Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Model Proyeksi (X/Z2, Y/Z2) pada Kurva Hesian Secara Paralel Menggunakan Mekanisme Kriptografi Kurva Eliptik Winsy Weku
JURNAL ILMIAH SAINS Volume 12 Nomor 1, April 2012
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.34 KB) | DOI: 10.35799/jis.12.1.2012.404

Abstract

MODEL PROYEKSI (X/Z2, Y/Z2) PADA KURVA HESIAN SECARA PARALEL MENGGUNAKAN MEKANISME KRIPTOGRAFI KURVA ELIPTIKABSTRAK Suatu kunci publik, Elliptic Curve Cryptography (ECC) dikenal sebagai algoritma yang paling aman yang digunakan untuk memproteksi informasi sepanjang melakukan transmisi.  ECC dalam komputasi aritemetika didapatkan berdasarkan operasi inversi modular. Inversi modular adalah operasi aritmetika dan operasi yang sangat panjang yang didapatkan berdasar ECC crypto-processor. Penggunaan koordinat proyeksi untuk menentukan Kurva Eliptik/ Elliptic Curves pada kenyataannya untuk memastikan koordinat proyeksi yang sebelumnya telah ditentukan oleh kurva eliptik E: y2 = x3 + ax + b yang didefinisikan melalui Galois field GF(p)untuk melakukan operasi aritemtika dimana dapat diketemukan bahwa terdapat beberapa multiplikasi yang dapat diimplementasikan secara paralel untuk mendapatkan performa yang tinggi. Pada penelitian ini, akan dibahas tentang sistem koordinat proyeksi Hessian (X/Z2, Y,Z2) untuk meningkatkan operasi penggandaan ECC dengan menggunakan pengali paralel untuk mendapatkan paralel yang maksimum untuk mendapatkan hasil maksimal. Kata kunci: Elliptic Curve Cryptography, Public-Key Cryptosystem, Galois Fields of Primes GF(p PROJECTION MODEL (X/Z2, Y/Z2) ON PARALLEL HESIAN CURVE USING CRYPTOGRAPHY ELIPTIC CURVE MECHANISM ABSTRACT As a public key cryptography, Elliptic Curve Cryptography (ECC) is well known to be the most secure algorithms that can be used to protect information during the transmission. ECC in its arithmetic computations suffers from modular inversion operation. Modular Inversion is a main arithmetic and very long-time operation that performed by the ECC crypto-processor. The use of projective coordinates to define the Elliptic Curves (EC) instead of affine coordinates replaced the inversion operations by several multiplication operations. Many types of projective coordinates have been proposed for the elliptic curve E: y2 = x3 + ax + b which is defined over a Galois field GF(p) to do EC arithmetic operations where it was found that these several multiplications can be implemented in some parallel fashion to obtain higher performance. In this work, we will study Hessian projective coordinates systems (X/Z2, Y,Z2) over GF (p) to perform ECC doubling operation by using parallel multipliers to obtain maximum parallelism to achieve maximum gain. Keywords: Elliptic Curve Cryptography , Public-Key Cryptosystem , Galois Fields of  Primes GF(p)
K-CROSSING CRITICAL ALMOST PLANAR GRAPHS Juwita Rawung; Benny Pinontoan; Winsy Weku
JURNAL ILMIAH SAINS Volume 13 Nomor 1, April 2013
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.967 KB) | DOI: 10.35799/jis.13.1.2013.2034

