Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengembangan Desain Mesin Multi Spindel Pengeboran Untuk Meningkatkan Produktivitas Gabus Shuttlrcock Al Fauzi; Mahfudz Al Huda
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol 11 No 3 (2021): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v11i3.2909

Abstract

Produk Gabus adalah sub-komponen Shuttlecock yang digunakan dalam permainan olahraga bulutangkis. Produk ini dibuat dengan proses pengeboran. Permasalahan yang dihadapi perusahaan UMKM adalah dalam proses produktifitas masih belum mencukupi target yang diinginkan pada proses pengeboran dengan satu spindel. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan desain mesin bor satu spindel menjadi multi spindel untuk meningkatkan produktivitas pengeboran agar mencukupi target yang diinginkan. Dengan metode Karl T. Ulrich dan Steven D. Eppinger yang dilakukan dengan mendesain 3 konsep untuk mengetahui desain manakah yang sesuai dengan kebutuhan target. Hasil dari konsep yang dipilih akan dilakukan pengujian konsep yang dilajut ke desain tingkat sistem dan desain detail. Kemudian akan dibuat prototype nya, sehingga dapat melakukan pengujian prototype dengan metode experimental yang digunakan selama 3 minggu dalam pengeboran. Mesin ini dapat memproduksi 5760 pcs dalam satu shift (8 jam).
Optimasi Parameter Pengelasan pada Proses Pengelasan Tahanan Listrik Komponen Bracket Rear Console untuk Peningkatan Masa Pakai Elektroda Yongki Jatikusuma; Mahfudz Al Huda
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol 12 No 1 (2022): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v12i1.3211

Abstract

Penelitian ini diawali dengan pengamatan terhadap beberapa kondisi yang terjadi pada proses pengelasan tahanan listrik bracket rear console. Kondisi permukaan benda kerja yang kasar, torsi yang besarnya 4,5 kali standar minimum, press separation yang besarnya 2,5 kali standar minimum, berkurangnya material elektroda sedalam1 mm saat dresser untuk setiap 200 cycle pengelasan. Kondisi saat ini termasuk dalam kondisi standar yang sangat tinggi atau bahkan sudah mencapai kondisi berlebih. Kondisi tersebut memberikan peluang untuk dilakukan optimasi parameter pengelasan sehingga didapat kondisi baru yang lebih rendah dari kondisi sebelumnya namun dengan tetap memperhatikan 4 faktor kualitas [setdown, torsi, press separation, welding length] sekaligus dapat membuat masa pakai elektroda mengalami peningkatan. Optimasi parameter pengelasan dilakukan dengan melakukan 2 variasi penurunan tekanan elektroda (3,2 MPa & 2,9 MPa) dan mengkombinasikan dengan 2 variasi penurunan arus (6120 A & 5780 A) serta melakukan pengamatan hasil proses pengelasan terhadap 4 faktor kualitas. Kombinasi tekanan elektroda 2,9 MPa dan arus 6120 A memberikan hasil yang terbaik. Permasalahan kondisi permukaan yang kasar dapat teratasi, kedalaman dresser berkurang menjadi 0,4 mm untuk setiap 250 cycle, terjadi peningkatan masa pakai elektroda 25 %. Pengamatan terhadap rata-rata 4 faktor kualitas: setdown 87 %, torsi 80 Nm, press separation 7866 N, welding length 3,3 mm. Hasil pengelasan dengan parameter baru masih memenuhi standar kriteria pengelasan yang digunakan, sehingga kondisi optimasi dapat untuk diaplikasikan pada aktual proses produksi.
PENENTUAN PARAMETER PROSES PENGELASAN YANG TEPAT UNTUK MENGHILANGKAN CACAT LINEAR INDICATION PADA PRODUK GATE VALVE Zikri; Mahfudz Al Huda
Jurnal Teknologika Vol 9 No 2 (2019): Jurnal Teknologika
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.768 KB)

Abstract

Valve merupakan bagian terpenting dalam satu integrasi welhead dan x-mas tree sebagai kepala sumur bor. Valve memiliki jenis yang beragam, seperti gate valve, ball valve, plug valve, butterfly valve, dan lainnya. Jenis yang beragam tersebut dibagi berdasarkan fungsi, ukuran, dan tekanan kerja yang disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan di lapangan. Penelitian ini akan meneliti gate valve untuk keperluan proses eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi yang beroperasi pada tekanan tinggi. Dimana gate valve ini ter integrasi dengan wellhead dan X-mas tree. Permasalahan yang di hadapi saat ini adalah Indikasi Linier di temukan pada proses pengelasan saat melakukan pengecekan ultrasonic yang mana indikasi yang di temukan tidak sesuai dengan kriteria acceptance di bawah prosedur10002939412 Ver.07 Appendix II Paragraph 8. ini merupakan single indikasi yang menunjukan di center ID Cavity bawah. Beberapa parameter yang akan di tentukan Ampere (A), Voltase (v) dan Travel Speed (cm/mm). Percobaan ini di lakukan 21 kali pengelasan dari raw material AISI 4130 alloy steel dengan proses pengelasan menggunakan logam isian material Inconel 625 ERNICrMo dari berbagai macam perubahan parameter yang beda-beda berdasarkan desain matrik percobaan. kemudian hasil pengelasan diuji Kekuatan Tarik, Kekerasan dan Uji Bending, metode penelitian yang di pakai yaitu metode evaluasi yaitu data yang didapat dievaluasi untuk mendapatkan hasil yang optimal. Dan metode Anova (Analisi of varian). Dari hasil penelitian dan pengujian yang dilakukan dengan menggunakan parameter 285 A, 13 Volt dan 15 cm/mm travel speed yang memiliki kekuatan tarik maksimum dan nilai kekerasan yang tinggi yaitu 634.5 N/mm2 dan 338 HV serta juga di lakukan uji bending untuk membuktikan hasil yang kualitatif.
OPTIMASI DESAIN PARAMETER UNTUK MENGHILANGKAN CACAT OVALITY PADA PROSES PEMESINAN PEMBUATAN PRODUK WELLHEAD Rafiansyah Putra; Mahfudz Al Huda
Jurnal Asiimetrik: Jurnal Ilmiah Rekayasa & Inovasi Volume 2 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/asiimetrik.v2i2.1372

