Sri Esti Intari
Puslitbang Hutan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERCOBAAN PENGUJIAN TOKSISITAS TEPUNG BIJI Annona glabra DAN A. squamosa SEBAGAI INSEKTISIDA PADA LALAT RUMAH Sri Esti Intari
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 5 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2005.2.5.431-436

Abstract

Penelitianuji tokasisitastepung biji Annona glabra dan A. squamosa dilakukandilaboratorium Pusat Penelitian   dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam, Bogor dengan tujuan adalah untuk memperoleh dosis yang efektif dalam pengendalian hama menggunakaninsektisidanabati.Tepung bijikedua jenis Anona masing-masingdicampurdengan makanan lalat (susubendera : gula pasir  = 1:1) dengan kadar 0% (kontrol), 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%, diberikan pada 30 ekor lalat percobaan di dalam kandang. Jumlah  lalat yang mati di dalam kandang  diamati, jumlahnya dihitung  setiap 6, 12, 24, dan 48 jam sesudah perlakuan. Hasilnya menunjukkan  bahwa  tepung  biji A. glabra  lebih beracun terhadap  lalat yang dicoba daripada tepung biji A. squamosa. Nilai LC50 untuk A.  glabra adalah pada kadar  7,95% dalam waktu 24 jam, sedangkan   untuk A. squamosa  adalah  pada  kadar  31,6% untuk  waktu  yang  sama.  Penelitian   uji tokasisitas   tepung  biji Annona glabra dan A. squamosa  dilakukan   di laboratorium Pusat Penelitian  dan Pengembangan  Hutan dan Konservasi  Alam, Bogor dengan tujuan adalah untuk memperoleh dosis  yang  efektif dalam pengendalian hama  menggunakan   insektisidanabati.Tepung bijikedua jenis Anona masing-masingdicampurdengan  makanan lalat (susu  bendera:  gula pasir  = 1:1) dengan kadar 0%(kontrol), 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%, diberikan pada 30 ekor lalat percobaan di dalam kandang. Jumlah lalat yang mati di dalam kandang diamati, jumlahnya dihitung setiap 6, 12, 24, dan 48 jam sesudah perlakuan. Hasilnya menunjukkanbahwa tepung  biji A. glabra  lebih beracun terhadap lalat yang dicoba daripada tepung biji A. squamosa. Nilai LC50 untuk A.  glabra adalah pada kadar  7,95% dalam waktu 24 jam, sedangkanuntuk A. squamosa adalah pada kadar 31,6% untuk  waktu  yang  sama. 
SERANGGA PENYERBUK PADA TEGAKAN SENGON (Paraserianthes falcutaria) (MIMOSACEAE) Sri Esti Intari
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 6 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2005.2.6.539-545

Abstract

Peneltiian terhadap serangga-serangga penyerbuk bunga sengon, Paraserianthes falcataria dilakukan di kebun sengon Rancamaya Bogor sebanyak 11 jenis serangga diperoleh dari bunga sengon, terdiri dari Lepidoptera (2 jenis), Hypmenoptera (8 jenis) dab Diptera (1 jenis). Dan pengamatan adanya serbuk sari pada badan serangga pengunjung bunga sengon, selain Apis Indica, berdasarkan waktu kehadirannya menunjukan bahwa jenis Xylocopa latipes dan X confusa penyerbuk utama bunga sengon