Sumarah Sumarah
SD Negeri Randusari

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Manajemen Childrens Forest Program Dalam Konteks Pendidikan Karakter di SD Muhammadiyah Pakem Yogyakarta Sumarah Sumarah
Media Manajemen Pendidikan Vol 2 No 3 (2020): Februari 2020
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/mmp.v2i3.6819

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan Manajemen Childrens Forest Program dalam pendidikan karakter meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Mendiskripsikan hambatan yang dihadapi dan upaya-upaya mengatasi hambatan-hambatan yang ada dalam Childrens Forest Program Manajemen Program dalam Konteks Pendidikan Karakter di SD Muhammadiyah, Pakem, Pakembinangun, Pakem Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian berada di SD Muhammadiyah Pakem. Sumber data didapat melalui dua sumber yaitu lapangan dan dokumen. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru koordinator Childrens Forest Program, Siswa. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, pengamatan, dan dokumentasi. Instrumen pada penelitian ini adalah pedoman wawancara, pedoman pengamatan, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara analisis deskriptif dan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan secara umum Manajemen Childrens Forest Program berjalan efektif dan efisien dalam penguatan pendidikan karakter. Hal ini dapat diketahui dari perencanaan kegiatan dibuat program tahunan. Pelaksanaannnya meliputi kegiatan penanaman dan perawatan pohon, penanaman lahan sempit untuk tanamanan apotik hidup, Pembuatan kerajinan sampah, Pembuatan pupuk kompos. Mengikuti  green wave. Mewakili OISCA Indonesia ke Jepang. Pembuatan hutan mini sekolah. Evaluasi dilakukan melalui evaluasi internal Sekolah dan Ekstrenal dari OISCA. Hambatan yang dihadapi adalah Lahan,SDM. Upaya untuk mengatasi hambatan  yaitu dengan kerjasama dengan pemerintah Desa, melaksanakan in house training.