Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERLAKUAN RESIN PADA KAYU KELAPA (Cocos nucifera) Jamal Balfas
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2007.25.2.108-118

Abstract

Kayu  kelapa  telah digunakan secara  efektif  sebagai  substitusi  kayu konvensional terutama dalam penggunaannya sebagai komponen  bangunan,  mebel dan barang kerajinan. Material kayu ini telah menjadi komoditi ekspor produk perkayuan Indonesia ke manca Negara. Namun demikian, pertumbuhan volume ekspornya terhambat oleh adanya keluhan importir terhadap rendahnya stabilitas dimensi pada produk kayu kelapa.  Dalam penelitian ini dilakukan penentuan stabilitas dimensi pada kayu kelapa melalui pengukuran sifat penyerapan air dan pengembangan radial yang terjadi  selama proses perendaman dalam air. Contoh uji kayu kelapa dibedakan secara acak ke dalam tiga kelompok menurut tingkat kerapatan, yaitu tinggi, sedang dan rendah.  Perlakuan dengan penggunaan tiga jenis resin organik untuk menguji penyempurnaan  stabilitas  dimensi pada kayu kelapa dilakukan dengan metode vakum-tekan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kayu kelapa memiliki sifat penyerapan air  (higroskopis) yang relatif tinggi dibandingkan dengan kayu biasa.  Sifat ini beragam menurut tingkat kerapatan pada kayu tersebut.  Kayu kelapa dengan kerapatan rendah bersifat lebih higroskopis daripada kayu kelapa berkerapatan lebih  tinggi.   Akan tetapi, sifat pengembangan  radial (transversal)  pada kayu kelapa berbanding terbalik terhadap kerapatan kayu. Kayu kelapa dengan kerapatan lebih  tinggi mengalami pengembangan  dimensi lebih besar daripada kayu kelapa yang berkerapatan lebih  rendah.  Sifat penyerapan air  dan pengembangan radial pada kayu kelapa berlangsung secara cepat pada proses rendaman  dalam air.  Pada awal proses  rendaman  kayu kelapa memiliki kecepatan tinggi dalam penyerapan air dan mengalami pengembangan radial lebih dari sepuluh kali dari kayu biasa, seperti jati, bangkirai dan mangium.  Perlakuan resin pada kayu kelapa mampu mengurangi sifat higroskopis  dan perubahan dimensi sehingga kedua karakteristik pada kayu tersebut serupa dengan kayu biasa. Efektifitas perlakuan resin terhadap sifat higroskopis dan pengembangan radial pada kayu kelapa dipengaruhi oleh  faktor jenis resin, kerapatan dan lama waktu perendaman.  Secara umum resin 2 lebih baik daripada resin 3 dan resin 1,   sementara resin 3 lebih  baik daripada resin 1. Selain itu efektifitas perlakuan resin lebih besar pengaruhnya pada kayu kelapa berkerapatan tinggi dibandingkan dengan kayu kelapa dengan kerapatan lebih rendah. Efektivitas perlakuan resin mengalami penurunan sejalan dengan pertambahan waktu rendaman kayu kelapa dalam air.
DAYA TAHAN KAYU KELAPA YANG DIIMPREGNASI DENGAN RESIN TERHADAP DUA SPESIES RAYAP TANAH Coptotermes curvignathus DAN Macrotermes Gilvus Paimin Sukartana; Jamal Balfas
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2007.25.4.303-311

Abstract

Berdasarkan kerapatannya, papan kayu kelapa dapat dibedakan menjadi tiga kelompok yang meliputi kerapatan tinggi, kerapatan sedang dan kerapatan rendah, yang masing-masing berasal dari batang bagian luar, bagian tengah dan bagian dalarn. Mutu ketiganya pun berbeda saru dengan yang lain. Papan kayu kelapa, terutama yang berkerapatan sedang clan rendah juga lebih rentan terhadap serangan organisme perusak.Tiga jenis resin diimpregnasikan untuk meningkatkan daya tahan kayu tersebut terhadap serangan organisme perusak. Setelah dipaparkan dalam uji simulasi lapangan selama satu bulan, terlihat bahwa perlakuan dengan ketiga jenis resin tersebut berpengaruh nyata untuk menahan serangan dua jenis rayap tanah Coptotermes curvignathus dan Macrotermes gi1vus meskipun tingkat efektivitasnya berbeda-beda. Perlakuan dengan Resin 3 adalah palinge fektif, dan selanjutnya dengan Resin 2 dan Resin 1 secara berturut-rurut kurang efektif.
PERLAKUAN RESIN PADA KAYU KELAPA (Cocos nucifera) Jamal Balfas
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7343.464 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2007.25.2.108-118

