p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Stigma dan Resiliensi Keluarga dengan Kekambuhan pada Pasien Skizofrenia Oktavia, Fina; Fathra Annis Nauli; Tesha Hestyana Sari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.475

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang membutuhkan perawatan jangka panjang. Kekambuhan pada pasien sering dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk stigma keluarga dan tingkat resiliensi keluarga. Stigma yang tinggi dapat menghambat dukungan, sedangkan resiliensi yang baik dapat membantu mengurangi risiko kekambuhan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan stigma dan resiliensi keluarga dengan kekambuhan pada pasien skizofrenia. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh keluarga pasien skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Rawat Jalan Sidomulyo Kota Pekanbaru sebanyak 136 orang dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner Schedule for Clinical Assessment in Neuropsychiatry (SCAN) untuk mengukur stigma keluarga, Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) untuk menilai resiliensi keluarga, serta kuesioner frekuensi kekambuhan. Ketiga instrumen telah melalui uji validitas dan reliabilitas sehingga layak digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga memiliki stigma rendah (40,2%) dan resiliensi cukup (57,4%). Sebagian besar pasien skizofrenia tidak mengalami kekambuhan (52,5%). Uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test menunjukkan adanya hubungan signifikan antara stigma dan resiliensi keluarga dengan kekambuhan dengan p-value < 0,05. Disarankan agar tenaga kesehatan meningkatkan edukasi kepada keluarga terkait pengurangan stigma dan penguatan resiliensi untuk mencegah kekambuhan pasien skizofrenia.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Prokrastinasi Akademik dalam Pengerjaan Skripsi pada Mahasiswa Keperawatan Savitri, Dhea Annisa; Tesha Hestyana Sari; Jumaini
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.486

Abstract

Prokrastinasi akademik merupakan perilaku menunda tugas, termasuk penyusunan skripsi, dan banyak dialami mahasiswa tingkat akhir. Survei awal di Fakultas Keperawatan Universitas Riau memperlihatkansebagian besar responden berpotensi mengalami prokrastinasi. Beberapa faktor yang diduga berperan adalah kontrol diri, self efficacy, serta kemampuan mengatur waktu. Penelitian ini mempergunakan pendekatan kuantitatif melalui desainnya berupa deskriptif korelasional dan metode cross-sectional.Sebanyak 168 mahasiswa dijadikan sampel dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian mempergunakan kuesioner prokrastinasi akademik, kuesioner kontrol diri, kuesioner self efficacy dan kuesioner manajemen waktu yang sudah diujikanvaliditas dan reliabilitasnya. Data dianalisis mempergunakan pengujian chi square. Penelitian ini menemukan bahwa kebanyakan mahasiswa mengalami prokrastinasi pada kategori sedang (54,2%), kontrol diri sedang (48,8%), self efficacy rendah (42,3%) dan manajemen waktu rendah (35,7%). Hasil penelitian memperlihatkan adanya hubungan signifikan antara kontrol diri dengan prokrastinasi akademik (0,000), self efficacy dengan prokrastinasi akademik (0,023), manajemen waktu dengan prokrastinasi akademik (0,017). Makin rendah kontrol diri, self efficacy dan manajemen waktu, maka tingkat prokrastinasi akademikdalam pengerjaan skripsi makin tinggi. Disarankan  mahasiswa dapat meningkatkan keteraturan dalamkegiatan akademik dengan menerapkan pengelolaanwaktu yang lebih efektif serta penerapan disiplinbelajar, sehingga kecenderungan prokrastinasi dalampenyelesaian skripsi dapat berkurang.