Sukresno Sukresno
Balai Penelitian Kehutanan Solo Jl. Jend. A. Yani-Pabelan, Kartasura PO. BOX. 295 Surakarta 57102 Telp./Fax : (0271) 716709 dan 716959

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN KAWASAN HUTAN TEBANGAN DARI PERSPEKTIF PENGELOLAAN HUTAN LESTARI DI PT. HUTAN SANGGAM LABANAN LESTARI, KALIMANTAN TIMUR Heru Dwi Riyanto; R. Dody Prakosa; Sukresno Sukresno
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2008.5.4.389-396

Abstract

Hutan alam Indonesia yang dikenal memiliki keanekaragaman jenis, baik sebagai penghasil komoditas hasil hutan kayu maupun komoditas hasil hutan bukan kayu, dengan adanya kegiatan pemanenan hutan, keranekaragaman jenis-jenis tersebut secara langsung maupun tidak, akan terpengaruh. Pengaruh kegiatan pemanenan hutan tersebut adalah berkurangnya atau bahkan sampai hilangnya jenis-jenis penyusun hutan tersebut serta menurunnya produktivitas hutan alam tersebut. Dalam rangka pengelolaan kawasan hutan bekas tebangan sangat diperlukan adanya informasi, guna mendukung upaya monitoring dan evaluasi agar dapat berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi para pengambil keputusan. Beberapa informasi penting tersebut adalah spesies diversitas, indek similaritas, tegakan tinggal, dan struktur tegakan dari kawasan hutan bekas tebangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang kondisi kawasan hutan bekas tebangan dalam kaitannya dengan beberapa indikator monitoring kesehatan hutan dalam upaya pengelolaan hutan lestari. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat survei, dengan mengamati dan melakukan pengukuran kondisi lapangan sebagaimana adanya, tanpa memberikan perlakuan-perlakuan tertentu. Parameter yang diamati dan diukur adalah jenis pohon   dan diameter pohon, dengan aspek pengamatan adalah spesies diversitas, indek similaritas, tegakan tinggal, dan struktur tegakan. Hasil pengamatan menunjukkan spesies diversitas di kawasan hutan bekas tebangan masih tinggi, indek similaritas 51%, dan tegakan tinggal rata-rata tertinggal lebih kurang 30% dengan jenis komersial Dipterocarpaceae tertinggal 22%,  komersial non  Dipterocarpaceae 30%, dan  non  komersial 43%.  Hasil  penelitian juga menunjukkan bahwa tegakan tinggal di kawasan hutan bekas tebangan yang didasarkan  kelas diameter 10 cm ≥ D < 20 cm tertinggal 19%, kelas diameter 20 cm ≥  D < 40 cm tertinggal 38%, dan kelas diameter 40 cm ke atas tertinggal 40%. Sedangkan untuk struktur tegakan dari hutan perawan menjadi kawasan hutan bekas tebangan telah terjadi perubahan struktur.
KAJIAN KUANTIFIKASI KANDUNGAN KARBON PADA HUTAN TANAMAN JATI Tyas Mutiara Basuki; Heru Dwi R; Sukresno Sukresno
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2008.5.1.101-106

Abstract

Hutan menutupi seperempat bagian dari wilayah daratan di dunia dan memainkan peran yang penting di dalam memelihara lingkungan global seperti pencegahan banjir, pengendalian proses pemadang-pasiran dan penyerapan serta fiksasi CO2 .Hutan telah semakin berkurang yangdisebabkan oleh kegiatan tebas dan bakar, penebangan pohon secara berlebihan untuk mendapatkan kayu bakar serta kayu komersil, dan oleh konversi dari tanah-tanah hutan menjadi tanah-tanah pertanian. Bumi kita sekarang terbuka terhadap bahaya dari pemanasan global. Dipercayai bahwa sejumlah besar CO 2 dan beberapa Gas Rumah Kaca lain dilepaskan oleh kegiatan-kegiatan ekonomi dan membentuk suatu lapisan sekeliling bumi, yang menahan energi matahari dan mengakibatkan peningkatan dari suhu rata-rata. Perubahan iklim yang disebabkan oleh pemanasan itu telah mendatangkan lebih banyak bencana-bencana alam daripada sebelumnya di berbagai belahan dunia. Memahami situasi demikian, BP2TP-DAS-IBB melakukan studi untuk mengumpulkan dan menganalisis berbagai data guna mengkuantifikasikan kandungan karbon dalam biomassa dengan membuat persamaan allometrik tegakan jati (Tectona grandis LINN) sebagai salah satu jenis unggulan dalam pembangunan hutan tanaman industri. Dalam penelitian ini,  lokasi yang dipilih  adalah hutan tanaman jati pada Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Perum Perhutani Cepu, Unit II Jawa Tengah. Penelitian yang dilakukan merupakan pengamatan terhadap kondisi yang ada dan tidak melakukan perlakuan. Metode yang digunakan untuk mengetahui rosot karbon dalam tanaman adalah dengan pendekatan IPCC Guidelines. Dalam penelitian ini diasumsikan bahwa jumlah karbon yang dapat diserap dan disimpan oleh tanaman sama dengan jumlah karbon yang terdapat dalam biomassa tanaman tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persamaan korelasi antara umur tegakan/tanaman dengan  diameter,  berat  kering total biomassa dengan diameter, dan kandungan karbon dengan diameter, memberikan nilai koefisien determinasi yang tinggi. Ini berarti, persamaan-persamaan tersebut dapat digunakan untuk mengestimasi kandungan karbon tegakan/tanman jati.