Harris Herman Siringoringo
Pusat Litbang Hutan dan Konservasi Alam Jl. Gunung Batu No. 5 Po Box 165; Telp. 0251-633234, 7520067; Fax 0251-638111 Bogor

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KERAGAMAN SIMPANAN KARBON DALAM TIPE TANAH NITISOLS DAN FERRALSOLS DI KAWASAN HUTAN TANAMAN Pinus merkusii Jungh et. de Vriest DAN Shorea leprosula Miq. DI KABUPATEN BOGOR, PROVINSI JAWA BARAT Harris Herman Siringoringo
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 5 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2007.4.5.441-456

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang keragaman kondisi lahan yang dicirikan oleh besarnya simpanan karbon pada tanah Nitisols dan Ferralsols di kawasan hutan tanaman Pinus merkusii Jungh. et de Vriest dan Shorea leprosula Miq. yang baru ditanam, termasuk vegetasi awalnya, secara berurutan. Penelitian dilaksanakan di RPH Ngasuh dan RPH Cianten, keduanya merupakan lingkup  wilayah kerja KPH Bogor, Unit III Perum Perhutani, Provinsi Jawa Barat dan Banten. Kondisi iklim di Ngasuh termasuk tipe B, sedangkan di Cianten tipe iklim A dengan rata-rata curah hujan tahunan berturut-turut sebesar 3.148 mm dan 4.561 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan tanah Nitisols lebih rendah daripada tanah Ferralsols dan berbeda nyata hingga kedalaman tanah 70 cm, dengan rata-rata total untuk kedalaman 0-100 cm berkisar antara 0,38-0,70 g/cc untuk Nitisols dan 0,53-0,86 g/cc untuk Ferralsols. Sebaliknya, kandungan karbon pada tanah Nitisols lebih tinggi daripada tipe Ferralsols dan berbeda nyata hingga pada kedalaman 50 cm, dengan rata-rata total untuk kedalaman 0-100 cm berkisar antara  0,58-11,84%  untuk Nitisols dan 1,18-6,07 %  untuk Ferralsols. Sementara, kadar liat  tanah Nitisols lebih rendah dibanding dengan tanah Ferralsols, dengan rata-rata total untuk kedalaman 0-100 cm berkisar antara 39,30-53,30 % untuk Nitisols dan 78,60-87,60 % untuk Ferralsols. Simpanan karbon tanah kumulatif pada tanah Nitisols lebih besar daripada tanah Ferralsols dan berbeda nyata hingga kedalaman 50 cm, yaitu sebesar 127,13 ton/ha untuk Nitisols dan 98,66 ton/ha untuk Ferralsols. Sedangkan koefisien keragaman simpanan karbon kumulatif pada tanah Nitisols lebih tinggi daripada tanah Ferralsols, berkisar antara 20,29-43,91 % dan 8,56-10,55 %, secara berurutan. Jumlah contoh tanah yang dibutuhkan untuk memperkirakan simpanan karbon dengan menghasilkan 5 % kesalahan pada tingkat kepercayaan 95 % pada kedalaman 0-30 cm adalah sebanyak   14 contoh untuk tanah Ferralsols dan setidaknya 206 contoh untuk tanah Nitisols. Dapat disimpulkan bahwa  keragaman kondisi  lahan  yang  berbeda  pada  masing-masing tipe  tanah  cenderung konsisten dengan tingkat pelapukan tanah. Di samping itu, pengaruh topografi yang curam mungkin menjadi salah satu faktor yang menyebabkan lebih tingginya heterogenitas pada tanah Nitisols.
POTENSI SIMPANAN KARBON PADA JENIS TANAH ACRISOLS DAN FERRALSOLS DI HUTAN TANAMAN Acacia mangium Willd. DAN Shorea leprosula Miq. KABUPATEN BOGOR Harris Herman Siringoringo
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 5 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2007.4.5.511-530

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan informasi tentang perbedaan potensi   simpanan karbon tanah kumulatif pada tipe tanah Acrisols dan Ferralsols pada tegakan hutan tanaman Acacia mangium Willd. dan Shorea leprosula Miq. yang baru ditanam dan vegetasi awalnya, secara berurutan. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kadar liat dari masing-masing tipe tanah. Penelitian dilaksanakan di Resort  Polisi  Hutan  (RPH)  Maribaya  dan  RPH  Ngasuh,  yang  merupakan  wilayah  kerja  Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor, Unit III Perum Perhutani, Jawa Barat dan Banten. Kondisi iklim pada lokasi penelitian di Maribaya dan Ngasuh termasuk tipe iklim B dan dengan rata-rata curah hujan tahunan sebesar 2.754 mm dan 3.148 mm secara berurutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan tanah Ferralsols pada kedalaman 0-100 cm secara umum lebih rendah daripada tanah Acrisols, yaitu berkisar antara 0,53-0,86 g/cc dan 0,73-0,94 g/cc secara berurutan, dan secara statistik menunjukkan perbedaan pada setiap lapisan pada kedalaman 0-50 cm. Sementara kandungan karbon tanah Ferralsols hampir 1,5-2 kali lebih besar daripada tanah Acrisols, yaitu berkisar antara  1,42-6,07 % dan 0,88-4,03 % secara berurutan, dan secara statistik berbeda pada kedalaman 0-30 cm. Berdasarkan tipe tanah, kadar liat Ferralsols lebih tinggi daripada Acrisols pada kedalaman 0-100 cm, yaitu berkisar antara 78,6-87,6 % untuk Ferralsols dan 57,4-84,2 % untuk Acrisols. Kerapatan tanah pada Acrisols dikontrol lebih kuat oleh kadar liat tanahnya, sementara kandungan karbon pada tanah Ferralsols maupun Acrisols secara umum dikontrol oleh kerapatan tanah. Potensi simpanan karbon tanah Ferralsols lebih besar daripada Acrisols dan berbeda nyata pada kedalaman 0-30 cm, yaitu berturut-turut sebesar 74,72 ton/ha dan 64,39 ton/ha. Namun dengan bertambahnya kedalaman tanah (lebih besar dari 30 cm), simpanan karbon tanah pada kedua tipe tanah relatif hampir sama. Potensi simpanan karbon tanah Ferralsols lebih besar daripada tanah Acrisols pada lapisan olah tanah (0-30 cm).