Yadi Setiadi
Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

APLIKASI ENDOMIKORIZA, PUPUK KOMPOS, DAN ASAM HUMAT DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN Khaya anthoteca Dx. PADA LAIIAN PASCA PENAMBANGAN BATU GAMPING DI CILEUNGSI-BOGOR Darwo Darwo; Yadi Setiadi; Erdy Santoso
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 2 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2006.3.2.195-207

Abstract

Aktivitas  reklarnasi  pada lahan  pasca penambangan batu garnpmg seperti  di  PT. Semen  Cibinong, Cileungsi. Kabupaten  Bogor sebagai bahan baku semen  menunjukkan  hasil yang tidak baik, hal ini, dikarenakan kurang rnemperhatikan karakteristik bekas  penambangan,  teknik  revegetasi, dan penggunaan mikroorganisme tanah Penelitian  ini bertujuan  untuk  mendapatkan  informasi  tentang  respon pertumbuhan  Khaya  anthotcca Dx. yang diinokulasi  cendawan Glomus aggregatum Schenk & Smith terhadap pemberian pupuk kompos dan asam humat pada lahan bekas penambangan batu gamping serta tingkat infeksi cendawan endomikoriza pada tanaman tersebut, Rancangan penelitian menggunakan faktorial  dalam Rancangan Acak Lengkap. Hasilnya menunjukkan bahwa kandungan unsur hara (P, K, dan Mg), kapasitas tukar kation, dan kejenuhan basa ada dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tanaman, tetapi yang menjadi  faktor pembatas adalah reaksi tanah agak alkalis dengan nilai tukar kation Ca sangat tinggi dan kadar salinitas tinggi serta kandungan C-organik dan nitrogen sangat rendah. Dengan pernberian pupuk  kompos  2 kg dan atau 500 ml asam humat 1.500  ppm  belum cukup memenuhi kebutuhan hara tanaman  (kadar C-organik dan nitrogen masih termasuk rendah) dan ditunjukkan  tanaman  kekurangan nitrogen. Pertumbuhan tanaman  yang  terbaik, jika bibit  telah diinokulasi cendawan Glomus  aggregatum  Schenk & Smith yang ditanam pada lahan yang diberi 500  ml asam humat 1.500 ppm.  Asam humat mampu  meningkatkan pertumbuhan.  daya  hidup, dan persen infeksi akar bermikonza yang lebih baik,  lntroduks, cendawan Glomus aggregatum  Schenk &  Smith berkorelasi positif  dengan asam humat dan keberadaan cendawan endomikonza  dan asam humat bersifat smergis terhadap pertumbuhan Khaya anthoteca  Dx.