Sudiyarmanto Sudiyarmanto
Pusat Penelitian Kimia-LIPI

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH KONSENTRASI PERLAKUAN AWAL ALKALI TERHADAP ENZYMATIC DIGESTIBILITY PADA PROSES SAKARIFIKASI LIMBAH PELEPAH KELAPA SAWIT Sudiyarmanto Sudiyarmanto
Jurnal Ilmiah Teknik Kimia Vol 2, No 2 (2018): JURNAL ILMIAH TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.942 KB) | DOI: 10.32493/jitk.v2i2.1684

Abstract

ABSTRAKBiomasa lignoselulosa dapat diperoleh dari berbagai limbah pertanian, limbah industri kertas, limbah hasil hutan dan limbah perkebunan. Salah satu contoh limbah perkebunan yang jumlahnya sangat melimpah di Indonesia adalah pelepah kelapa sawit. Limbah biomasa ini dapat dikonversi menjadi gula-gula sederhana (gula fermentasi) melalui dua tahapan, yaitu proses perlakuan awal dan hidrolisis secara enzimatis (sakarifikasi). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi perlakuan awal alkali terhadap enzymatic digestibility pada proses sakarifikasi pelepah kelapa sawit. Proses perlakuan awal pelepah kelapa sawit dengan variasi konsentrasi alkali 4-15 %(w/w) dilakukan pada kondisi rasio solid/liquid 1:5, temperatur 150oC dan tekanan awal 5 bar selama 30 menit. Sedangkan proses sakarifikasi dilakukan pada konsentrasi substrat 15 %(w/v), konsentrasi enzim selulase 15 FPU/g substrat menggunakan buffer asam sitrat pH 4,8 pada kondisi operasi; temperatur 50 oC, kecepatan 150 rpm dan waktu 72 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi NaOH 10 %(w/w) yang digunakan pada proses perlakuan awal alkali menghasilkan kadar selulosa tertinggi (69,38 %) dan kadar lignin terendah (13,34 %). Proses sakarifikasi dengan variabel ini dapat menghasilkan kadar glukosa sebesar 8,40 %(w/w) dan kadar xilosa sebesar 1,97 %(w/w). Sedangkan ED selulosa dan ED hemiselulosa yang diperoleh pada kondisi ini berturut-turut sebesar 12,07 % dan 24,28 %. Kata kunci : pelepah, kelapa sawit, perlakuan awal, sakarifikasi, enzymatic digestibility