Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGELUARAN KAYU SISTEM KABEL LAYANG GAYA GRAVITASI DENGAN KERETA PENGANGKUT KAYU BER-REM KITO PADA DAERAH BERTOPOGRAFI SULIT DI SUKABUMI. Wesman Endom
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3082.728 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2009.27.2.167-180

Abstract

Uji coba pengeluaran kayu pinus dengan teknologi kabel layang menggunakan gaya gravitasi dan dikenal dengan istilah GSS, dicoba dilakukan di Kampung Cigalasar, Desa Bojongkalong, Kecamatan yalindung,  Sukabumi, pada tegakan pinus berdiameter antara 24-45 cm yang saat ini masih disadap getahnya. Hasil uji coba pengeluaran kayu ke arah bawah lereng dengan bentangan alam ± 350 m memperlihatkan bahwa teknologi ini cukup baik dan produktif. Sejumlah hambatan yang dialami dan dinilai masih perlu perbaikannya antara lain perlunya penyangga di beberapa tempat agar muatan kayu tidak menyentuh pemukaan tanah akibat panjangnya bentangan kabel, tiang penyangga dilengkapi dengan pijakan panjat agar mudah saat melakukan pemasangan atau bila terjadi sesuatu perbaikan, pemasangan jalur kabel agar berada pada satu garis lurus sehingga kabel mudah lepas dari penyangga, hati-hati dalam saat memasang posisi kereta angkut kayu, hati-hati dalam memasang ulang kabel tanpa ujung, pengikatan kayu yang praktis clan kuat, penggunaan tenaga yang memadai dan model pengunci kabel penarik lebih kuat. Produktivitas kerja GSS sebesar 5-9.104,3 m'.hm/jam dengan rata-rata 7,033 m'.hm/jam dan biaya pengeluaran kayu sebesar Rp 48.668/jam atau Rp 6.920/m'.  Dengan investasi sebesar Rp 20 juta dan dapat disewakan dengan biaya sewa sebesar Rp 10.500 / m' /hm, maka  setelah 6 tahun dapat diperoleh nilai NPV sebesar Rp 14.445.241 dan IRR sebesar 31,9%.
PENGELUARAN KAYU SISTEM KABEL LAYANG GAYA GRAVITASI DENGAN KERETA PENGANGKUT KAYU BER-REM KITO PADA DAERAH BERTOPOGRAFI SULIT DI SUKABUMI. Wesman Endom
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3082.728 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2009.27.2.167-180

Abstract

Uji coba pengeluaran kayu pinus dengan teknologi kabel layang menggunakan gaya gravitasi dan dikenal dengan istilah GSS, dicoba dilakukan di Kampung Cigalasar, Desa Bojongkalong, Kecamatan yalindung,  Sukabumi, pada tegakan pinus berdiameter antara 24-45 cm yang saat ini masih disadap getahnya. Hasil uji coba pengeluaran kayu ke arah bawah lereng dengan bentangan alam ± 350 m memperlihatkan bahwa teknologi ini cukup baik dan produktif. Sejumlah hambatan yang dialami dan dinilai masih perlu perbaikannya antara lain perlunya penyangga di beberapa tempat agar muatan kayu tidak menyentuh pemukaan tanah akibat panjangnya bentangan kabel, tiang penyangga dilengkapi dengan pijakan panjat agar mudah saat melakukan pemasangan atau bila terjadi sesuatu perbaikan, pemasangan jalur kabel agar berada pada satu garis lurus sehingga kabel mudah lepas dari penyangga, hati-hati dalam saat memasang posisi kereta angkut kayu, hati-hati dalam memasang ulang kabel tanpa ujung, pengikatan kayu yang praktis clan kuat, penggunaan tenaga yang memadai dan model pengunci kabel penarik lebih kuat. Produktivitas kerja GSS sebesar 5-9.104,3 m'.hm/jam dengan rata-rata 7,033 m'.hm/jam dan biaya pengeluaran kayu sebesar Rp 48.668/jam atau Rp 6.920/m'.  Dengan investasi sebesar Rp 20 juta dan dapat disewakan dengan biaya sewa sebesar Rp 10.500 / m' /hm, maka  setelah 6 tahun dapat diperoleh nilai NPV sebesar Rp 14.445.241 dan IRR sebesar 31,9%.