Abstract

K-CROSSING CRITICAL ALMOST PLANAR GRAPHS ABSTRACTA graph is a pair of a non-empty set of vertices and a set of edges. Graphs can be drawn on the plane with or without crossing of its edges. Crossing number of a graph is the minimal number of crossing among all drawings of the graph on the plane. Graphs with crossing number zero are called planar. A graph is crossing critical if deleting any of its edge decreases its crossing number. A graph is called almost planar if deleting one edge makes the graph planar. This research shows graphs, given an integer k ≥ 1, to build an infinite family of crossing critical almost planar graphs having crossing number k.Keywords: Almost planar graph,crossing critical graph. GRAF K-PERPOTONGAN KRITIS HAMPIR PLANAR ABSTRAKSebuah graf adalah pasangan himpunan tak kosong simpul dan himpunan sisi.  Graf dapat digambar pada bidang dengan atau tanpa perpotongan.  Angka perpotongan adalah jumlah perpotongan terkecil di antara semua gambar graf pada bidang.  Graf dengan angka perpotongan nol disebut planar.  Sebuah graf dinamakan perpotongan kritis jika penghapusan sebuah sisi manapun menurunkan angka perpotongannya, sedangkan sebuah graf dinamakan hampir planar jika menghapus salah satu sisinya membuat graf yang sisa menjadi planar.  Dalam penelitian ini ditunjukkan graf, yang jika diberikan bilangan bulatk≥1, dapat menghasilkan famili takhingga graf perpotongan kritis hampir planar dengan angka perpotongan k.Kata kunci: Graf hampir planar, graf perpotongan kritis.
Perbaikan Citra Digital dengan Menggunakan Filtering Technique dan Similarity Measurement Gybert Saselah; Winsy Weku; Luther Latumakulita
d\'Cartesian: Jurnal Matematika dan Aplikasi Vol. 2 No. 2 (2013): September, 2013
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/dc.2.2.2013.3203

Abstract

Abstract Often the digital image can be contaminated with noise,  which usually occurs in the process of retrieval or storage of digital images and delivery process either via satellite or  cable . By using the technique of filtering noise reduction process will be performed on a digital image that has previously been given Gaussian noise and followed by a Similarity Measurement to identify similarities between  image filtered and original image. This study was conducted to determine the appropriate filtering techniques to reduce the Gaussian noise. Image processing in this study composed by the input image and read the image matrix, converting images, adding noise, denoising digital images by applying filters performed using Matlab R2012a software ( version 7.14.0.739) . Application of Gaussian filter with a value of = 1.0 produce a digital image that is closest to the original image than the application of a Gaussian filter with another value, for  . As for the application of the Wiener filter is seen that the greater the value, the resulting digital image will be closer to the original image. For further research can be done on other types of noise or to a combination of two or more noise. Keywords : Digital Image , Noise , Filter , Similarity Measurement. Abstrak Seringkali citra digital dapat terkontaminasi derau (noise), yang biasanya terjadi pada proses pengambilan ataupun penyimpanan citra digital serta proses pengiriman citra digital baik melalui satelit maupun melalui kabel juga. Dengan menggunakan teknik filtering akan dilakukan proses pengurangan noise pada suatu citra digital yang sebelumnya telah diberi Gaussian noise dan dilanjutkan dengan Similarity Measurement untuk mengidentifikasi kesamaan citra digital hasil filtering dengan citra original. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan teknik filtering yang tepat untuk mengurangi Gaussian noise. Proses pengolahan citra dalam penelitian ini terdiri dengan proses input gambar dan membaca matriks citra, konversi citra, menambahkan noise, denoising citra digital dengan menerapkan filter yang dilakukan dengan menggunakan software Matlab R2012a (versi 7.14.0.739). Penerapan Gaussian filter dengan nilai = 1,0 menghasilkan citra digital yang paling mendekati citra original dibandingkan dengan penerapan Gaussian filter dengan nilai  lain, dimana . Sedangkan untuk penerapan Wiener filter terlihat bahwa semakin besar nilai , maka citra digital yang dihasilkan akan semakin mendekati citra original. Untuk penelitian selanjutnya dapat dilakukan pada jenis noise lain ataupun untuk gabungan dua noise atau lebih. Kata kunci: Citra digital, Noise, Filter, Similarity Measurement
PENDEKATAN SPASIAL DALAM MENENTUKAN WILAYAH TANAM KELAPA MENGGUNAKAN METODE SAW Winsy Weku
d\'Cartesian: Jurnal Matematika dan Aplikasi Vol. 2 No. 2 (2013): September, 2013
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/dc.2.2.2013.3435

Abstract

Abstrak Penentuan wilayah tanam kelapa merupakan hal yang penting untuk dibahas, karena memerlukan masukan dari beberapa pihak. Dalam penelitian ini menggunakan pihak ahli dari Balai Penelitian Kelapa Sulawesi Utara untuk menentukan kriteria dari penentuan wilayah tanam kelapa. Metode yang digunakan disini adalah Multi Criteria Decision Making dalam hal ini teknik Simple Additive Weighting. Lokasi yang didapatkan adalah Kabupaten Minahasa, Kota Bitung dan Manado, kemudian divisualisasikan dalam peta tematik.   Kata kunci : Wilayah Tanam Kelapa, Multi Criteria Decision Making, Simple Additive Weighting   Abstract Determination of coconut planting area is important to be discussed, because it requires input from multiple parties. In this study using the Coconut Research Institute experts from North Sulawesi to determine the criteria of determination of the coconut growing regions. The method used here is a Multi-Criteria Decision Making in the Simple Additive Weighting techniques. The locations obtained are Minahasa District, City of Bitung and Manado, then visualized in a thematic map.
Identifikasi Spasial Calon Walikota Manado Tahun 2015 Menggunakan Algoritma Fuzzy C-Means Winsy Weku; Charitas Fibriani
d\'Cartesian: Jurnal Matematika dan Aplikasi Vol. 5 No. 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/dc.5.1.2016.12749

