R. Garsetiasih
Pusat Litbang Konservasi dan Rehabilitasi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DAYA DUKUNG PADANG PERUMPUTAN BANTENG (Bos javanicus d’Alton 1832): Studi Kasus di Sadengan dan Sumber Gedang, Jawa Timur R. Garsetiasih
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2013.10.2.229-240

Abstract

Populasi banteng (Bos javanicus d’Alton 1832) terus menurun dan terancam punah sehingga perlu penyelamatan habitatnya. Penelitian dilakukan untuk mengetahui potensi dan daya dukung dua habitat banteng  di Jawa Timur yaitu padang perumputan Sadengan,Taman Nasional Alas Purwo (TNAP) dan blok Sumber Gedang, KPH Banyuwangi mulai, tahun 2008 sampai 2010. Pengumpulan data vegetasi tumbuhan bawah sebagai hijauan pakan banteng menggunakan plot bujur sangkar berukuran 1 m x 1m. Penentuan plot pertama dilakukan secara purposive dan selanjutnya secara sistematik. Jumlah plot pengukuran produktivitas sebanyak 20, jarak antar plot 25 m; jumlah jalur sebanyak 5 jalur, jarak antar jalur 50 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya dukung padang penggembalaan Sadengan TNAP pada saat musim hujan dengan luas 37 ha dapat menampung 130 individu banteng betina dewasa atau 65 individu banteng jantan dewasa. Pada saat musim kemarau hanya dapat menampung 13 individu banteng jantan dewasa atau 26 individu betina dewasa. Daya dukung habitat pakan di kawasan Sumber Gedang Perum Perhutani seluas sekitar empat hektar pada saat musim hujan dapat menampung sebanyak 32 individu banteng betina dewasa atau 16 banteng jantan dewasa, sedangkan pada saat musim kemarau dapat menampung lima individu banteng betina dewasa.
POTENSI DAN PRODUKTIVITAS HABITAT PAKAN BANTENG (Bos javanicus d’Alton 1832) DI PADANG PERUMPUTAN PRINGTALI DAN KEBUN PANTAI BANDEALIT TAMAN NASIONAL MERU BETIRI JAWA TIMUR R. Garsetiasih; H S. Alikodra; R. Soekmadi; M. Bismark
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2012.9.2.113-123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang potensi dan produktivitas hijauan rumput  pakan banteng (Bos javanicus d Alton 1832). Penelitian dilakukan pada tahun 2009 sampai 2010 di Padang Rumput Pringtali Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) dan di Kebun Pantai Perkebunan Bandealit. Pengumpulan data vegetasi pakan menggunakan plot bujur sangkar berukuran 1 m X 1 m. Penentuan plot pertama dilakukan secara acak dan selanjutnya secara sistematik. Jumlah plot yang digunakan 20 plot, jarak antara plot 25 m dan antar jalur 50 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya dukung Padang Penggembalaan Pringtali pada saat musim hujan dengan luas  lima ha dapat menampung 29 individu banteng betina dan 10 individu pada saat musim kemarau. Kebun Pantai Bandealit dengan luas 63 ha pada saat musim hujan dapat menampung 222 individu banteng betina dan saat musim kemarau hanya dapat menampung 110 individu. Jika untuk banteng jantan daya dukung tersebut hanya dapat menampung separuhnya dari daya dukung banteng betina. Jenis rumput yang paling disukai adalah kolonjono (Hierochloe horsfieldii (Kunth ex Benn.) Maxim.) dengan frekuensi 0,93; putian(Andropogon pertusus (L.) Willd.) 0,92; domdoman (Andropogon aciculatus Retz.)0,86; dan paitan (Paspalum conjugatum P.J. Bergius) 0,83. Kandungan nilai gizi hijauan pakan tertinggi yang dicirikan oleh kandungan protein yaitu 16,21% untuk A. pertusus), 9,98% untuk H. horsfieldii, 9,65% untuk P. montanum,9,36%untuk A. aciculatus, dan 9,31% untuk  P. conjugatum.