Limbah pegas daun mobil merupakan salah satu material alternatif untuk pembuatan bilah pisau sembelih hewan. Telah dilakukan berbagai percobaan pembuatan pisau dengan berbagai jenis pegas daun, dan hasilnya cukup beragam. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kelayakan dua jenis pegas daun mobil sebelum dijadikan bilah pisau, yaitu untuk mengetahui perubahan nilai kekerasan dan struktur mikro pegas daun setelah diberi laku hardening dan tempering. Percobaan dilakukan pada dua jenis pegas daun mobil yang berbeda. Metode pemanasan menggunakan arang kayu. Temperatur austenisasi hardening 800⁰C dan tempering 250⁰C diukur dengan infrared thermometer. Media pendingin yang digunakan berupa air sumur, oli mesin bekas, dan batang pohon pisang. Pengujian yang dilakukan meliputi uji komposisi kimia, uji kekerasan dan pengamatan struktur mikro. Data pengujian menunjukkan struktur mikro yang terbentuk dari sampel hardening adalah martensit serta adanya karbida krom di sekitar martensit. Nilai kekerasan sampel mencapai 63-68HRC. Pada sampel yang telah ditemper, struktur mikro yang terbentuk adalah martensit dan adanya austenit sisa, kekerasan turun menjadi 54HRC. Dengan demikian disimpulkan bahwa pegas daun dalam penelitian ini dapat direkomendasikan sebagai material alternatif bilah pisau sembelih. Karena kekerasan dan struktur mikro yang terbentuk mendekati pisau sembelih buatan pabrik yang umumnya berstruktur mikro martensit dan austenit sisa serta nilai kekerasan 56HRC. Hasil penelitian ini akan dipublikasikan dalam bentuk jurnal atau prosiding baik nasional maipun internasional dan luarannya dapat diproses dalam kekayaan intelektual lain jika diperlukan.