Vitiligo merupakan penyakit kulit karena adanya kerusakan melanosit sehingga menimbulkan depigmentasi kulit dengan gambaran berupa macula pada daerah tubuh yang terjadi kerusakan. Fototerapi NB-UVB merupakan terapi yang pertama kali di aplikasikan pada penyakit vitiligo pada tahun 1997 oleh Westerhof dan Nieuweboer – Krobotova. Berdasarkan hal tersebut maka review jurnal ini bertujuan untuk melihat efektivitas Stem cell dan terapi NB-UVB (Narrowband ultraviolet B) terhadap penderita penyakit vitiligo. Hasil yang diperoleh dari beberapa penelitian menunjukkan efektivitas terapi NB-UVB, percobaan pertama terapi pada 22 pasien menunjukkan bahwa semua pasien memiliki beberapa derajat repigmentasi (dari 1 hingga 65%) setelah fototerapi nb-UVB. Percobaan kedua uji coba dilakukan pada 31 pasien vitiligo dengan pemberian terapi NB-UVB tiga kali dalam seminggu selama 12 bulan. Pasien yang mengalami repigmentasi >75% di masukkan kedalam respondens dan dilakukan uji tindak lanjut selama 6 bulan hingga 2 tahun setelah pengobatan dan dilakukan pengamatan pada setiap perubahan yang menunjukkan hilangnya pigmentasi serta terjadinya kekambuhan, dan percobaan ketiga penelitian pra-eksperimental klinis dengan menggunakan desain one group pre test-post test. Dosis DermaPalTM Daavlin NB-UVB 390 mJ / cm2 diberikan dua kali seminggu selama 2 bulan kepada 18 pasien vitiligo. Stem cell memiliki potensi dalam memperbaiki jaringan manusia yang telah rusak. Coculturing dengan MSC meningkatkan proliferasi sel melanosit manusia