Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Analisis Getaran Pengaruh Variabel Misalignment Azhari Akbar; Djoko Karmiadji
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol 11 No 3 (2021): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v11i3.2901

Abstract

Getaran adalah bagian dari dinamika yang berhubungan dengan gerakan elemen mekanis dan struktur, akan tetapi getaran yang berlebih justru dapat merusak peralatan. Getaran yang diakibatkan oleh misalignment adalah suatu kondisi pada poros-kopling yang terhubung tidak berada dalam satu garis sumbu. Penelitian ini bertujuan menemukan frekuensi getaran akibat misalignment pada mesin yang beroperasi pada 3000 rpm dan menentukan umur pemakaian bearing pada mesin yang tetap beroperasi dalam keadaan vibrasi akibat misalignment. Penelitian ini dilakukan pada pompa sentrifugal yang menggunakan bearing 6310 C3 dengan penyimpangan misalignment 0,19 mm dan 0,09 mm, pengambilan data dilakukan pada titik bearing pompa DE dan NDE posisi horizontal, vertikal, dan axial. Metode untuk pengambilan data adalah vibrasi overall velocity, spectrum FFT, dan enveloping bearing. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis menggunakan trendline software. Hasil penelitian pada pompa yang beroperasi dengan 3000 rpm, frekuensi misalignment muncul di 1 dan 2 order atau pada frekuensi 50 hz dan 100 hz. Pada penyimpangan misalignment 0,19 mm, dihari ke lima belas ditemukan indikasi cacat bearing dominan terjadi pada inner race bearing DE atau pada frekuensi 247,6 hz dengan nilai amplitudo 5,418 m/s2. Sedangkan pada penyimpangan misalignment 0,09 mm, dihari ke empat puluh dua ditemukan indikasi cacat bearing dominan terjadi pada rolling element bearing DE atau pada frekuensi 198,1 hz dengan nilai amplitudo 4,135 m/s2, dan pada bearing NDE cacat bearing dominan terjadi pada outer race atau pada frekuensi 125,4 hz dengan nilai amplitudo 4,115 m/s2.
Analisis Perpindahan Panas Fluida Pendingin Nanofluids pada Aftercoller Dengan Computational Fluid Dynamics Asep Koswara; Djoko Karmiadji
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol 11 No 3 (2021): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v11i3.2905

Abstract

Mempertimbangkan meningkatnya permintaan dalam teknologi modern, telah dikembangkan dispersi sejumlah kecil zat padat berukuran nano dalam cairan yang disebut nanofluids yang dapat meningkatkan konduktivitas termal fluida. Karakteristik fluida ini menunjukkan sifat termal yang lebih besar dibandingkan dengan cairan pendingin konvensional untuk aplikasi pemindah panas yang banyak digunakan saat ini. Salah satu jenis nanofluids yang banyak digunakan adalah Al2O3 (alumina). Penelitian ini untuk melihat sejauh mana dampak penggunaan nanofluids pada proses pendinginan udara yang digunakan untuk proses pembakaran. Penelitian dilakukan dengan menganalisa proses perpindahan panas dengan metoda komputasi menggunakan Computational Fluids Dynamic (CFD). Dengan software ini dianalisa karakteristik perpindahan panas 4 jenis coolant, yaitu coolant tanpa nanofluids, coolant dengan kadar Al2O3 1%, 2% dan 3%. Juga dilakukan pengujian langsung pada engine dengan menggunakan coolant tanpa nanofluids dan menggunakan coolant dengan kandungan Al2O3 sebesar 1%. Dari proses analisa CFD diperoleh hasil dimana penggunaan nanofluids dapat meningkatkan efisiensi proses pendinginan udara dan nanofluids dengan kandungan Al2O3 sebesar 3% memberikan efisiensi yang optimal. Sedangkan dari hasil pengujian langsung pada engine diperoleh nilai ∆T rata-rata sebesar 8,9 oC untuk coolant tanpa nanofluids, dan 10,5 oC untuk coolant dengan campuran nanofluids Al2O3 sebesar 1%. Dari penelitian disimpulkan bahwa nanofluids dapat meningkatkan efisiensi proses pendinginan udara.
Analisis Variasi Pengelasan GTAW dan SMAW dengan Parameter Kuat Arus Listrik Pada Fabrikasi Pipa Flowline 4 Inch SCH 80 Surya Satria Budi; Djoko Karmiadji
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol 12 No 2 (2022): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v12i2.3613

