Djoko Wahjono
Pusat Litbang Hutan dan Konservasi Alam Jl. Gunung Batu No. 5 Po Box 165; Telp. 0251-633234, 7520067; Fax 0251-638111 Bogor

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

UJI PENGELOMPOKAN JENIS BERDASARKAN MODEL PENDUGA RIAP DIAMETER POHON PADA HUTAN BEKAS TEBANGAN DI PROVINSI JAMBI Djoko Wahjono; Adinda Kusuma Dewi
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2007.4.4.329-339

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai kelompok-kelompok jenis yang memiliki model penduga riap diameter sama berdasarkan model paling optimal yang diperoleh dengan menduga hubungan  antara  riap  diameter  dengan  diameter  pohon,  kerapatan  tegakan,  luas  bidang  dasar,  dan interaksinya  pada berbagai jenis pohon pada hutan alam bekas tebangan di konsesi Hak Pengusahaan Hutan (HPH) PT. Putraduta Indah Wood, Jambi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data Petak Ukur Permanen (PUP) yang telah dilakukan enam kali pengukuran dengan selang waktu sekitar satu tahun (1995-2000). Pengelompokan jenis dilakukan dengan model-model hipotesis, antara lain: 1) Ln Y = a 0  + a1  Ln D + a2 DN + å,  2) Ln Y = a 0 + a1 Ln D + a 2 D + å,  3) Ln Y = a 0 + a1  Ln D2 + a2 DN +å,  4) Ln Y = a 0 + a1  Ln D + a2 D2 + å,   5) Y = a 0 + a1 D + a2 D2 + å,   6) Y = a 0 + a1 DN + a2 D2 + å,  7) Y = a 0 + a1 Ln D + a2 (Ln D)2 + å,  8) Log (Y + 0,2) = a 0  + a1  log (BA) + a 2  D + a3  log (D) + å. Berdasarkan hasil uji peranan peubah bebas melalui uji F, model yang terpilih untuk pengelompokan jenis adalah Model 1,  Model 2, Model 5,Model 6, dan Model 7.   Berdasarkan perbandingan nilai JKS terkecil dari semua pengelompokan jenis sementara model terpilih, dihasilkan 11 kelompok jenis, yaitu: Kelompok 1 (Xylopia sp.), Kelompok 2 (Ganua motleyana Pierre), Kelompok 3 (Planconia valida Bl + Ilex cymosa Bl), Kelompok 4 (Urandra scorpioides O.Ktze + Castanopsis sp.), Kelompok 5 (Shorea macrantha Brandis), Kelompok 6 (Cantleya cornoculata Howard), Kelompok 7 (Tetramerista glabra Miq + Santiria laevigata BL), Kelompok 8 (Ilex sp.+ Gluta renghas L), Kelompok 9 (Colomus optimus + Dacryoides rostrata H.J.L.), Kelompok 10 (Hydnocarpus gracilis + Eugenia sp.), dan Kelompok 11 (Durio carinatus Mast). Pendugaan riap diameter rata-rata setiap kelompok diperoleh dengan menggunakan model gabungan dari masing-masing kelompok menghasilkan nilai untuk Kelompok 1) 0,392 cm/th dengan selang 0,334-0,449 cm/th,  Kelompok 2) 0,402 cm/th dengan  selang 0,343-0,462 cm/th,    Kelompok 3)  0,380  m/th  dengan  selang  0,321-0,440 cm/th, Kelompok 4) 0,374 cm/th dengan selang 0,313-0,435 cm/th,  Kelompok 5) 0,385 cm/th dengan selang 0,281- 0,490 cm/th,  Kelompok 6) 0,354 cm/th dengan selang 0,255-0,452 cm/th, Kelompok 7) 0,360 cm/th dengan selang 0,282-0,438 cm/th,  Kelompok 8) 0,038 cm/th dengan selang 0,03-0,045 cm/th,  Kelompok 9) 0,366 cm/th dengan selang 0,279-0,452 cm/th, Kelompok 10) 0,382 cm/th dengan selang 0,268-0,497 cm/th, dan Kelompok 11) 0,366 cm/th dengan selang 0,178-0,555 cm/th.
DINAMIKA PERUBAHAN PENUTUPAN VEGETASI DAN POTENSI HUTAN BERDASARKAN CITRA LANDSAT DI KALIMANTAN SELATAN Rinaldi Imanuddin; Djoko Wahjono
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2007.4.3.211-221

