tidak berkelanjutan, ditunjang para Pengusaha yang percaya dengan Feng Shui dan Hong Shui.
ANALISA PRODUKTIVITAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE MARVIN E. MUNDEL DALAM MENENTUKAN PRODUKTIVITAS PADA USAHA MINUMAN THAI TEA HAUSQ DI MAKASSAR Andrie Andrie; Hakim Hakim; Rizal Syarifuddin; Suci Fatmawati
JURNAL ILTEK Vol 14, No 01 (2019): ILTEK : Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.541 KB) | DOI: 10.47398/iltek.v14i01.353

Abstract

Dalam upaya peningkatan produktivitas sebuah usaha, tahapan awal yang dilakukan dengan mengukur produktivitasnya. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengukuran produktivitas parsial dan produktivitas total. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan bersifat deskriptif. Penelitian dilakukan pada usaha minuman Thai Tea HausQ dengan menentukan nilai output dan input. Nilai output dan input yang telah didapatkan selanjutnya dilakukan analisa dengan menghitung produktivitas parsial dan produktivitas total. Metode Marvin E. Mundel yang dilakukan dengan cara membagi jumlah output dengan masing-masing input.; Hasil pengukuran produktivitas untuk indeks produktivitas tenaga kerja meningkat sebesar 13%, indeks produktivitas beban listrik meningkat 11%, indeks produktivitas transportasi meningkat 13%, indeks produktivitas biaya penyusutan menurun sebesar 8%, dan indeks produktivitas bahan baku menurun sebesar 9%. Untuk pengukuran produktivitas total meningkat sebesar 12 %. Dari hasil pengukuran produktivas yang mengindikasikan bahwa usaha Thai Tea HausQ sudah berjalan efektif dan efisien.
An Experimental Ergonomic Study on the Effect of Laptop Usage Duration on Eye Fatigue among University Students Rezki Amelia Aminuddin AP; Ahmad Padhil; Andrie Andrie; Hakim Hakim; Ayudyah Eka Apsari
ILTEK : Jurnal Teknologi Vol. 21 No. 01 (2026): ILTEK : Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/iltek.v21i01.433

Abstract

Peningkatan ketergantungan pada laptop untuk kegiatan akademik telah menimbulkan kekhawatiran mengenai kesehatan mata di kalangan mahasiswa. Penggunaan laptop yang berkepanjangan dikaitkan dengan ketegangan mata digital, yang umumnya ditandai dengan gejala seperti mata kering, penglihatan kabur, sakit kepala, dan ketidaknyamanan visual. Studi ergonomi eksperimental ini bertujuan untuk meneliti pengaruh durasi penggunaan laptop terhadap kelelahan mata di kalangan mahasiswa. Desain eksperimental terkontrol dilakukan yang melibatkan 60 mahasiswa sarjana yang dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan durasi penggunaan laptop: 1 jam, 2 jam, dan 3 jam penggunaan terus menerus. Kelelahan mata diukur menggunakan Kuesioner Sindrom Penglihatan Komputer (CVS-Q) standar dan tes ketajaman visual objektif yang dilakukan sebelum dan sesudah paparan. Temuan menunjukkan peningkatan signifikan pada gejala kelelahan mata seiring peningkatan durasi penggunaan (p < 0,05). Mahasiswa yang terpapar penggunaan laptop terus menerus selama 3 jam melaporkan tingkat ketidaknyamanan tertinggi dan penurunan signifikan dalam kejernihan visual. Studi ini menyoroti pentingnya intervensi ergonomi dan pengaturan waktu layar untuk meminimalkan kelelahan mata di kalangan mahasiswa. Rekomendasi termasuk penerapan aturan 20-20-20 dan penempatan layar ergonomis untuk mengurangi ketegangan visual.
Analisis Beban Kerja Mental Menggunakan Metode National Aeronautics And Administration Task Load Index (NASA-TLX) Pada Operator Central Control Room 3 PT. PLN Indonesia Power UBP Barru Syahrul Gunawan; Hakim Hakim; Andrie Andrie
Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME) Vol. 7 No. 01 (2026): Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/just-me.v7i01.118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat beban kerja mental pada operator Central Control Room (CCR) 3 di PT. PLN Indonesia Power UBP Barru menggunakan metode NASA-TLX. Operator CCR bertugas mengawasi sistem pembangkitan listrik melalui panel kontrol dan sistem DCS, yang menuntut konsentrasi tinggi dan pengambilan keputusan cepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner NASA-TLX kepada 18 responden dari empat shift kerja. Instrumen NASA-TLX mengukur enam dimensi beban kerja mental, yaitu kebutuhan mental, kebutuhan fisik, kebutuhan waktu, performa, tingkat usaha, dan tingkat frustrasi. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa 11% responden berada pada kategori beban kerja mental sedang, 28% agak tinggi, 39% tinggi, dan 22% sangat tinggi. Indikator kebutuhan waktu dan tingkat usaha menjadi penyumbang terbesar terhadap tingginya beban kerja mental. Kondisi ini menunjukkan bahwa operator CCR menghadapi tekanan kerja yang signifikan, terutama saat menghadapi gangguan sistem dan pergantian shift malam. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi terhadap sistem kerja dan manajemen shift untuk menjaga kesehatan mental dan performa operator.
RE-LAYOUT TATA LETAK FASILITAS HOME INDUSTRY PRODUKSI TEMPE DENGAN METODE SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING Ainun Amalia Amiruddin P; Andrie Andrie; Hakim Hakim
Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME) Vol. 7 No. 01 (2026): Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/just-me.v7i01.191