Abstract

Material A 106 Gr. B termasuk dalam material seamless carbon steel pipe, dan sering digunakan untuk high-temperature service. Penelitian ini pemodelan menggunakan material pipa A 106 Gr. B, 4 inch, sch 80 dengan panjang 150 mm. Proses pengelasan yang digunakan adalah GTAW dan SMAW. Untuk menemukan proses las dan parameter yang paling efektif pada setiap layer pengelasan flowline, membandingkan variasi pengelasan dengan parameter kuat arus listrik terhadap hasil uji sifat mekanik yang meliputi uji tarik, bending, kekerasan, microstucture dan macrostucture. Hasil pengujian sifat mekanik proses las GTAW dan SMAW, menghasilkan kekuatan tarik di atas persyaratan yang ditentukan oleh ASME II A yaitu 415 N/mm2, hasil analisis photo macrostucture dan microstucture semakin tinggi kuat arus listrik maka semakin besar pelebaran daerah HAZ. Cacat terbesar 35.5 mm terjadi pada spesimen SMAW root bend 2 dengan 130 ampere, hasil analisis uji kekerasan, bahwasannuya pada spesimen SMAW memiliki nilai kekerasan rata-rata lebih tinggi pada daerah weld metal dan HAZ. Analisis yang paling efektif setiap weld layer pengelasan pada fabrikasi pipa flowline 4 Inch sch 80 yaitu weld layer root dengan proses las GTAW kuat arus 110 ampere, weld layer filler dengan proses las GTAW kuat arus 110 ampere dan weld layer capping dengan proses las SMAW kuat arus 90 ampere.
Analisis Mechanical Properties API 5L X52 Pengelasan SMAW Pada Subsea Pipeline Bernard Christian Situmorang; Djoko Karmiadji
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol 12 No 2 (2022): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v12i2.3614

Abstract

Berdasarkan hasil pengujian tensile test pada sembilan viariasi pengelasan maka didapat nilai rata-rata untuk elektroda kawat las E7016/7018 dengan nilai rata-rata 606 N/mm² dan sembilan variasi pengelasan dengan elektroda kawat las E6010/7010 dengan nilai rata-rata 578 N/mm². Pengujian Vickers test dengan sembilan variasi pengelasan didapatkan hasil untuk elektroda kawat las E6010/7010 dengan nilai kekerasan rata-rata sebesar 168 HV dan untuk sembilan variasi pengelasan menggunakan elektroda kawat las E7016/7018 mendapatkan nilai kekerasan rata-rata sebesar 182 HV. Pengujian charpy test menggunakan variasi sembilan pengelasan dengan menggunakan elektroda kawat las E6010/7010 nilai rata-rata impact value nya sebesar 117 Joule dan untuk sembilan variasi pengelasan dengan menggunakan elektroda kawat las E7016/7018 nilai rata-rata impact value nya sebesar 173 Joule. Sedangkan untuk hasil pengujian macro test untuk sembilan variasi pengelasan elektroda kawat las E6010/7010 dan elektroda kawat las E7016/7018 tidak ditemukan ada nya internal crack, undercut dan incomplete fusion.
Analisis Getaran Pengaruh Variabel Misalignment Azhari Akbar; Djoko Karmiadji
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 11 No. 3 (2021): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v11i3.2901

Abstract

Getaran adalah bagian dari dinamika yang berhubungan dengan gerakan elemen mekanis dan struktur, akan tetapi getaran yang berlebih justru dapat merusak peralatan. Getaran yang diakibatkan oleh misalignment adalah suatu kondisi pada poros-kopling yang terhubung tidak berada dalam satu garis sumbu. Penelitian ini bertujuan menemukan frekuensi getaran akibat misalignment pada mesin yang beroperasi pada 3000 rpm dan menentukan umur pemakaian bearing pada mesin yang tetap beroperasi dalam keadaan vibrasi akibat misalignment. Penelitian ini dilakukan pada pompa sentrifugal yang menggunakan bearing 6310 C3 dengan penyimpangan misalignment 0,19 mm dan 0,09 mm, pengambilan data dilakukan pada titik bearing pompa DE dan NDE posisi horizontal, vertikal, dan axial. Metode untuk pengambilan data adalah vibrasi overall velocity, spectrum FFT, dan enveloping bearing. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis menggunakan trendline software. Hasil penelitian pada pompa yang beroperasi dengan 3000 rpm, frekuensi misalignment muncul di 1 dan 2 order atau pada frekuensi 50 hz dan 100 hz. Pada penyimpangan misalignment 0,19 mm, dihari ke lima belas ditemukan indikasi cacat bearing dominan terjadi pada inner race bearing DE atau pada frekuensi 247,6 hz dengan nilai amplitudo 5,418 m/s2. Sedangkan pada penyimpangan misalignment 0,09 mm, dihari ke empat puluh dua ditemukan indikasi cacat bearing dominan terjadi pada rolling element bearing DE atau pada frekuensi 198,1 hz dengan nilai amplitudo 4,135 m/s2, dan pada bearing NDE cacat bearing dominan terjadi pada outer race atau pada frekuensi 125,4 hz dengan nilai amplitudo 4,115 m/s2.
Analisis Perpindahan Panas Fluida Pendingin Nanofluids pada Aftercoller Dengan Computational Fluid Dynamics Asep Koswara; Djoko Karmiadji
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 11 No. 3 (2021): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v11i3.2905

