Wanda Kuswanda
Balai Penelitian Kehutanan Aek Nauli Sibaganding Km 10,5 Aek Nauli- Parapat 21174 Sumatera Utara; Telp. (0625) 41659, 41653

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DAYA DUKUNG HABITAT ORANGUTAN (Pongo abelii Lesson) DI CAGAR ALAM DOLOK SIBUAL-BUALI, SUMATERA UTARA Wanda Kuswanda; M. Bismark
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2007.4.1.1-11

Abstract

Populasi orangutan Sumatera (Pongo abelii Lesson) saat ini diduga sekitar 7.501 individu.  Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang   nilai daya dukung habitat orangutan sebagai dasar perencanaan pengelolaan cagar alam dan konservasi orangutan Sumatera.   Penelitian ini dilaksanakan di Cagar Alam Dolok Sibual-buali, dari bulan Juni sampai November 2004.   Pendugaan daya dukung berdasarkan nilai produktivitas daun dan buah di habitatnya.  Nilai produktivitas daun diperoleh sebesar 40,7 kg/ha/hari (berat basah) atau 14,8 kg/ha/hari (berat kering).  Nilai produktivitas buah dengan memperhatikan musim berbuah diperoleh antara 2,2-13,1 kg/ha/hari (berat basah) atau 0,9-5,6 kg/ha/hari (berat kering). Nilai konsumsi orangutan diperkirakan sebesar 6,2 kg/hari/ekor.  Berdasarkan produktivitas daun dan buah diperoleh daya dukung habitat sekitar 47-56 ekor. 
KARAKTERISTIK DAN PENGGUNAAN LAHAN OLEH MASYARAKAT SEKITAR HABITAT ORANGUTAN (Pongo abelii Lesson), DI CAGAR ALAM DOLOK SIBUAL-BUALI Wanda Kuswanda
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2007.4.3.277-290

Abstract

Habitat orangutan Sumatera telah terfragmentasi karena konversi hutan untuk memenuhi kebutuhan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang karakteristik, tipe, dan penggunaan lahan oleh masyarakat di sekitar habitat orangutan di Cagar Alam Dolok Sibual-buali.  Lokasi penelitian difokuskan di Desa Aek Nabara dan Desa Sialaman. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan secara deskriptif, penyebaran kuesioner, dan pembuatan petak contoh penelitian pada berbagai tipe lahan masyarakat. Karakteristik lahan masyarakat umumnya termasuk klasifikasi datar sampai bergelombang, kemiringan 0-25 %, dan sering tererosi.   Tipe-tipe lahan dapat dikelompokkan menjadi hutan rakyat, areal perkebunan, pertanian, ladang, dan peruntukan lainnya.  Lahan dimanfaatkan untuk menanam kayu manis (Cinnamomum burmannii Nees & Th. Nees), kopi (Coffea arabica L.), karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg), padi (Oryza sativa L.), dan sayuran.  Pembangunan desa-desa di sekitar habitat orangutan harus dilakukan secara terpadu untuk menyelaraskan antara kepentingan konservasi orangutan dengan kepentingan ekonomi masyarakat.
ANCAMAN TERHADAP POPULASI ORANGUTAN SUMATERA (Pongo abelii Lesson) Wanda Kuswanda
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2007.4.4.409-417

Abstract

Populasi orangutan Sumatera (Pongo abelii Lesson) mengalami penurunan secara cepat dalam 30 tahun terakhir.  Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data dan informasi berbagai ancaman terhadap populasi orangutan Sumatera, khususnya di sekitar Cagar Alam Dolok Sibual-buali, Sumatera Utara.  Pengumpulan data  menggunakan metode  pengamatan deskriptif dan  kuesioner.  Hasil  penelitian  menunjukkan bahwa ancaman serius terhadap orangutan adalah penyusutan habitat yang diakibatkan oleh penebangan hutan, perambahan, pembangunan gubuk, dan perluasan jalan.   Tekanan perburuan relatif rendah karena 77,5 % masyarakat mengetahui orangutan sebagai satwa yang dilindungi.   Aktivitas masyarakat lainnya yang dilakukan pada habitat orangutan yaitu bertani sebesar 70 %, mengambil kayu bakar sebesar 80 % dan air nira sebesar 26,7 %.  Jumlah orangutan sebanyak 27 individu di Cagar Alam Dolok Sibual-buali diperkirakan akan semakin menurun apabila tidak dilakukan program konservasi, pemberdayaan masyarakat lokal, dan penegakan hukum.