Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI METODE FMEA & FTA UNTUK MEMPREDIKSI DELIVERY TIMEPROJECT EPC – STUDI KASUS KONSTRUKSI/ FABRIKASI POWER GENERATION MODULES 2X62MW FPSO X PROJECT PT. X DI BATAM Firman Edi
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol 7 No 3 (2017): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v7i3.909

Abstract

Keberhasilan sebuah proyek ditentukan dari bagaimana scope, timeline dan biaya proyekyang telah disepakatkan, pada suatu proyek dapat dicapai (PMBOK)[1]. Pada berbagai kasusdalam proyek engineering, aktivitas proyek biayanya telah disusun secara ketat pada rencanaaktivitias pengelolaan proyek. Salah satu proyek pada industri perminyakan dunia adalah proyekkonstruksi fasilitas Floating Production Storage Oil (FPSO). Dalam pelaksanaan pekerjaansubkontrak fabrikasi modul PGM pada proyek FPSO X dijumpai beberapa resiko, kendala danketidakpastian yang mungkin akan terjadi pada phase engineering, procurement dan constructionyang berdampak pada keterlambatan dalam penyerahan produk kepada end user/customer sesuaitarget waktu kerja yang direncanakan sebagaimana tertuang pada contract agreement.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi parameter faktor - faktor penyebabketerlambatan phase EPCdalam fabrikasi PGM module proyek FPSO PT X yang berpengaruhpada kesuksesan proyek dengan mengimplementasi metode FMEA dan FTA untuk memprediksidelivery time proyek tersebut.Berdasarkan analisa metode FMEA yang ditampilkan pada grafik resiko didapatkan nilaiRPN yang termasuk dalam kategori area intolerable risk dengan range nilai RPN adalah > 48sampai 126 dan nilai level of severity adalah > 4 sampai 7 serta didukung dari analisa metode FTAyang menghasilkan 24 basic event sebagai faktor – faktor dominan penyebab terjadinyaketerlambatan dalam pelaksanaan proyek PGM modul FPSO di PT X serta terjadinya penambahansuatu biaya pekerjaan pada phase EPC tersebut.
IMPLEMENTASI METODE FMEA & FTA UNTUK MEMPREDIKSI DELIVERY TIMEPROJECT EPC – STUDI KASUS KONSTRUKSI/ FABRIKASI POWER GENERATION MODULES 2X62MW FPSO X PROJECT PT. X DI BATAM Firman Edi
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 7 No. 3 (2017): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v7i3.909

Abstract

Keberhasilan sebuah proyek ditentukan dari bagaimana scope, timeline dan biaya proyekyang telah disepakatkan, pada suatu proyek dapat dicapai (PMBOK)[1]. Pada berbagai kasusdalam proyek engineering, aktivitas proyek biayanya telah disusun secara ketat pada rencanaaktivitias pengelolaan proyek. Salah satu proyek pada industri perminyakan dunia adalah proyekkonstruksi fasilitas Floating Production Storage Oil (FPSO). Dalam pelaksanaan pekerjaansubkontrak fabrikasi modul PGM pada proyek FPSO X dijumpai beberapa resiko, kendala danketidakpastian yang mungkin akan terjadi pada phase engineering, procurement dan constructionyang berdampak pada keterlambatan dalam penyerahan produk kepada end user/customer sesuaitarget waktu kerja yang direncanakan sebagaimana tertuang pada contract agreement.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi parameter faktor - faktor penyebabketerlambatan phase EPCdalam fabrikasi PGM module proyek FPSO PT X yang berpengaruhpada kesuksesan proyek dengan mengimplementasi metode FMEA dan FTA untuk memprediksidelivery time proyek tersebut.Berdasarkan analisa metode FMEA yang ditampilkan pada grafik resiko didapatkan nilaiRPN yang termasuk dalam kategori area intolerable risk dengan range nilai RPN adalah > 48sampai 126 dan nilai level of severity adalah > 4 sampai 7 serta didukung dari analisa metode FTAyang menghasilkan 24 basic event sebagai faktor – faktor dominan penyebab terjadinyaketerlambatan dalam pelaksanaan proyek PGM modul FPSO di PT X serta terjadinya penambahansuatu biaya pekerjaan pada phase EPC tersebut.