Kade Sidiyasa
Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Konservasi Sumberdaya Alam

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HABITAT DAN POTENSI REGENERASI POHON PAKAN BEKANTAN (Nasalis larvatus) DI KUALA SAMBOJA KALIMANTAN TIMUR Kade Sidiyasa; Noorhidayah Noorhidayah; Amir Ma'ruf
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2005.2.4.409-416

Abstract

Bekantan (Nasalis larvatus) yang merupakan salah satu satwa endemik di Kalimantan juga dijumpai pada hutan mangrove di Kuala Samboja Kalimantan Timur. Kondisi habitat dan potensi regenerasi pohon pakannya telah diteliti.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sonneratia caseolaris sebagai sumber pakan utarna  bekantan mendorninasi tegakan pada semua tingkat pertumbuhan (pohon, pancang, semai).  Berdasarkan penyebaran kelas diameter batang, proses regenerasi alami pada tingkat pohon berlangsung dengan sangat baik yang dicirikan oleh kehadiran pohon-pohon yang berdiameter batang kecil (10-20 cm) dengan jumlah terbanyak. Kondisi regenerasi yang baik tidak dijurnpai pada tingkat pancang dan semai.  Terutama pada tingkat semai bahkan sangat rendah, hanya terdapat sebanyak 39,68 semai/ha.  Tidak ada anakan dari jenis pohon lain yang tercatat pada tingkat sernai.  S.  caseolaris diketahui sebagai sumber pakan yang utama bagi bekantan di Kuala Samboja.
MODEL PENDUGAAN BIOMASSA POHON MAHONI (Swietenia macrophylla King) DI ATAS PERMUKAAN TANAH Wahyu Catur Adinugroho; Kade Sidiyasa
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 1 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2006.3.1.103-117

Abstract

Protokol Kyoto meliputi mekanisme pembangunan  bersih dalam rangka mengontrol karbon yang dihasilkan oleh negara-negara   di dunia. Hutan menyerap C02   dari udara melalui proses  fotosintesis dan menyimpannya sebagai biomassa hutan.   Untuk menduga jumlah biomassa di   dalam hutan,  pendekatan  secara tidak   langsung rnelalui model alometrik  dan metode biomass expansion factor (BEF) dapat digunakan.  Tujuan penelitian  ini  adalah untuk memperoleh besarnya nilai BEF dan membuat model alometrik dalam menduga besarnya biomassa pada pohon mahoni.  Untuk mencapai tujuan penelitian  tersebut maka ditentukan sebanyak 30 pohon contoh  yang ditetapkan secara purposif, yang selanjutnya  dilakukan penghitungan  biomassa.  Biomassa  batang dan cabang yang  beraturan dihitung  dengan  menggunakan  pendekatan  volume  sedangkan biomassa  bagian  lainnya   dihitung  dengan penimbangan langsung. Model pendugaan biomassa dihasilkan   dengan  menganalisa   hubungan antara nilai biomassa dengan dimensi pohon. Hasil penelitian  memperlihatkan   bahwa jumlah biomassa  tertinggi  terdapat pada bagian batang yakni mencapai 73% dari biomassa keseluruhan  pohon di atas permukaan tanah,  kemudian diikuti oleh biomassa cabang (17%),  tunggak (5%), daun (3%),  dan ranting (2%).  Model alometrik  yang dihasilkan untuk menduga  biomassa pada pohon mahoni adalah B = aDb dimana B = biomassa  (kg);  0 =  diameter  (cm);  a, b = konstanta. Persamaan regresi yang dihasilkan tersebut adalah biomassa  batang (Bbtg)  = 0,044  D2'61 (R2 = 94,7 %) biomassa  cabang (Bcab)  = 0,00059  D3.46 (R2 =   83,5%), biomassa ranting (Branting) =  0,0027  D2.42   (R2 = 65,6%), biomassa tunggak (Btunggak) = 0,022  D1·96  (R2 = 65,6%),  biomassa daun (Bdaun) = 0,0138  D193(R2 = 70%), biomassa  pohon di atas permukaan tanah (Btotal) =  0,048   D2·68 (R2 = 95,8%).  Sedangkan nilai "BEF" rata-rata untuk pohon mahoni adalah 1,36  (biomassa batang keseluruhan)  dan 2, 16 (biomassa  batang bebas cabang).