Besarnya konsumsi listrik untuk air conditioner (AC) yang digunakan pada ruangan apartemen menjadi permasalahan yang berujung pada pemborosan keuangan. Berlatar belakang masalah tersebut, maka dalam penelitian ini akan diperhitungkan kembali dalampememilihan kapasitas pendinginan air condotioningyang tepat sebagai upaya penghematan energi untuk penurunan efek rumah kaca tanpa mengurangi kenyamanan dalam ruangan.Temperatur nyaman suatu ruangan menurut Standar Nasinonal Indonesia berkisar antara 24°C - 27°C dengan kelembaban relatif 60%±5%. Dalam penelitian ini akan dihitung besarnya beban pendinginan yang diperlukanpada ruangan serta mengetahui desain distribusi saluran udara. Metode penelitian dilakukan dengan tinjauan langsung dilapangan dengan mengukur beban pendinginan pada satu unit rumah apartemen meliputi bedroom-1, bedroom-2, dan bedroom-3, mengumpulkan jenis material konstruksi, barang-barang elektronik, jenis lampu yang digunakan, mengukur dimensi ruangan (dinding,pintu, kaca), mengukur temperatur di dalam dan di luar ruangan, fungsi ruangan dan jumlah penghuninya. Perhitungan beban pendinginan pada ruangan ini menggunakan metode CLTD/CLF (Cooling Load Temperature Diffrence/Cooling Load Factor), sedangkan untuk merancang instalasi tata udara menguunakan metode Equal Friction Method. Setelah dilakukan perhitungan beban pendinginan pada ketiga ruangan apartemen, didapat beban pendinginan pada ruang bedroom-1 dengan luas ruangan 187,552 ft2 sebesar 15163,535 BTU/HR, ruang bedroom-2 dengan luas ruangan 304,364 ft2 sebesar 20791,292 BTU/HR dan ruang media room dengan luas ruangan 623,903 ft2 sebesar 32246,135 BTU/H.