Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING STARTS WITH A QUESTION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA TEMA EKOSISTEM SISWA KELAS V UPT. SD NEGERI 22 BARINGIN Eni Rosda
Ensiklopedia Education Review Vol 3, No 1 (2021): Volume 3 No.1 April 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eer.v3i1.729

Abstract

The right learning model is needed to achieve an active learning process, generally teachers at UPT. SD Negeri 22 Baringin is not right to use a learning model that should be in accordance with the teaching material. So that students in the class often feel bored and less enthusiastic about learning, which makes the classroom atmosphere passive and few students want to ask the teacher even though the material being taught has not been understood so that it affects learning outcomes. Given the problems that lead to unsatisfactory student learning outcomes, researchers are very careful in applying the learning model. Researchers try to use the learning model learning starts with a question. This study aims to determine teacher activities, student activities and student learning outcomes through the application of the learning model learning starts with a question. This research is a Classroom Action Research with the research subjects of class V UPT students. SD Negeri 22 Baringin. This research was conducted in two cycles, each of which included planning, implementing, observing and reflecting. Data obtained through research instruments, observation sheets, tests, and processed using a percentage formula. Based on the research results, it is known that: (1) Teacher activity with the application of the learning model starts with a question increased from cycle I only at 66.67% increased in cycle II to 83.33%, (2) Student activity in cycle I was only 69.74% increase in cycle II to 82.95%, (3) Classical student learning outcomes in cycle I only 65% increase in cycle II to 85% this means that most students complete their learning by applying the learning model learning starts with a question on the material on the relationship between living things in the ecosystem in class V UPT. SD Negeri 22 Baringin.
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN METODE DRILL PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS V UPT. SD NEGERI 22 BARINGIN Eni Rosda
Ensiklopedia of Journal Vol 3, No 4 (2021): Vol 3 No. 4 Edisi 2 Juli 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.844 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v3i3.822

Abstract

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti terlihat bahwa proses belajar mengajar yang dilakukan guru masih memberikan penugasan, penugasan yang dimaksud yaitu guru memberikan materi kemudian memberikan conoth soal setelah itu langsung memberikan tugas kepada siswa tanpa memberikan penjelasan terhadap tugas yang telah diberikan. guru kurang menggunakan metode secara maksimal dalam menyampaikan materi sehingga siswa merasa bosan saat pembelajaran matematika Aktivitas yang dimaksud yaitu partisipasi siswa dalam proses pembelajran, siswa memperhatikan saat guru menyampaikan materi, siswa menjawab saat guru bertanya, dan mampu mengerjakan soal yang diberikan guru. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan untu mengetahui terjadinya peningkatan aktivitas dan hasil belajar pada mata pelajaran matematika denggan menggunakan metode drill(latihan). Metode drill (latihan) merupakan metode yang mengajarkan siswa untuk melaksanakan kegiatan latihan agar siswa memiliki keterampilan dalam mengerjakan latihan-latihan soal secara berulang. Subyek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas V UPT SD Negeri 22 Baringin yang berjumlah 19 siswa dan objek dalam penenlitian ini adalam materi volume bangun ruang kubus dan balok. Dalam penelitian ini dilakukan selama dua siklus, setiap siklus terdiri dari satu kali tatap muka. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode tes untuk mengukur hasil belajar dan metode dokumentasi untuk mengamati aktivitas siswa dan juga metode dokumentasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Dalam penelitian ini aktivitas siswa dengan hasil belajar dengan menggunakan metode drill berhasil mecapai target yang diinginkan. rata-rata persentase aktivitas siswa pada siklus I 70,6% dan meningkat sebanyak 10,4% pada siklus II sebesar 81%. Presentase ketuntasan hasil belajar pada siklus I mencapai 73,7% meningkat 15,8% pada siklus II ketuntasan hasil belajar mencapai 89,5%.