Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Sistem Informasi Penjadwalan Mata Kuliah Menggunakan Algoritma Genetika Berbasis Web Lusiana Paranduk; Aida Indriani; Muhammad Hafid; Suprianto Suprianto
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2018
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penjadwalan mata kuliah di STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati merupakan kegiatan rutin setiap semester. Pada umumnya penjadwalan mata kuliah dibuat dengan cara manual dengan membuat tabel jadwal mata kuliah, hal ini tentu tidak efektif dan lama dalam prosesnya. Jadwal mata kuliah ini terdiri dari data dosen, mata kuliah, waktu kuliah dan ruang kuliah. Algoritma genetika digunakan untuk memecahkan masalah penjadwalan mata kuliah. Algoritma genetika dimulai dengan cara membangkitkan populasi awal, dilakukan proses perhitungan nilai fitness, crossover, dan melakukan mutasi. Hasil yang diperoleh dari algoritma genetika pada sistem ini merupakan jadwal perkuliahan pada STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati yang dapat mengganti cara manual penjadwalan mata kuliah dan mempersingkat waktu dalam menyusun jadwal perkuliahan tersebut. Dapat diambil kesimpulan bahwa semakin besar jumlah populasi yang dimasukkan, maka jadwal yang dihasilkan menjadi lebih baik dengan nilai probabilitas crossover 0.75, mutasi 0.40 dan jumlah generasi sebesar 10000.
Sistem Pendukung Keputusan Penerima Beasiswa Tidak Mampu Menggunakan Metode Moora Yusni Amaliah; Suprianto suprianto
(JurTI) Jurnal Teknologi Informasi Vol 5, No 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/jurti.v5i1.1704

Abstract

Abstract - The process of distributing scholarship funds often occurs education of in the world, one of which is the lack of targets in the admission process. There are several criteria that must be met by school students in determining scholarship recipients, including the condition of the house to live in, water and electricity facilities, parents' income and the vehicle used to go to school. Therefore, an effective method is needed in determining which students are eligible to receive underprivileged scholarships, namely Multi Objective Optimization on the Basis of Ratio. This method has criteria and sub criteria as well as a weighted value that is given based on the importance of these criteria. Based on the calculation results, 6 data were obtained as scholarship recipients with a value range between 25 s / d 27 which is the highest value of each criteria.Keywords  -   Decision Support System, scholarship, Moora. Abstrak – Proses penyaluran dana beasiswa masih sering terjadi dalam dunia pendidikan salah satunya yaitu kurang tepat sasaran dalam proses penerimaannya. Terdapat beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh siswa sekolah dalam menentukan penerima beasiswa, antara lain keadaan rumah tempat tinggal, fasilitas air dan listrik, penghasilan orang tua serta kendaraan yang digunakan untuk berangkat ke sekolah. Tujuan penelitian ini adalah membantu Dinas Sosial dalam menentukan siswa yang layak menerima beasiswa tidak mampu. Dalam proses pengambilan keputusan tersebut digunakan metode  Multi Objective Optimization on the Basis of Ratio. Berdasarkan hasil perhitungan, maka diperoleh 6 (enam) data siswa sebagai penerima beasiswa dengan range nilai antara 25 s/d 27 yang merupakan nilai tertinggi dari setiap kriteria.Kata Kunci -  Sistem Pendukung Keputusan, Beasiswa, Moora.
Implementasi sistem informasi Heypenyidik Satreskrim Polres Tarakan berbasis web Suprianto Suprianto; Muhammad Muhammad; Muhammad Fadlan; Pratama Dyas Wicaksana
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v5i1.971

