Hunggul Yudono SHN
Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KUALITAS ALIRAN SUB DAS WUNO DAN MIU DAS PALU Ogi Setiawan; Hunggul Yudono SHN
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 4 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2006.3.4.389-400

Abstract

Tujuan  dari penelitian ini  adalah untuk rnendapatkan informasl tentang kualitas aliran Sub DAS Wuno  dan sub DAS Miu, DAS  Palu  sebngai   dampak  pengelolaan lahan serta inforrnasi untuk menentukan arahan pengelolaan lahan di DAS tersebut. Untuk rnencapai tujuan tersebut digunakan pendekatan model, dalam hal ini model  AGNPS. Model AGNPS merupakan model kejadian hujan yang berbasis sel segi empat dengan tiga komponen utama yaitu hidrologi, erosi, dan unsur hara. Model ini juga mampu menentukan sumber erosi dan pencemar. Hasil  penelitian  di Sub DAS Wuno pada kejadian hujan 53 mm, erosi yang dihasilkan adalah 0,71  ton/ha  dengan hasil  sedimen 13.451 ton atau setara dengan 15,53  ton/ha/tahun untuk  curah hujan tahunan 978,8 mm. Sumber erosi  di Sub DAS Wuno adalah ladang. Konsentrasi  unsur  hara adalah  29,49 mg/liter untuk  N; 0,09 mg/liter  untuk P; dan 124 mg/liter untuk   COD. Konsentrasi N dan COD melebihi batas  maksirnum yang diperbolehkan untuk air minum, perikanan, pertanian dan peternakan.    Sedangkan konsentrasi  P masih berada di bawah arnbang batas maksirnum.  Adapun sumber pencemar  unsur hara adalah ladang dan kebun campuran. Pada kejadian hujan 65  mm,  tingkat erosi di  Sub  DAS Miu adalah 0,41 ton/ha dengan  hasil sedimen 7.965  ton. Bila curah hujan tahunan 1.118,5 mm rnaka erosi yang terjadi  setara dengan 6,93  ton/ha/tahun.  Ladang, kebun campuran, dan coklat  merupakan   surnber  erosi  terbesar.  Konsentrasi N ( 1,25 mg/liter), P (0,13 mg/liter), dan COD (19 mg/liter) masih  ada di bawah ambang batas maksimum yang diperbolebkan untuk semua pemanfaatan air. Arahan  pengelolaan lahan  untuk  kedua sub DAS secara umurn adalah  penerapan teknik  konservasi tanah dan air,  penerapan sistem  agroforesrry, pengembalian kawasan fungsi lindung, dan pengurangan    pemakaian pupuk non organik dan diganti dengan pupuk organik.