Abstract

Produk Wellhead digunakan sebagai penutup kepala sumur setelah pengeboran minyak selesai dilakukan. Produk ini dibuat dengan proses turning dan milling. Permasalahan yang dihadapi adalah masih ditemukan cacat dimensi ovality proses pemesinan. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan setting parameter optimum dari proses pemesinan turning dan milling dengan model persamaan regresi yang optimal. Parameter yang ditentukan adalah Kecepatan Potong (Vc), Kecepatan Pemakanan (f), dan Kedalaman Potong (Ap). Dengan metode experimental yang dilakukan dengan mengambil 20 sampel produk dengan setting parameter yang berbeda-beda. Hasil percobaan yang dilakukan, pada proses turning parameter yang paling berpengaruh terhadap ovality adalah kedalaman potong (Ap), dan pada proses milling adalah Kecepatan Potong (F). Selanjutnya dilakukan analisa dengan metode Surface Responseuntuk mendapatkan persamaan regresi optimal untuk ovality.
Pengembangan Desain Mesin Multi Spindel Pengeboran Untuk Meningkatkan Produktivitas Gabus Shuttlrcock Al Fauzi; Mahfudz Al Huda
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 11 No. 3 (2021): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v11i3.2909

Abstract

Produk Gabus adalah sub-komponen Shuttlecock yang digunakan dalam permainan olahraga bulutangkis. Produk ini dibuat dengan proses pengeboran. Permasalahan yang dihadapi perusahaan UMKM adalah dalam proses produktifitas masih belum mencukupi target yang diinginkan pada proses pengeboran dengan satu spindel. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan desain mesin bor satu spindel menjadi multi spindel untuk meningkatkan produktivitas pengeboran agar mencukupi target yang diinginkan. Dengan metode Karl T. Ulrich dan Steven D. Eppinger yang dilakukan dengan mendesain 3 konsep untuk mengetahui desain manakah yang sesuai dengan kebutuhan target. Hasil dari konsep yang dipilih akan dilakukan pengujian konsep yang dilajut ke desain tingkat sistem dan desain detail. Kemudian akan dibuat prototype nya, sehingga dapat melakukan pengujian prototype dengan metode experimental yang digunakan selama 3 minggu dalam pengeboran. Mesin ini dapat memproduksi 5760 pcs dalam satu shift (8 jam).
Optimasi Parameter Pengelasan pada Proses Pengelasan Tahanan Listrik Komponen Bracket Rear Console untuk Peningkatan Masa Pakai Elektroda Yongki Jatikusuma; Mahfudz Al Huda
Teknobiz : Jurnal Ilmiah Program Studi Magister Teknik Mesin Vol. 12 No. 1 (2022): Teknobiz
Publisher : Magister Teknik Mesin Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/teknobiz.v12i1.3211

Abstract

Penelitian ini diawali dengan pengamatan terhadap beberapa kondisi yang terjadi pada proses pengelasan tahanan listrik bracket rear console. Kondisi permukaan benda kerja yang kasar, torsi yang besarnya 4,5 kali standar minimum, press separation yang besarnya 2,5 kali standar minimum, berkurangnya material elektroda sedalam1 mm saat dresser untuk setiap 200 cycle pengelasan. Kondisi saat ini termasuk dalam kondisi standar yang sangat tinggi atau bahkan sudah mencapai kondisi berlebih. Kondisi tersebut memberikan peluang untuk dilakukan optimasi parameter pengelasan sehingga didapat kondisi baru yang lebih rendah dari kondisi sebelumnya namun dengan tetap memperhatikan 4 faktor kualitas [setdown, torsi, press separation, welding length] sekaligus dapat membuat masa pakai elektroda mengalami peningkatan. Optimasi parameter pengelasan dilakukan dengan melakukan 2 variasi penurunan tekanan elektroda (3,2 MPa & 2,9 MPa) dan mengkombinasikan dengan 2 variasi penurunan arus (6120 A & 5780 A) serta melakukan pengamatan hasil proses pengelasan terhadap 4 faktor kualitas. Kombinasi tekanan elektroda 2,9 MPa dan arus 6120 A memberikan hasil yang terbaik. Permasalahan kondisi permukaan yang kasar dapat teratasi, kedalaman dresser berkurang menjadi 0,4 mm untuk setiap 250 cycle, terjadi peningkatan masa pakai elektroda 25 %. Pengamatan terhadap rata-rata 4 faktor kualitas: setdown 87 %, torsi 80 Nm, press separation 7866 N, welding length 3,3 mm. Hasil pengelasan dengan parameter baru masih memenuhi standar kriteria pengelasan yang digunakan, sehingga kondisi optimasi dapat untuk diaplikasikan pada aktual proses produksi.