Abstract

Untuk menjaga kawasan hutan, terutama ekosistemnya, maka hutan harus dikelola dan dimanfaatkan berdasarkan azas kelestarian. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka segala bentuk gangguan terhadap hutan harus dicegah, diberantas, dan atau diminimalisir dengan cara memperkuat tingkat pengawasan terhadap setiap bentuk gangguan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran dan informasi dinamika perubahan lahan dan potensi hutan di HPH/IUPHHK PT. Aya Yayang Indonesia (AYI) Provinsi Kalimantan Selatan berdasarkan citra  landsat  selama  kurun  waktu 10  tahun terakhir. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini pada dasarnya terdiri dari lima tahap pemrosesan, yaitu pengolahan awal citra, pemeriksaan lapangan, klasifikasi citra secara digital, pemetaan penutupan dan penggunaan lahan. Kegiatan analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan software ER-mapper versi 6.4 dan ArcView GIS 3.3. Hasil analisis menunjukkan bahwa dinamika perubahan lahan dan potensi tegakan yang terjadi di areal PT. AYI selama kurun waktu 10 tahun terakhir menurun sangat drastis, di mana penurunan luas hutanmencapai 4.654 ha/tahun dan penurunan potensi tegakan mencapai 285.656,58 m3/tahun. 
KETEPATGUNAAN BERBAGAI MODEL PENDUGAAN VOLUME POHON JENIS KAYU SIBU (Timonius nitens M.et.P.) DI WILAYAH KECAMATAN MANDOBO, KABUPATEN MERAUKE, PROVINSI PAPUA Bambang Edy Siswanto; Djoko Wahjono; Harbagung Harbagung; Rinaldi Imanuddin2
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2007.4.3.291-299

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang hasil kajian bentuk-bentuk persamaan deterministik yang cocok untuk penyusunan model pendugaan volume batang jenis kayu sibu (Timonius nitens M.et.P.). Banyak bentuk persamaan yang diajukan para peneliti dalam penyusunan model volume pohon. Didasarkan data 50 pohon sampel Timonius nitens M.et.P. dari hutan alam di wilayah Kecamatan Mandobo, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, analisis berbagai bentuk hubungan antara volume pohon dengan diameter setinggi dada dan tinggi batang bebas cabang membuktikan bahwa bentuk persamaan yang paling cocok dipergunakan sebagai model volume pohon adalah  Ln V = b 0  + b 1  Ln D + b 2  Ln H  dan Ln V = b 0  + b 1  Ln D + b 2  Ln2  H; sedangkan bentuk persamaan yang paling cocok apabila hanya didasarkan diameter setinggi dada sebagai peubah penduga adalah Ln V = b 0  + b 1  Ln D + b 2  1/D; di mana V adalah volume batang bebas cabang tanpa kulit (m3), D adalah diameter setinggi dada dengan kulit (cm), dan H adalah tinggi batang bebas cabang (m). Bentuk persamaan yang disarankan sebagai model penduga volume Timonius nitens M.et.P. di lokasi penelitian adalah Ln V = 8,25161 + 1,88855 Ln D + 0,47947 Ln H dan  Ln V = -3,31031 + 1,17152 Ln D - 35,92390/D.
MODEL DINAMIKA STRUKTUR TEGAKAN UNTUK PENDUGAAN HASIL DI PT. INTRACAWOOD MANUFACTURING, KALIMANTAN TIMUR Djoko Wahjono; Rinaldi Imanuddin
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2007.4.4.419-428

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model dinamika struktur tegakan yang dapat digunakan dalam memproyeksi pendugaan hasil di hutan alam bekas tebangan, sehingga diharapkan dapat membantu perencanaan produksi terutama dalam pengaturan hasil. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah data pengukuran ulang petak-petak ukur permanen (PUP) yang terdapat di kawasan konsesi HPH PT. Intracawood Manufacturing (Unit Sesayap), Kalimantan Timur. PUP tersebut sudah diukur ulang sebanyak tujuh kali pengukuran dalam waktu 10 tahun. Tegakan yang dijadikan obyek penelitian menggambarkan sebaran pohon berdasarkan kelas diameter dan kelompok jenis, meliputi komersial, non komersial, dan semua jenis. Dalam penelitian ini, dicoba untuk mendapatkan model dinamika struktur tegakan dengan memodifikasi persamaan eksponensial hubungan N dan D dengan menambahkan parameter jumlah pohon pada pengukuran awal, jumlah pohon tahun sebelumnya serta waktu. Model dinamika struktur tegakan yang dihasilkan, antara lain :- Komersial: Ndit = (0,34305+Ndit-1 ) e(0,01225 Ln Ndit-1 - 0 ,00261 N0di / t - 0,00101 Di)- Non-Komersial: Ndit = (0,16391+Ndit-1 ) e(0,02388 Ln Ndit-1 - 0 ,01177 N0di / t - 0,00204 Di)- Semua Jenis: Ndit = (0,41258+Ndit-1 ) e(0,01205 Ln Ndit-1 - 0 ,00209 N0di / t - 0,00110 Di)dimana, Ndit adalah jumlah pohon pada kelas diameter i pada waktu t; Ndit-1 adalah jumlah pohon pada kelas diameter i pada waktu t-1; Di adalah kelas diameter ke i; N0 di adalah jumlah pohon pada kelas diameter i pada awal pengukuran; t adalah tahun pengukuran. Model dinamika struktur tegakan tersebut mempunyai tingkat ketelitian yang tinggi dengan nilai koefisien determinasi (R2) lebih dari 0,998 untuk masing-masing model. Hasil proyeksi volume tegakan menunjukkan rata-rata riap volume tegakan pada diameter 50 cm ke atas adalah 2,080 m3/ha/tahun untuk jenis komersial; 0,308 m3/ha/tahun untuk jenis non-komersial; dan 2,372 m3/ha/tahun untuk semua jenis.