Abstract

Persaingan industri yang semakin ketat menuntut perusahaan, termasuk industri rumah tangga seperti UMKM X yang memproduksi tempe, untuk meningkatkan efisiensi operasional. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang tata letak fasilitas produksi tempe di UMKM X menggunakan metode Systematic Layout Planning (SLP) guna meningkatkan efisiensi aliran material dan kinerja operasional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif melalui observasi langsung di lapangan. Data yang dikumpulkan mencakup ukuran ruang, aliran proses, frekuensi perpindahan antar stasiun kerja, serta kebutuhan ruang tiap proses. Analisis dilakukan dengan menggunakan Activity Relationship Chart, From-To Chart, serta perhitungan total jarak dan waktu perpindahan material. Berdasarkan hasil analisis, rancangan ulang tata letak fasilitas berhasil mengurangi total jarak perpindahan dari 22 meter menjadi 18,2 meter dan waktu perpindahan dari 97 detik menjadi 83 detik. Efisiensi yang dicapai yaitu 17,27% untuk jarak dan 14,43% untuk waktu perpindahan. Kesimpulan penerapan metode SLP terbukti efektif dalam mengidentifikasi masalah dan merancang tata letak yang lebih efisien. Perbaikan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi pemborosan, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan nyaman bagi pekerja.
DAMPAK DIMENSI KUALITAS PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN BLACKWHITE BARBERSHOP DENGAN PENDEKATAN STRUCTURAL EQUATING MODELING Muhammad Ridwan; Rezki Amelia Aminuddin AP; Hakim Hakim
Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME) Vol. 6 No. 02 (2025): Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/just-me.v6i02.195

Abstract

Indonesia yang kaya akan sumber daya alam mendorong pertumbuhan UMKM, termasuk industri kecantikan dan barbershop. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan di Blackwhite Barbershop Makassar. Pendekatan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) yang digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas pelayanan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan, dengan path coefficient sebesar 0,541 dan p-value kurang dari 0.05. Selain itu, kepuasan pelanggan juga menunjukkan pengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan, dengan path coefficient sebesar 0,255 dan p-value kurang dari 0,05. Penelitian ini memberikan kualitas layanan melalui pelatihan staff, menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, serta menawarkan layanan tambahan yang dapat meningkatkan loyalitas pelanggan.
Penerapan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Untuk Menentukan Kriteria Karyawan Baru Divisi Marketing di PT Aman Global Pasific Cabang Makassar Nur Husnul Khatimah; Hakim Hakim; Andrie Andrie
Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME) Vol. 6 No. 02 (2025): Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/just-me.v6i02.196