Abstract

Mempertimbangkan meningkatnya permintaan dalam teknologi modern, telah dikembangkan dispersi sejumlah kecil zat padat berukuran nano dalam cairan yang disebut nanofluids yang dapat meningkatkan konduktivitas termal fluida. Karakteristik fluida ini menunjukkan sifat termal yang lebih besar dibandingkan dengan cairan pendingin konvensional untuk aplikasi pemindah panas yang banyak digunakan saat ini. Salah satu jenis nanofluids yang banyak digunakan adalah Al2O3 (alumina). Penelitian ini untuk melihat sejauh mana dampak penggunaan nanofluids pada proses pendinginan udara yang digunakan untuk proses pembakaran. Penelitian dilakukan dengan menganalisa proses perpindahan panas dengan metoda komputasi menggunakan Computational Fluids Dynamic (CFD). Dengan software ini dianalisa karakteristik perpindahan panas 4 jenis coolant, yaitu coolant tanpa nanofluids, coolant dengan kadar Al2O3 1%, 2% dan 3%. Juga dilakukan pengujian langsung pada engine dengan menggunakan coolant tanpa nanofluids dan menggunakan coolant dengan kandungan Al2O3 sebesar 1%. Dari proses analisa CFD diperoleh hasil dimana penggunaan nanofluids dapat meningkatkan efisiensi proses pendinginan udara dan nanofluids dengan kandungan Al2O3 sebesar 3% memberikan efisiensi yang optimal. Sedangkan dari hasil pengujian langsung pada engine diperoleh nilai ∆T rata-rata sebesar 8,9 oC untuk coolant tanpa nanofluids, dan 10,5 oC untuk coolant dengan campuran nanofluids Al2O3 sebesar 1%. Dari penelitian disimpulkan bahwa nanofluids dapat meningkatkan efisiensi proses pendinginan udara.
Analisis Variasi Pengelasan GTAW dan SMAW dengan Parameter Kuat Arus Listrik Pada Fabrikasi Pipa Flowline 4 Inch SCH 80 Surya Satria Budi; Djoko Karmiadji
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 12 No. 2 (2022): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v12i2.3613

Abstract

Material A 106 Gr. B termasuk dalam material seamless carbon steel pipe, dan sering digunakan untuk high-temperature service. Penelitian ini pemodelan menggunakan material pipa A 106 Gr. B, 4 inch, sch 80 dengan panjang 150 mm. Proses pengelasan yang digunakan adalah GTAW dan SMAW. Untuk menemukan proses las dan parameter yang paling efektif pada setiap layer pengelasan flowline, membandingkan variasi pengelasan dengan parameter kuat arus listrik terhadap hasil uji sifat mekanik yang meliputi uji tarik, bending, kekerasan, microstucture dan macrostucture. Hasil pengujian sifat mekanik proses las GTAW dan SMAW, menghasilkan kekuatan tarik di atas persyaratan yang ditentukan oleh ASME II A yaitu 415 N/mm2, hasil analisis photo macrostucture dan microstucture semakin tinggi kuat arus listrik maka semakin besar pelebaran daerah HAZ. Cacat terbesar 35.5 mm terjadi pada spesimen SMAW root bend 2 dengan 130 ampere, hasil analisis uji kekerasan, bahwasannuya pada spesimen SMAW memiliki nilai kekerasan rata-rata lebih tinggi pada daerah weld metal dan HAZ. Analisis yang paling efektif setiap weld layer pengelasan pada fabrikasi pipa flowline 4 Inch sch 80 yaitu weld layer root dengan proses las GTAW kuat arus 110 ampere, weld layer filler dengan proses las GTAW kuat arus 110 ampere dan weld layer capping dengan proses las SMAW kuat arus 90 ampere.
Analisis Mechanical Properties API 5L X52 Pengelasan SMAW Pada Subsea Pipeline Bernard Christian Situmorang; Djoko Karmiadji
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 12 No. 2 (2022): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v12i2.3614

Abstract

Berdasarkan hasil pengujian tensile test pada sembilan viariasi pengelasan maka didapat nilai rata-rata untuk elektroda kawat las E7016/7018 dengan nilai rata-rata 606 N/mm² dan sembilan variasi pengelasan dengan elektroda kawat las E6010/7010 dengan nilai rata-rata 578 N/mm². Pengujian Vickers test dengan sembilan variasi pengelasan didapatkan hasil untuk elektroda kawat las E6010/7010 dengan nilai kekerasan rata-rata sebesar 168 HV dan untuk sembilan variasi pengelasan menggunakan elektroda kawat las E7016/7018 mendapatkan nilai kekerasan rata-rata sebesar 182 HV. Pengujian charpy test menggunakan variasi sembilan pengelasan dengan menggunakan elektroda kawat las E6010/7010 nilai rata-rata impact value nya sebesar 117 Joule dan untuk sembilan variasi pengelasan dengan menggunakan elektroda kawat las E7016/7018 nilai rata-rata impact value nya sebesar 173 Joule. Sedangkan untuk hasil pengujian macro test untuk sembilan variasi pengelasan elektroda kawat las E6010/7010 dan elektroda kawat las E7016/7018 tidak ditemukan ada nya internal crack, undercut dan incomplete fusion.