Sri Esti Intari
Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEMAMPUAN MEMANGSA KUMBANG LEMBING Coleophora. inaequalis (COLEOPTERA : COCCINELLIDAE) PADABEBERAPA JENIS KUTU DAUN (HOMOPTERA : APHIDIIDAE) Sri Esti Intari
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 3 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2005.2.3.277-281

Abstract

Percobaan pemangsaan kumbang lembing Coelophorainaequalis (Coeloptera: Coccinellidae) pada kutu daun Aphiscrassivora dan Rhoplasivum -maydis dilakukan di laboratorium.Sejumlah kutu daun didedakan padal arva kumbang instarI,2,3, dan 4 didalam kurungan. Hasilnya menunjukkan bahwa larva instar I hanya makan 5ekor kutu daun A.crassivora.Jumlah kutu daun yang dimangsa meningkat pada instar-instar berikutnya. Perilaku memang sayang sama juga ditunjukkan pada kumbang lembing ini yang diberipakan kutu daun R.maydis. Waktu yang dipergunakan untuk memangsa kutu daun berbeda pada setiap instar.Larvainstar1 dan 2 memangsa kutu daun lebih lama dari pada instar yang lebih tua.
PENGENDALIAN HAMA Shorea spp. MENGGUNAKAN INSEKTISIDA BIOLOGI DAN HAYATI Sri Esti Intari
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2005.2.1.83-91

Abstract

Pengendalian hama menggunakan insektisida  hayati  Bacilus  thuringiensis   dan cuka kayu pinus merupakan salah satu cara pengendalian hama yang rarnah lingkungan, karena sifatnya yang mudah terurai.  Insektsidiajenis ini telah banyak dikembangkan di sektor pertaniandan perkebunan, sedangkan di sektor kehutanan belum banyak dilaksanakan.   Untuk mengendalikan harna Shorea spp.  dilakukan percobaan dengan menggunakan insektisida  hayati yang berbahan aktif Bacilus thuringiensis   yang memproduksizat-zat sangat beracun bagi larva serangga, di antara racun ini yang penting adalah delta• endotoksin yang berbentuk kristal dan cuka kayu pinus yang mengandung senyawa kirnia seperti pada umurnnya insektisida pembunuh hama.  Percobaan  pengendaliannya  dilakukan di laboratorium dan lapangan dengan berbagai konsentrasi B. thuringiensis  (1  gr/I, 2 gr/1, 3 gr/I, 4 gr/I, dan 5 gr/I) dan cuka kayu pinus (10 cell, 20 cell, 30 cc/I, 40 cell, dan 50 cc/I), dengan rancanganpercobaan RAL di laboratoriwn dan RCBD di Iapangan. Parameter yang diarnati adalah persentase kesembuhan tanaman dari serangan harna setelah perlakuan insektisida hayati Bacilus thuringiensis dan cuka kayu pinus dalam beberapa dosis.  Harna yang menyerang tanaman Shorea  leprosula  di lapangan  adalah kumbang Exopholis hypoleuca (Coleoptera, Melolonthidae).  Hamayang menyerang anakan S. leprosula dan S. selanica di pesernaian adalah ulat Orgyia sp.  (Lepidoptera, Lyrnantriidae). Pengendalian harna ulat Orgyia sp.  di tingkat laboratorium dengan menggunakancuka kayu pinus dengan takaran 50 cc/1 dan B. thuringiensis dengan takaran 5 gr/I efektif. Pengendalian hama kwnbang E. hypoleuca yang menyerang S. leprosula di lapangan dengan menggunakan cuka kayu pinus dengan takaran 40 cc-50 cc/I efektif. Pengendalian harna ulat  Orgyia sp.  di pesernaian dengan menggunakan B. Thuringiensis   dengan takaran 4-5 gr/I efektif.