Endang Karlina
Puslitbang Hutan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS POTENSI FISIK DAN BIOTIK KAWASAN SEBAGAI OBYEK WISATA DI TAMAN WISATA ALAM GROJOGAN SEWU, JAWA TENGAH Endang Karlina
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2005.2.4.387-397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi hayati, khususnya vegetasi  dan satwaliar, sebagai dasar penyusunan program pengelolaan dan pengembangan pemanfaatan dan penyelamatan fungsi hutan di Bukit Gunung awu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Penelitian potensi biotik dilakukan dengan menggunakan metode jalur transek untuk satwaliar dan plot sampling untuk vegetasi turnbuhan. Data satwaliar dianalisis  secara deskriptif,  sedangkan data vegetasi tumbuhan  dianalisis dengan metode Indeks Nilai Penting. Berdasarkanbasil penelitian vegetasi, diketahui bahwa dalam kawasan TWA Grojogan Sewu dijumpai 29 jenis tumbuhan. Untuk tingkat pohon didominasi oleh jenis tusam (Pinus merkusii) dengan INP  190,58%, tingkat tiang didominasi olehjenis puspa (Schima walichii) dengan INP 100,92%. Jenis satwaliar dijumpai sebanyak 18 jenis, yaitu tujuh jenis kelas marnalia, dimana satu jenis merupakan satwa dilindungi yaitu rusa (Cervus timorensis) dan jenis burung (aves) 11 jenis. Obyek  wisata yang menarik pengunjung adalah air terjun dengan indek preferensi 10,4;  atraksi satwa 1,4; tanaman omamen l; vegetasi  hutan 0,64; dan sarana  wisata  buatan 0,11. Obyek  satwaliar yang mudah dijumpai adalah Macacafascicularis. Dalam hal ini menurut pendapat pengunjung, pengunjung merasa ada obyek  yang menarik dan tidak terganggu dengan kehadiran monyet (45% ) dan merasa terganggu atau membahayakan dengan kehadiran kelompok monyet  (20%). Dalam pengelolaan TWA tersebut masih ada beberapa permasalahan,  terutama pengelolaan sampah dan pengelolaan satwaliar.
ANALISIS KEBERLANJUTAN PENGELOLAAN HUTAN LINDUNG MANGROVE DI BATU AMPAR, KABUPATEN KUBU RAYA, PROVINSI KALIMANTAN BARAT. Endang Karlina; Cecep Kusmana; Marimin Marimin; M Bismark
Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan Vol 13, No 3 (2016): Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan
Publisher : Centre for Research and Development on Social, Economy, Policy and Climate Change

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2598.69 KB) | DOI: 10.20886/jakk.2016.13.3.201-219

Abstract

Mangrove protection forest has functions and benefits, in economic, ecological, and social. Its management requires planning to ensure the sustainability ofits functions and benefits. This study aimed to observe the sustainability level ofthe mangrove protection forest management planning in Batu Ampar and to determine the factors that affect the sustainability management of mangrove protection forest. Data was analyzed by using RAP-MPforest with multidimensional scaling method. The results showed that sustainability status was sustainable enough on the ecological criteria (54.59%); less sustainable on the economic criteria (34.06%) as well as social criteria (42.03). The factors that affected on the sustainability status ofmangrove protection forests namely: (1) establishment offorest area boundaries; (2) suitability of area allotment; (3) availability of mangrove seedlings; (4) protection offlora and fauna; (5) government revenue from management and utilization; (6) income level ofcommunity; (7) effective resolution mechanisms ofland conflicts; and (8) local cultural practices in preservation; (9) availability ofcommunity organizations and (10) community involvement in the management ofthe forest. Management planning that does not consider these factors in a balance manner would not guarantee the sustainability of management of mangrove protection forest in Batu Ampar.