Abstract

Analisis cluster bertujuan untuk mengidentifikasi kelompok-kelompok objek yang sama, dan membantu untuk menemukan distribusi pola dan korelasi menarik dalam set data yang besar. Fuzzy Clustering telah banyak dipelajari dan diterapkan dalam berbagai bidang utama dan validasi fuzzy clustering memainkan peran yang sangat penting dalam fuzzy clustering. Dalam penelitian ini akan dilakukan pengelompokan wilayah kaum pemilih untuk Calon Walikota Manado tahun 2015. Metode yang digunakan adalah algoritma Fuzzy C-Means. Dengan menggunakan 3 cluster dan 2 cluster didapatkan pengelompokkan 28, 18 dan  40 untuk 3 cluster dan pengelompokkan 46 dan 40 untuk 2 cluster. Hasil tersebut dapat dilihat dengan memperhatikan derajat keanggotaan fuzzy-nya. Kata kunci: Calon Walikota, Algoritma Fuzzy C-Means, Geospasial
Aplikasi Penentuan Tingkat Kesegaran Ikan Selar Berbasis Citra Digital Dengan Metode Kuadrat Terkecil Devit Bee; Winsy Weku; Altien Rindengan
d\'Cartesian: Jurnal Matematika dan Aplikasi Vol. 5 No. 2 (2016): September 2016
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/dc.5.2.2016.14985

Abstract

Ikan banyak mengandung nutrisi yang sangat bermanfaat bagi tubuh, namun seringkali ikan diperdagangkan dalam keadaan sudah mati juga dalam keadaan masih hidup. Untuk mengamati kesegaran ikan selar dilakukan dengan pengenalan perubahan warna yang tampak pada citra digital dengn menggunakan metode kuadrat terkecil. Tujuan dari penelitian ini adalah membangun sistem aplikasi pengelolahan citra untuk mendeteksi tingkat kesegaran ikan selar. Data yang gunakan adalah 10 sampel citra ikan selar yang di-photo setiap 1 jam selama 15 jam dan diperoleh 150 data gambar kemudian diolah dan dilakukan analisis dengan metode kuadrat terkecil. Proses pertama diawali dengan pengolahan citra dengan melakukan pemtotongan (cropping) pada bagian tepi mata citra original kemudian dilanjutkan dengan penyamaan ukuran (resize) menjadi 1000 x 1000 pixel dan pergantian format citra menjadi *.png. setelah gambar sudah diolah kemudian dilakukan perhitungan nilai rata-rata grayscale menggunakakn sistem aplikasi ‘Rata_rataGambar’ dan diperoleh persamaan yang disimpan sebagai data training pada sistem aplikasi. Setelah citra sudah diolah selanjutnya citra tersebut di-input pada sistem maka citra akan dikonversi kedalam bentuk grayscale dan ditampilkan pada tempat yang telah ditentukan bersamaan dengan histogram rgb dan grayscale kemudian dilakukan perhitungan dengan metode kuadrat terkecil. Proses terakhir kita lakukan pencocokan citra uji dengan citra yang disimpan sebagai data training dan diperoleh kesimpulan apakah citra itu (sangat segar, segar , cukup segar, tidak segar, atau sangat tidak segar ) , persentase ketidaksegaran ikan selar, dan lama waktu ikan selar mati. Penelitian ini menggunakan 150 sampel citra ikan selar dari ikan masih sangat segar sampai ikan sangat tidak segar (busuk) hasilnya menunjukan 125 citra sesuai dan 25 tidak sesuai dengan persentase akurasi sistem sebesar  83.333 %. Kata kunci  : Mata Ikan Selar, Pengolahan Citra Digital, Metode Kuadrat Terkecil.