R. Garsetiasih
Pusat Litbang Hutan dan Konservasi Alam Jl. Gunung Batu No. 5 Po Box 165; Telp. 0251-633234, 7520067; Fax 0251-638111 Bogor

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NPK TERHADAP PRODUKSI RUMPUT SULANJANA (Hierochloe horsfieldii Kunth Maxim) SEBAGAI PAKAN RUSA DI PENANGKARAN HAURBENTES, KABUPATEN BOGOR, PROVINSI JAWA BARAT R. Garsetiasih; N. M. Heriyanto
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 6 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2007.4.6.583-590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang besarnya respon dosis pemupukan terhadap produksi rumput sulanjana (Hierochloe horsfieldii Kunth Maxim). Penelitian dilakukan dari bulan November 2004  sampai  Maret  2005  di  Laboratorium Flora  dan  Fauna  Langka,  Haurbentes,  Kecamatan  Jasinga, Kabupaten Bogor. Perlakuan terdiri dari empat tingkat dosis pemupukan NPK yang diberikan satu kali. Dosis yang digunakan yaitu : T 0  = 0 (kontrol), T 1  = 1,5 g/rumpun, T 2  = 3 g/rumpun, dan T 3  = 4,5 g/rumpun. Rumput ditanam dengan jarak 0,5 m pada satuan contoh berbentuk guludan dengan panjang 10 m, lebar 0,5 m, dan tinggi guludan 0,4 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi tertinggi rumput sulanjana (Hierochloe horsfieldii Kunth Maxim) untuk pemotongan pertama umur 3 bulan diperoleh pada perlakuan T 2 (848,75 g/rumpun), sedangkan untuk pemotongan kedua umur 5 bulan diperoleh pada  perlakuan T 2   (421,50 g/rumpun).
SIFAT FISIK DAN KIMIA TANAH SERTA KOMPOSISI VEGETASI DI TAMAN WISATA ALAM TANGKUBAN PARAHU, PROVINSI JAWA BARAT Pratiwi Pratiwi; R. Garsetiasih
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 5 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2007.4.5.457-466

Abstract

Taman Wisata Alam Tangkuban Parahu merupakan salah satu taman wisata alam yang memiliki kekhasan berupa kawah Gunung Tangkuban Parahu dengan tipe vegetasi hutan dataran tinggi, sehingga dalam suatu kesatuan sebagai panorama yang khas. Panorama yang khas ini memiliki daya tarik yang tinggi, sehingga taman wisata alam ini banyak dikunjungi oleh wisatawan, baik asing maupun dalam negeri. Tipe vegetasi yang ada merupakan hasil interaksi dari komponen-komponen yang ada di dalam ekosistem tersebut. Salah satu komponen ekosistem adalah tanah. Sifat-sifat tanah erat hubungannya dengan komposisi vegetasi yang ada di atasnya. Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang sifat-sifat tanah dan komposisi vegetasi yang ada di Taman Wisata Alam Tangkuban Parahu. Penelitian dilakukan dengan membuat plot-plot penelitian untuk pengamatan sifat-sifat tanah dan topografi, serta vegetasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah di lokasi penelitian termasuk jenis tanah Andosol, dengan tipe vegetasi khas daerah pegunungan.  
KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN BAWAH DAN POTENSI KANDUNGAN KARBONNYA PADA HUTAN AGATHIS DI BATURRADEN R. Garsetiasih; N.M. Heriyanto
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2007.4.2.161-168

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang keanekaragaman jenis tumbuhan bawah dan potensi kandungan karbonnya. Penelitian  dilakukan pada bulan Juli 2005 sampai bulan April 2006 di hutan agathis Baturraden, Banyumas, Jawa Tengah. Pengumpulan data tumbuhan bawah menggunakan metode plot bujur sangkar berukuran 1 m x 1 m dan penentuan plot dilakukan secara acak. Dari penelitian ditemukan 23 jenis tumbuhan bawah. Tegakan agathis tua didominasi oleh pacing (Costus speciosus Smith) dengan indeks nilai penting/INP = 43,03 %,   rumput pait (Coelachene pulchella R.BR.) INP = 36,42 %, dan harendong (Clidemia hirta Don.) INP = 7,82 %. Tumbuhan bawah yang mendominasi tegakan agathis muda yaitu kaliandra (Calliandra callothyrsus Benth.) dengan INP = 50,99 %, pacing (Costus speciosus Smith)  INP = 42,81 %, dan rumput pait (Coelachene pulchella R.BR.) INP = 31,06 %. Derajat keragaman jenis tumbuhan bawah pada tegakan agathis tua dan tegakan agathis muda adalah sebesar 0,9640 dan 0,9591 dengan jumlah jenis masing-masing 19 jenis dan 16 jenis. Kandungan karbon paling tinggi yaitu berturut-turut pacing (0,7932 ton C/ha), kaliandra (0,159 ton C/ha), dan rumput pait (0,0413 ton C/ha). Berat kering total tum- buhan bawah per hektar yaitu sebesar 2,1554 ton, kandungan karbonnya rata-rata sebesar 1,0759 ton C/ha atau setara dengan 3,94 ton CO 2 /ha.