Kemacetan lalu lintas yang terjadi di perkotaan terutama yang terjadi di Kota Malang merupakan peristiwa yang umum dialami, yang menimbulkan dampak negatif. Manajemen rekayasa lalu lintas mengambil peran penting dalam memberikan kualitas arus lalu lintas yang lebih baik. Namun, pada kenyataanya kemacetan masih terjadi dibeberapa titik persimpangan yang sudah terpasang Intelligent Transport System (ITS). Berdasarkan hal tersebut penulis merumuskan permasalahan yakni bagaimana efektivitas serta hambatan penggunaan Intelligent Transport System (ITS) dalam menanggulangi kemacetan oleh Dinas Perhubungan Kota Malang dan bagaimana tinjauan maslahah mursalah terhadap penggunaan Intelligent Transport System (ITS) dalam mengatasi kemacetan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan Intelligent Transport System (ITS) dalam mengatasi kemacetan di kota Malang. Adapun penelitian ini termasuk penelitian Yuridis Empiris dengan menggunakan pendekatan yuridis sosiologis. Sumber data primer yang diperoleh melalui Undang-Undang terkait Lalu Lintas dan Angkutan jalan. Bahan hukum sekunder meliputi buku-buku, jurnal, dan pendapat ahli. Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan Intelligent Transport System (ITS) sebagai bentuk manajemen rekayasa lalu lintas belum sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku serta hambatan penggunaan Intelligent Transport System (ITS) ialah jaringan koneksi pada waktu cuaca hujan. Penggunaan Intelligent Transport System (ITS) ditinjau dari maslahah sesuai dengan prinsip kemaslahatan atau kebaikan dalam menetapkan hukum atau dapat diartikan perbuatan yang mengarah terhadap kebaikan.