Yuliananingsih Yuliananingsih
Magister PGMI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN MEDIA TIGA DIMENSI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS V DI MIN 1 DOMPU Yuliananingsih Yuliananingsih
eL-Muhbib: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Dasar Vol 3 No 2 (2019): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v3i2.383

Abstract

Mengingat pentingnya Matematika, siswa merupakan tunas danharapan bangsa yang sudah mestinya sejak dini dilatih untukmengetahui dan menyukai Matematika. Namun pada kenyataannya,sekarang ini tidak sedikit siswa yang kurang berminat terhadap bidangstudi Matematika. Hal ini disebabkan karena kurangnya fariasipenggunaan metode dan penggunaan media pembelajaran oleh guru.Dalam penelitian ini masalah yang ingin dijawab adalah bagaimanapenggunaan media bangun ruang tiga dimensi dapat meningkatkanhasil belajar siswa kelas V MIN 1 Dompu tahun pelajaran 2017/2018.Jenis penelitian ini menggunakan tindakan kelas. Dengan model sikusyang berulang dan berkelanjutan. Penelitian tindakan kelas inidilakukan dengan II siklus. Tiap siklusnya merupakan rangkaiankegiatan yang terdiri dari 1) Perencanaan, dan 2) Pelaksanaantindakan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V MIN 1Dompu yang berjumlah 24 orang. Objek dalam penelitian ini adalahhasil belajar materi bangun ruang. Instrumen yang digunakan berupasoal tes, lembar observasi dan dokumentasi. Data yang diperolehdianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian inimenunjukan bahwa pengguanaan media bangun ruang tiga dimensipada mata pelajaran Matematika mampu peningkatan hasil belajarsiswa. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya nilai siswa materibangun ruang sebelum dan sesudah diberi tindakan. Dilihat dari ratarata nilainya dari prasiklus sebesar 59,3, Siklus I sebesar 69,3 dansiklus II sebesat 77,5 dengan presentase ketuntasan pada prasiklusmenccapai 41,6 %, silus I mencapai 66,6 %, dan Siklus II mencapai91,6 %.
KEGIATAN TINDAK LANJUT DALAM PENGEMBANGAN ASESMEN PEMBELAJARAN DI MI Yuliananingsih Yuliananingsih
eL-Muhbib: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Dasar Vol 4 No 1 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v4i1.391

Abstract

Penilaian seharusnya memiliki kesejejaran dengan tujuan dan materi kurikulum. Oleh karna itu, dalam upaya untukmeningkatkan semangat peserta didik harus ada kesejajaranantara standar (kompetensi), isi/konten (materi/kurikulum),penilaian, dan trategi pembelajaran. Makna kesejajaranditunjukan bahwa antara standar, materi, penilaian dan strategipembelajarab benar-benar dapat saling melengkapi. Penilaianbukan hanya sebagai bagian dari suatu kegiatan belajar, tetapipenilain juga untuk meningkatkan pembelajaran. Slain itu,penilaian berfungsi untuk memajukan pesrta didik dalam belajar.Oleh karena itu pembelajaran yang sepenuhnya mengacu kepadapengujian justru tidak akan memberi nilai positif bagi kemajuanpeserta didik. Mengingat kecepatan setiap peserta didik dalampencapaian kompetensi tidak sama, maka dalam pembelajaranterjadi perbedaan kecepatan belajar antara peserta didik yangpandai, dengan yang kurang pandai. Sementara pembelajaranberbasis kompetensi mengharuskan pencapaian ketuntasan dalampencapaian kompetensi untuk seluruh kompetensi dasar secaraperorangan. Implikasi dari prinsip tersebut mengharuskan gurumelakukan kegiatan tindak lanjut dengan dilaksanakannyaprogram remedial bagi siswa yang belum tuntas dan pengayaanbagi siswa yang sudah tuntas. Program remedial dan pengayaanini nantinya sangatlah penting bagi guru untuk mengetahuiperkembangan peserta didik serta peningkatan mutu pendidikanpada umumnya.