Lutfy Abdullah
Silvikultur, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDUGAAN KONSUMSI KAYU DALAM MENDUKUNG PENGELOLAAN HUTAN LESTARI Lutfy Abdullah; Endang Suhendang; Herry Purnomo; Juang R. Matangaran
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 17, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2020.17.1.99-112

Abstract

Pendugaan konsumsi kayu sangat penting dilakukan untuk mengukur tingkat produk kayu yang dipanen dan digunakan oleh masyarakat. Salah satu cara untuk mendapatkan informasi tersebut, dapat dilakukan dengan pendekatantinjauan sistematis atas penelitian yang telah dilakukan sebelumnya untuk mengetahui metode yang berkembang dalam menduga tingkat konsumsi kayu dan dampaknya terhadap pengelolaan hutan lestari. Bahan penelitian berupalaporan, prosiding dan jurnal ilmiah terkait metode pendugaan penggunaan produk kayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 253 penelitian yang berkaitan dengan kata kunci metode pengukuran tingkat konsumsi produk kayu oleh rumah tangga yang dipublikasikan dalam bentuk 20 laporan, 2 tesis dan 231 jurnal. Namun demikian, hanya terdapat 46 artikel dan laporan dan dipublikasikan pada jurnal yang terindeks global. Berdasarkan hasil penelusuran pustaka, kemudian dilakukan simulasi penggunaan produk kayu pada tingkat/skala nasional, industri dan rumah tangga. Hasil simulasi menunjukkan bahwa dugaan konsumsi kayu berdasarkan skala sangat bervariasi. Namun demikian, penggunaan pendekatan rumah tangga sangat mudah untuk dilakukan verifikasi.
MODEL INTERAKSI PELAKU HUTAN RAKYAT DALAM PERDAGANGAN KAYU: PENDEKATAN SIMULASI MODEL BERBASIS AGEN (The Interaction Model of Community Forest Behavior in Wood Trade: Agent Based Modelling Approach) Lutfy Abdullah
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 16, No 1 (2019): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.52 KB) | DOI: 10.20886/jpht.2019.16.1.21-34

Abstract

SariABSTRACTThe sustainability of private forest depended on market mechanisms and the role of policy act. It is a result of  interaction among agents. The aim of this study is to find the best strategy in strengthening the position of wood products in trade and its implication for existence of private forest using agent based modeling. The modeling is made using open sources software i.e. Netlogo. The result showed that if there is no competitor's market share, then forest cover tends to be stable. Conversely, if there are competitors, then the community will tend to convert their forest land to other land uses. In this situation, government must take a position by issuing wood trade policies. There are two strategies might be taken, i.e. setting based price for wood products or facilitating trade cartel. First strategy will provide impact like reducing deforestation but only temporary. While, the second strategy will induce the productivity of private forest farmers and maintain forest sustainability by delaying forest conversion and improving land cover with forest. This model needs to be developed by adding  variables production capacity and others. ABSTRAKKelestarian hutan rakyat sangat bergantung pada mekanisme pasar dan peran kebijakan pembangunan kehutanan yang merupakan interaksi perilaku pemangku kepentingan dalam rantai pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mencari strategi terbaik dalam memperkuat posisi kayu dalam perdagangan kayu konstruksi dan implikasinya kepada keberadaan hutan rakyat dengan menggunakan pendekatan pemodelan berbasis aktor (agent based modelling). Pemodelan menggunakan perangkat lunak yang digratiskan seperti Netlogo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika pangsa pasar kayu tidak ada pesaing, maka tutupan hutan cenderung stabil. Sebaliknya jika ada pesaing, maka masyarakat akan cenderung mengonversi lahan hutannya untuk peruntukan lahan lainnya. Pada kondisi ini, pemerintah harus mengambil posisi dalam bentuk mengeluarkan kebijakan perdagangan kayu. Ada dua strategi yang ditawarkan yakni: penetapan harga dasar kayu dan fasilitasi kartel perdagangan kayu. Hasil simulasi menunjukkan bahwa harga dasar kayu yang bersifat statis akan menjadi jawaban untuk menahan konversi hutan, namun tidak untuk jangka panjang. Sementara strategi kartel perdagangan dengan kelembagaan yang solid akan membantu meningkatkan produktivitas petani hutan rakyat dan mempertahankan kelestarian hutan dengan menghambat konversi hutan dan meningkatkan tutupan lahan oleh hutan. Model yang sudah tersedia perlu dikembangkan dengan menambahkan variabel kapasitas produksi dan lain-lain.