Abstract

Kayu  kelapa  telah digunakan secara  efektif  sebagai  substitusi  kayu konvensional terutama dalam penggunaannya sebagai komponen  bangunan,  mebel dan barang kerajinan. Material kayu ini telah menjadi komoditi ekspor produk perkayuan Indonesia ke manca Negara. Namun demikian, pertumbuhan volume ekspornya terhambat oleh adanya keluhan importir terhadap rendahnya stabilitas dimensi pada produk kayu kelapa.  Dalam penelitian ini dilakukan penentuan stabilitas dimensi pada kayu kelapa melalui pengukuran sifat penyerapan air dan pengembangan radial yang terjadi  selama proses perendaman dalam air. Contoh uji kayu kelapa dibedakan secara acak ke dalam tiga kelompok menurut tingkat kerapatan, yaitu tinggi, sedang dan rendah.  Perlakuan dengan penggunaan tiga jenis resin organik untuk menguji penyempurnaan  stabilitas  dimensi pada kayu kelapa dilakukan dengan metode vakum-tekan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kayu kelapa memiliki sifat penyerapan air  (higroskopis) yang relatif tinggi dibandingkan dengan kayu biasa.  Sifat ini beragam menurut tingkat kerapatan pada kayu tersebut.  Kayu kelapa dengan kerapatan rendah bersifat lebih higroskopis daripada kayu kelapa berkerapatan lebih  tinggi.   Akan tetapi, sifat pengembangan  radial (transversal)  pada kayu kelapa berbanding terbalik terhadap kerapatan kayu. Kayu kelapa dengan kerapatan lebih  tinggi mengalami pengembangan  dimensi lebih besar daripada kayu kelapa yang berkerapatan lebih  rendah.  Sifat penyerapan air  dan pengembangan radial pada kayu kelapa berlangsung secara cepat pada proses rendaman  dalam air.  Pada awal proses  rendaman  kayu kelapa memiliki kecepatan tinggi dalam penyerapan air dan mengalami pengembangan radial lebih dari sepuluh kali dari kayu biasa, seperti jati, bangkirai dan mangium.  Perlakuan resin pada kayu kelapa mampu mengurangi sifat higroskopis  dan perubahan dimensi sehingga kedua karakteristik pada kayu tersebut serupa dengan kayu biasa. Efektifitas perlakuan resin terhadap sifat higroskopis dan pengembangan radial pada kayu kelapa dipengaruhi oleh  faktor jenis resin, kerapatan dan lama waktu perendaman.  Secara umum resin 2 lebih baik daripada resin 3 dan resin 1,   sementara resin 3 lebih  baik daripada resin 1. Selain itu efektifitas perlakuan resin lebih besar pengaruhnya pada kayu kelapa berkerapatan tinggi dibandingkan dengan kayu kelapa dengan kerapatan lebih rendah. Efektivitas perlakuan resin mengalami penurunan sejalan dengan pertambahan waktu rendaman kayu kelapa dalam air.
DAYA TAHAN KAYU KELAPA YANG DIIMPREGNASI DENGAN RESIN TERHADAP DUA SPESIES RAYAP TANAH Coptotermes curvignathus DAN Macrotermes Gilvus Paimin Sukartana; Jamal Balfas
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2007.25.4.303-311

Abstract

Berdasarkan kerapatannya, papan kayu kelapa dapat dibedakan menjadi tiga kelompok yang meliputi kerapatan tinggi, kerapatan sedang dan kerapatan rendah, yang masing-masing berasal dari batang bagian luar, bagian tengah dan bagian dalarn. Mutu ketiganya pun berbeda saru dengan yang lain. Papan kayu kelapa, terutama yang berkerapatan sedang clan rendah juga lebih rentan terhadap serangan organisme perusak.Tiga jenis resin diimpregnasikan untuk meningkatkan daya tahan kayu tersebut terhadap serangan organisme perusak. Setelah dipaparkan dalam uji simulasi lapangan selama satu bulan, terlihat bahwa perlakuan dengan ketiga jenis resin tersebut berpengaruh nyata untuk menahan serangan dua jenis rayap tanah Coptotermes curvignathus dan Macrotermes gi1vus meskipun tingkat efektivitasnya berbeda-beda. Perlakuan dengan Resin 3 adalah palinge fektif, dan selanjutnya dengan Resin 2 dan Resin 1 secara berturut-rurut kurang efektif.