Murniati Murniati
Puslitbang Hutan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

APLIKASI INOKULUM CENDAWAN VESIKULAR-ARBUSKULAR MIKORIZA DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN POHON DI LAHAN ALANG-ALANG Murniati Murniati
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2005.2.4.319-338

Abstract

Tujuan penelitiana adalah untuk mengujiperanan dari inokulum cendawan rnikoriza vesicular-arbuscular dalam memacu pertumbuhan empat jenis pohon terpilih dan untuk mengevaluasi kemampuan tumbuh keempat jenis pohon tersebut di lahan alang-alang yang terdegradasi. Penelitian ini dilakukan dari bulan Maret 1999 sampai Oktober 2001. Bibit umur lima bulan dari empat jenis pohon, mahoni ((Swietenia macrophylla), sungkai (Peronema canescens), kerniri (Aleurites moluccana), dan sukun (Artocarpus altilis) ditanam dengan jarak 4 x 2 m2 menurut rancangan acak petak terbagi dalam percobaan faktorial. Sebagian bibit diinokulasi dengan cendawan  mikoriza (spora dorman dalam Mycofer darijenis Glomus manihotis, Glomus etunicatum,  Gigaspora rosea,  dan Acaulospora tuberculata) dan sebagian lagi tidak diinokulasi. Sebagai parameter perturnbuhan pohon, persen hidup, tinggi,  dan diameter batang diukur 3, 6,  12,  18, dan 24 bulan sesudah tanam. Jenis dan populasi mikoriza dan akar yang terinfeksi diperoleh melalui analisis contoh tanah dan jaringan akar yang diambil sebelum, 6, dan 24 bulan sesudah penanaman pohon. Di persemaian, inokulasi  bibit dengan cendawan mikoriza tidak meningkatkan pertumbuhan bibit. Inokulasi pada fase pesemaian ini nyata meningkatkan persen hidup setelah bibit dipindah ke lapangan.Tetapi rata-rata peningkatannya hanya 6,5%. Inokulasi terhadap jenis-jenis pohon pionir di pesemaian ini tidak memperlihatkan efek positif  pada fase pertumbuhan selanjutnyadi lapangan. Performan dari empatj enis pohon terpilih dan kemampuannya untuk bersaing dengan alang-alang, menunjukkan bahwa mahoni, sungkai, dan  kemiri cocok ditanam di lahan  marginal alang alang. Sedangkan sukun tidak cocok dengan kondisi lahan alang-alang yang tandus.