Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

BAGAN PENGERINGAN DASAR 12 JENIS KAYU DARI INDONESIA Efrida Basri
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3309.56 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2008.26.2.181-192

Abstract

Pengeringan kayu dalam kiln drying memerlukan bagan pengeringan yang berbasis sifat-sifat kayu, terutama sifat pengeringannya. Tujuan penelitian ini adalah menetapkan bagan pengeringan dasar 12 jenis kayu dari beberapa daerah di Indonesia, yaitu Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, Aceh dan Kalimantan Barat berdasarkan  sifat pengeringannya. Penetapan bagan pengeringan diawali dengan menguji sifat pengeringan kayu menggunakan metode suhu tinggi (suhu 100°C). Hasil penelitian menunjukkan  bahwa setiap jenis kayu  memiliki respons yang berbeda terhadap perlakuan suhu tinggi. Dari 12 jenis kayu yang diteliti, kayu bayur (Pterospermium elongatum) memiliki sifat pengeringan  terbaik, sedangkan kayu mahang (Macaranga hypoleuca) dan menjalin (Xanthophyllum flavescens) yang terburuk, Berdasarkan sifat pengeringan tersebut, maka ke 12 jenis kayu yangditeliti diklasifikasikan ke dalam 8 kelompok bagan pengeringan.
BAGAN PENGERINGAN DASAR 12 JENIS KAYU DARI INDONESIA Efrida Basri
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3309.56 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2008.26.2.181-192

Abstract

Pengeringan kayu dalam kiln drying memerlukan bagan pengeringan yang berbasis sifat-sifat kayu, terutama sifat pengeringannya. Tujuan penelitian ini adalah menetapkan bagan pengeringan dasar 12 jenis kayu dari beberapa daerah di Indonesia, yaitu Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, Aceh dan Kalimantan Barat berdasarkan  sifat pengeringannya. Penetapan bagan pengeringan diawali dengan menguji sifat pengeringan kayu menggunakan metode suhu tinggi (suhu 100°C). Hasil penelitian menunjukkan  bahwa setiap jenis kayu  memiliki respons yang berbeda terhadap perlakuan suhu tinggi. Dari 12 jenis kayu yang diteliti, kayu bayur (Pterospermium elongatum) memiliki sifat pengeringan  terbaik, sedangkan kayu mahang (Macaranga hypoleuca) dan menjalin (Xanthophyllum flavescens) yang terburuk, Berdasarkan sifat pengeringan tersebut, maka ke 12 jenis kayu yangditeliti diklasifikasikan ke dalam 8 kelompok bagan pengeringan.