Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DENGAN STATUS GIZI PADA BAYI USIA 7 BULAN DENGAN RIWAYAT LAHIR STUNTING Herlina Tri Damailia; Esti Rettiningsih
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 12 No 1 (2021)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v12i1.285

Abstract

Merujuk hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementrian Kesehatan tahun 2018 menunjukkan 17,7% balita masih mengalami masalah gizi dan balita stunting sebesar 37,2%. Stunting memiliki dampak besar terhadap tumbuh kembang anak dan juga perekonomian. Bayi yang diberikan ASI eksklusif selama 6 bulan memiliki manfaat bagi daya tahan tubuh, pertumbuhan dan perkembangan bayi. Prevalensi balita stunting di Puskesmas Sempor II pada tahun 2019 sebesar 21,08% dan bayi lahir stunting sebesar 26,09%. Sedangkan angka pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Sempor II pada tahun 2019 di bawah target yaitu 41,7%. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dengan status gizi pada bayi usia 7 bulan dengan riwayat lahir stunting. Penelitian ini adalah survei analitik menggunakan desain case control dan pendekatan retrospektif. Populasi pada penelitian ini adalah bayi usia 7 bulan dengan riwayat lahir stunting di Puskesmas Sempor II sebanyak 35 bayi. Sampel didapatkan dengan cara teknik total sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner, dianalisa dengan uji rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 9 responden yang mengalami stunting, 88,9% tidak mendapatkan ASI eksklusif. Sedangkan dari 26 responden yang tidak stunting, 76,9% mendapatkan ASI eksklusif. Dari uji rank spearman didapatkan p value 0,000 sehingga ada hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan status gizi pada bayi usia 7 bulan dengan riwayat lahir stunting. Koefisien korelasi yang dihasilkan -0,645 yang berarti hubungan tersebut kuat dan arah hubungan berlawanan dimana tingginya angka pemberian ASI eksklusif diikuti dengan turunnya angka stunting. Diharapkan tenaga kesehatan khususnya bidan memberi perhatian khusus serta berinovasi dalam memberikan promosi kesehatan sehingga masyarakat khususnya ibu menyusui mau memberikan ASI eksklusif sehingga dapat mencegah terjadinya stunting.
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DENGAN STATUS GIZI PADA BAYI USIA 7 BULAN DENGAN RIWAYAT LAHIR STUNTING Herlina Tri Damailia; Esti Rettiningsih
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 12 No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v12i1.285

Abstract

Merujuk hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementrian Kesehatan tahun 2018 menunjukkan 17,7% balita masih mengalami masalah gizi dan balita stunting sebesar 37,2%. Stunting memiliki dampak besar terhadap tumbuh kembang anak dan juga perekonomian. Bayi yang diberikan ASI eksklusif selama 6 bulan memiliki manfaat bagi daya tahan tubuh, pertumbuhan dan perkembangan bayi. Prevalensi balita stunting di Puskesmas Sempor II pada tahun 2019 sebesar 21,08% dan bayi lahir stunting sebesar 26,09%. Sedangkan angka pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Sempor II pada tahun 2019 di bawah target yaitu 41,7%. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dengan status gizi pada bayi usia 7 bulan dengan riwayat lahir stunting. Penelitian ini adalah survei analitik menggunakan desain case control dan pendekatan retrospektif. Populasi pada penelitian ini adalah bayi usia 7 bulan dengan riwayat lahir stunting di Puskesmas Sempor II sebanyak 35 bayi. Sampel didapatkan dengan cara teknik total sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner, dianalisa dengan uji rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 9 responden yang mengalami stunting, 88,9% tidak mendapatkan ASI eksklusif. Sedangkan dari 26 responden yang tidak stunting, 76,9% mendapatkan ASI eksklusif. Dari uji rank spearman didapatkan p value 0,000 sehingga ada hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan status gizi pada bayi usia 7 bulan dengan riwayat lahir stunting. Koefisien korelasi yang dihasilkan -0,645 yang berarti hubungan tersebut kuat dan arah hubungan berlawanan dimana tingginya angka pemberian ASI eksklusif diikuti dengan turunnya angka stunting. Diharapkan tenaga kesehatan khususnya bidan memberi perhatian khusus serta berinovasi dalam memberikan promosi kesehatan sehingga masyarakat khususnya ibu menyusui mau memberikan ASI eksklusif sehingga dapat mencegah terjadinya stunting.