Abstract

Keberhasilan perusahaan dalam menjalankan usahanya sangat ditentukan oleh kualitas karyawan yang ada didalamnya. Untuk memperoleh karyawan-karyawan yang berkualitas yang dibutuhkan, perusahaan mengadakan proses seleksi dalam pemilihan kriteria-kriteria yang harus dipenuhi guna mendukung peran karyawan baru tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kriteria-kriteria karyawan baru dan kriteria yang paling penting diantaranya. Metode yang digunakan dalam proses analisis yaitu Analytical Hierarchy Process (AHP). Pengambilan data dilakukan dengan wawancara serta pembagian kuisioner terhadap karyawan PT.Aman Global Pacific Cabang Makassar dengan populasi sebanyak 5 orang. Adapun hasil dari penelitian yaitu berdasarkan hasil wawancara didapatkan 3 kriteria pemilihan karyawan baru yaitu, pengetahuan dan keterampilan, konsep diri, motif dan sifat. Kriteria yang paling prioritas yaitu kriteria pengetahuan dan keterampilan dengan bobot 0,49 prioritas kedua yaitu kriteria motif dan sifat dengan bobot 0,32. Dan yang terakhir yaitu kriteria konsep diri dengan bobot 0,18.
STRATEGI PENETAPAN HARGA TERHADAP PEMBELIAN PRODUK TUMBLER PADA PT. ADIYATMA MEDIA CREATIVE Aldi; Rizal Syarifuddin; Hakim Hakim
Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME) Vol. 7 No. 01 (2026): Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/just-me.v7i01.220

Abstract

Strategi penetapan harga merupakan elemen penting dalam pemasaran yang sangat memengaruhi keputusan pembelian konsumen, terutama di sektor UMKM yang menghadapi persaingan ketat dan keterbatasan sumber daya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi penetapan harga terhadap keputusan pembelian produk tumbler pada PT. Adiyatma Media Creative, serta menganalisis strategi harga yang paling efektif diterapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif, dan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta penyebaran kuesioner kepada 90 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik strategi penetapan harga maupun strategi jenis produk tumbler berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk. Nilai signifikansi variabel X₁ sebesar 0,011 dan X₂ sebesar 0,000 (< 0,05), serta nilai F hitung sebesar 51,952 dengan signifikansi 0,000, yang menunjukkan bahwa model regresi signifikan secara simultan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kedua strategi tersebut secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan pembelian, di mana strategi jenis produk tumbler memberikan pengaruh paling dominan. Hasil ini diharapkan dapat menjadi acuan strategis bagi UMKM dalam merancang kebijakan pemasaran yang sesuai dengan perilaku dan preferensi konsumen.
Pemberdayaan UMKM Risoles oleh Ibu Rumah Tangga Melalui Pelatihan Produksi, Desain Kemasan, dan Strategi Pemasaran Digital Rezki Amelia Aminuddin A.P.; Hakim Hakim; Tahir Tahir; Suci Rizki Munawwarah; Reski Aulia Azzahra Lulu Mustamin
JAST : Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi Vol 9, No 2 (2025): EDISI DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jast.v9i2.7649

Abstract

This community service program was implemented to empower Risoles Maycake MSMEs, managed by housewives in Berua Village, Biringkanaya District, Makassar City. The partners faced various challenges, including inconsistent and unhygienic production, simple packaging without brand identity, and conventional marketing strategies. The program activities consisted of training on risoles production based on food hygiene SOPs, product diversification, professional packaging design workshops, and training on digital marketing strategies using social media and marketplaces. The implementation method was participatory, involving socialization, training, application of appropriate technology, mentoring, and evaluation. The results indicated an increase in production capacity from 20–50 risoles per day to 100–150 risoles per day, the creation of three new attractive and informative packaging designs, and the adoption of digital marketing strategies that expanded the market reach to three city regions. Positive impacts were also evident, with an average sales growth of 40% within three months after the program's implementation. Therefore, this community service program proved effective in enhancing the competitiveness of risoles MSMEs and strengthening the economic independence of housewives.ABSTRAKProgram pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk memberdayakan UMKM Risoles Maycake yang dikelola oleh ibu rumah tangga di Kelurahan Berua, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Mitra menghadapi berbagai kendala, mulai dari produksi yang belum higienis dan konsisten, kemasan sederhana tanpa identitas merek, hingga pemasaran yang masih konvensional. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pelatihan produksi risoles berbasis SOP higienitas pangan, diversifikasi varian rasa, workshop desain kemasan profesional, serta pelatihan strategi pemasaran digital menggunakan media sosial dan marketplace. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi tepat guna, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas produksi dari 20–50 risoles per hari menjadi 100–150 risoles per hari, munculnya tiga desain kemasan baru yang lebih menarik dan informatif, serta penerapan strategi digital marketing yang mampu memperluas pasar hingga tiga wilayah kota. Dampak positif juga terlihat dari peningkatan omzet rata-rata sebesar 40% dalam tiga bulan setelah program berjalan. Dengan demikian, kegiatan PKM ini terbukti efektif dalam meningkatkan daya saing UMKM risoles sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi ibu rumah tangga.