Abstract

Sistem informasi merupakan suatu kebutuhan pokok di dalam suatu pelayanan di berbagai bidang, contohnya Polres Tarakan yang memiliki beberapa satuan reserse diantaranya adalah Satreskrim. Terdapat berbagai masalah internal penyidik dan juga permasalahan pada masyarakat yang ingin mengetahui perkara yang dialaminya. Penyidik terkadang melewatkan kasus yang ditanganinya, padahal waktu perkara sudah hampir habis, sehingga diperlukannya sistem yang dapat mengingatkan serta mendata agar dapat dengan mudah dicari oleh masyarakat yang terkena perkara. Metode waterfall digunakan untuk memberikan solusi dalam pembuatan aplikasi diantaranya identifikasi masalah, pengumpulan data, analisa dan desain sistem, koding program, uji coba, evaluasi dan sosialisasi. Hasil aplikasi heypenyidik.com memiliki fitur untuk mengingatkan penyidik h-4 sebelum waktu perkara habis. Aplikasi ini juga dapat melakukan pencarian data yang diperuntukkan untuk masyarakat dengan kata kunci nama dan nomor handphone. Aplikasi ini mendapatkan penilaian yang sangat positif oleh masyarakat dan penyidik pada saat launching
Pengukuran Kualitas Website E-learning Pada Perguruan Tinggi Di Kalimantan Utara Dengan Webqual 4.0 Muhammad Fadlan; Indra Tri Saputra; Suprianto Suprianto
Jurnal Sisfokom (Sistem Informasi dan Komputer) Vol 11, No 3 (2022): NOVEMBER
Publisher : ISB Atma Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32736/sisfokom.v11i3.1446

Abstract

Pandemi COVID-19 sangat berdampak dalam pelaksanaan proses pendidikan di berbagai daerah di Indonesia, tidak terkecuali pada provinsi termuda di Indonesia yaitu Kalimantan Utara. Adanya COVID-19 membuat institusi pendidikan di Kalimantan Utara harus mampu menyesuaikan berbagai transformasi digital di bidang pendidikan, salah satunya adalah melalui penggunaan media pembelajaran secara daring (E-learning). Maraknya penggunaan website E-learning saat ini harus didukung dengan adanya berbagai proses evaluasi, diantaranya evaluasi terhadap kualitas dari media pembelajaran tersebut. Hal ini penting dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kualitas E-learning dan untuk menjamin keberlanjutan dari penggunaan media E-learning tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap kualitas dari E-learning di Era New Normal pada perguruan tinggi di Kalimantan Utara. Pendekatan Webqual 4.0 digunakan untuk mengukur kualitas dari media E-learning tersebut. Penelitian ini menggunakan tiga dimensi dalam Webqual 4.0, meliputi Information, Usability dan Service Interaction Quality. Hasilnya dari 17 pernyataan yang mewakili tiga dimensi Webqual 4.0 tersebut didapatkan nilai akhir Webqual Index sebesar 0,80 yang menunjukkan bahwa kualitas E-learning saat ini berada dalam kategori sangat baik.
ANIMASI KETINTING SURYA SEBAGAI FILM EDUKASI PEMANFAATAN ENERGI DI WILAYAH KALIMANTAN UTARA Suprianto Suprianto; Devita Sekar Arum; Adisa Dewi Yudiwardhani; Fitria Khairun Nisa; Muhammad Muhammad
Journal of Innovation And Future Technology (IFTECH) Vol 6 No 1 (2024): Vol 6 No 1 (February 2024): Journal of Innovation and Future Technology (IFTECH)
Publisher : LPPM Unbaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/iftech.v6i1.3105

Abstract

Short animated film inspired by the surrounding environment in North Kalimantan which often uses boats called outboard motorboats or ketinting boats as a means of river transportation. Ketinting is a type of traditional boat that uses a motor propeller and is placed at the back in a position immersed in the water as a driving force to run the boat using diesel fuel, and is often found in various areas, especially the North Kalimantan region. Ketinting boats are usually used as a means of transportation to move places via river routes, and are usually also used by fishermen as transportation to find income in the form of fish. This animation tells the story of the life of a computer student who has parents who work as fishermen. This animation tells the problem of how difficult and expensive it is to get diesel fuel and then the students find a solution by using technology that uses solar energy as a substitute for diesel fuel. The animation creation process consists of pre-production, production and post-production using dialogue and music as support. The results of the animated video are created as a medium for entertainment, information and education related to solar energy that can be watched by all groups.