Aminuddin Debataraja
Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Jakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Rancang Bangun Pengkondisi Sinyal Kondisioning Instrumen Biosensor Berbasis Mikrokontroler Aminuddin Debataraja; Abdul Aziz
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2013
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem sensor yang dikembangkan dalam penelitianini bersifat pintar (intelligent) yaitu memiliki kemampuan untukmendeteksi keadaan sensor, serta dapat melakukan kalibrasisendiri (self callibration). Produk yang dihasilkan diaplikasikanpada bidang monitoring kesehatan. Pengukuran kinerjarangkaian akuisisi data dilakukan secara bertahap diawali daribagian signal conditioning yang terdiri atas peubah arus ketegangan dan penguat tegangan hingga konversi tegangan kedalam format digital pada bagian ADC. Pada tahap pertamadari bagian signal conditioning, rangkaian peubah arus ketegangan diberi masukan sinyal berupa arus sebesar 0 – 100 μAsecara bertahap kemudian diamati besaran luaran tegangannya.Untuk kenaikan arus sebesar 10 μA maka respon tegangan yangdihasilkan mendekati linier dengan error maksimum hingga ±0,1V.Selanjutnya pada tahap kedua dari bagian signal conditioning,tegangan hasil konversi dikuatkan dua kali untuk menghasilkannilai tegangan yang bervariasi antara 0 – 2 V. Untuk setiapmasukan arus pada peubah arus dan tegangan maka luarantegangan setelah dikuatkan, dapat dilihat bahwa linieritasrangkaian penguat cukup baik sehingga total error yangdihasilkan bagian signal conditioning tetap bernilai ±0,1 V.Luaran sinyal tegangan dari bagian signal conditioningselanjutnya menjadi masukan bagi bagian peubah sinyal analogke sinyal digital (ADC). Untuk setiap nilai tegangan antara 0 – 2V akan diubah kedalam format digital 10 bit. Hasil pengamatanmemperlihatkan untuk setiap arus masukan signal conditioningyang telah diubah dalam bentuk tegangan.
Implementasi Intelligent Sensor untuk Monitoring Kualitas Air berbasis Komunikasi Teknologi Jaringan Nirkabel Zigbee Aminuddin Debataraja; Benny .
PROSIDING CSGTEIS 2013 CSGTEIS 2013
Publisher : PROSIDING CSGTEIS 2013

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Dalam Artikal ini dirancang system instrumentasi untuk monitoring kualitas air (temperature, kelembaban, konduktansi, serta tingkat keasaman). Perancangan system ini menggunakan sensor-sensor yang terdiri dari LM35 sebagai sensor suhu, CDPB-03 sebagai sensor konduktansi dan PE-03 lutron sebagai elektroda sensor pH. Penggunaan data sensor tersebut menggunakan mikrokontroller ATMega16. Pengiriman data yang dilakukan dari mikrokontroller ke Zigbee Transmitter. Kemudian data tersebut dikirim secara nirkabel yang masuk ke Zigbee receiver dan masuk ke PC yang kemudian dibaca menggunakan Software LabView 2009 berbentuk angka maupun Grafik. Pengujian sensor memperlihatkan hasil data sesuai dengan kegunaan dari sensor-sensor tersebut, pengujian pada mikrokontroller memperlihatkan hasil pembacaan dari sensor-sensor yang kemudian dikonversi sebagai nilai ADC, pengujian pada ZigBee mampu mengirim data pembacaan sensor dengan jangkauan komunikasi mencapai ± 35 m pada transmitter berada dalam ruangan, sedangkan jika berada lurus tanpa halangan (Line of Sight) berjarak ± 75 m, data untuk pengujian pada LabView dapat menampilkan hasil data dari sensor-sensor tersebut.Keyword- Sensor, Mikrokontroller, Zigbee, LabView
Fabrikasi Biotranduser Dengan Metode Amperometrik Studi Awal Sensor Unsur Hara Tanah Aminuddin Debataraja; Hiskia .; Robeth V. M
PROSIDING CSGTEIS 2013 CSGTEIS 2013
Publisher : PROSIDING CSGTEIS 2013

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract— Dalam artikel dibahas perancangan desain tata letak dan fabrikasi elektroda atau tranduser, yaitu elektroda kerja (working), dan elektroda bantu (auxiliary) berbahan emas melalui proses Thich Film, serta elektroda referensi berbahan Ag|AgCl melalui proses electroplating. Dalam pengujian empat buah sample dari elektroda referensi dengan beda potensial yang diperoleh terhadap elektroda referensi acuan pada kisaran 97 – 100 mV. Secara umum kinerja elektroda referensi Ag|AgCl dapat dikatakan cukup baik. Hasil pengujian tegangan eksternal optimum menunjukkan pemberian tegangan potensial yang berlebih (> 0,8V) dapat mengakibatkan terjadinya over-oksidasi pada permukaan elektroda working. Hal ini mengakibatkan terjadi degradasi kualitas dari elektroda yaitu terlihat bahwa permukaan emas pada elektroda working terjadi pembentukan senyawa sebagai akibat oksidasi-reduksi. Dengan demikian penentuan tegangan eksternal optimum sangat penting untuk menjaga kinerja strip biosensor, dari data karakterisasi pada grafik yang ditunjukkan, bahwa bio-sensor bekerja pada kisaran 0,39 – 0,79 V. Namun over-oksidasi terjadi pada rentang maksimum di atas 0,8 V sehingga dipilih tegangan optimum pada rentang tegangan 0,3 – 0,8 V.Keywords—Amperometrik, Biosensor, Elektroda